Insecure? Make Sure With Islam!

Atikah Mauluddiyah, S.Pd.
(Aktivis Mahasiswi Malang)
Remaja – Akhir-akhir ini millenials dihinggapi sebuah keadaan tidak aman atau yang biasa disebut insecure. Masa-masa remaja yang dipenuhi dengan pencarian jati diri menjadikan insecure mudah datang dan pergi. Dilansir dari laman halodoc.com bahwasanya kondisi insecure merupakan salah satu kondisi mental ketika kita merasa cemas dan takut secara berlebihan sehingga melakukan sesuatu dengan berhati-hati, terkadang sering menaruh curiga pada orang lain maupun lingkungan di sekitarnya.
Kondisi insecure sebenarnya wajar dirasakan setiap manusia. Manusia yang dibekali Allah dengan naluri mempertahankan diri (ghorizatun baqa) cenderung ingin melakukan akivitas guna melindungi dan menjaga eksistensinya di tengah-tengah masyarakat. Ilyas dan Maharani dalam jurnalnya menyatakan bahwa setiap manusia mempunyai keinginan untuk memiliki, merasa takut, berani, senang berkelompok dan berbagai aktifitas sejenis, yang dilakukan dalam rangka mempertahankan diri.
Oleh karena itu, naluri mempertahankan diri telah ada dalam diri manusia bersamaan dengan penciptaan manusia termasuk persaan insecure, hanya saja, perlakuan manusia ketika mengalami insecure itulah yang perlu diatur sehingga tidak membahayakan manusia.
Tanda-tanda Insecure dan Penyikapannya
Insecure sendiri dapat dikenali dengan adanya tanda-tanda berupa: (1) merasa rendah diri, (2) mengalami takut berlebihan, (3) tidak mau keluar dari zona nyaman, dan (4) sering membandingkan diri dengan orang lain (halodoc.com).
Tentu saja hal ini berbahaya jika melanda manusia dan tidak segera di atasi dengan tuntas, apalagi jika yang ditakutkan adalah hal-hal berkaitan dengan materi dan fisik.
Kondisi lingkungan dan individu yang tidak Islami menjadikan masalah terkait insecure semakin runyam. Bahkan muncul solusi-solusi yang diharamkan dalam Islam untuk menyelesaikannya seperi melakukan operasi plastik, mengurung diri di rumah dan takut keluar rumah, selalu merasa kurang dengan apa yang ada dalam diri, dan lainnya. Sehingga semakin menjauhkan diri dari Allah SWT.
Islam Menyikapi Insecure
Jika kita kembalikan semua pada Islam, maka penyelesaiannya akan tuntas, memuaskan akal dan menentramkan hati. Insecure memang wajar ada pada manusia, oleh karena itu Islam memberikan solusi terkait hal ini. Yuk buat insecure, make sure dengan Islam!
Pertama manusia harus senantiasa bersyukur dengan segala nikmat yang Allah berikan termasuk fisik yang telah Allah titipkan kepada kita. Segala sesuatu yang Allah berikan pada ranah yang tidak dikuasai manusia (di luar kapasitas manusia) seperti fisik, lahir dari orang tua yang mana, dilahirkan dimana, dan lainnya tidak akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah.
Justru Allah akan memintai pertanggung jawaban manusia apabila berusaha mengganti atau merubahnya, bahkan bisa bernilai dosa.
Sikap manusia terhadap hal yang tidak dikuasai manusia adalah bersyukur, ikhlas dan rida dengan segala ketetapan Allah. Sehingga tidak merasa iri kepada orang lain dan berupaya menjadi sama dengan orang lain pada perkara fisik semata.
Kedua, negara juga perlu membentuk lingkungan Islami, sehingga antar masyarakat akan tersuasanakan Islami. Masyarakat saling mendakwahkan jika ada kemunkaran atau kemaksiatan yang dilakukan oleh warga sekitar. Selain itu juga terjalin aktivitas saling beramar ma’ruf yakni saling mengingatkan di dalam ketakwaan kepada sesama warga sehingga terbangun suasana positif dan saling menghargai.
Adapun jika insecure dikarenakan dorongan ketakwaan maka akan menjadikan kita menjadi manusia yang lebih baik. Misalkan saja ketakutan kita jika dibenci oleh Allah jika kita melakukan kemaksiatan, ketakutan jika mendapatkan neraka Allah, khawatir jika dosa kita lebih banyak dari pada amal baik kita sehingga menjadikan kita semakin berlomba-lomba dalam ketakwaan, menyegerakan berbuat amal kebaikan dan istiqamah dalam kebenaran.
Yuk sama-sama belajar menyikapi dan menyelesaikan insecure dengan memperbanyak mengkaji Islam!
Wallahua’lam bishowab.
[ry/LM]
