Keluarga Remuk dalam Sistem Buruk

Keluarga_20250604_065413_0000

Oleh: Carminih, S.E
MIMم_Muslimah Indramayu Menulis

 

LenSaMediaNews.com__Sebuah grup Facebook dengan nama akun ‘Fantasi Sedarah” dikecam warganet. Sebab, berisi konten penyimpangan seksual berupa fantasi inses ke anggota keluarga sendiri, termasuk cerita, foto dan diskusi tidak senonoh. Dalam grup tersebut tercatat ada 32.000 anggota, sehingga memicu keresahan di kalangan masyarakat.

 

Sangat mengerikan, akun ini tidak hanya mencoreng nilai-nilai moral dan kemanusiaan, tetapi juga menjadi sinyal rentannya keamanan bagi anak. Orang tua dan pendidik perlu menyadari satu hal yang krusial ini, bahwa ruang aman anak-anak semakin terikis, bahkan dari tempat yang seharusnya menjadi paling suci dan aman. Dan sekarang peran orang tua tidak hanya cukup sebagai penyedia sandang dan pangan saja. Orang tua juga harus mengambil peran sebagai pendengar yang aman dan penuh keterbukaan, juga menciptakan rasa nyaman saat anak bercerita tanpa rasa takut dimarahi, direndahkan, atau dicurigai.

 

Fenomena adanya grup inses semacam ini pun sungguh sangat menyayat hati dan miris. Kita dikenal sebagai negara religius karena memiliki populasi Muslim terbesar nomor satu di dunia, tapi masyarakatnya hidup bebas tanpa aturan. Semuanya demi kepuasan individu, bahkan cenderung tidak berbeda jauh dari binatang yang tidak punya rasa malu dan takut akan akibatnya. Halal haram tidak menjadi soal bagi mereka, yang penting mereka merasa puas dalam memenuhi hasratnya.

 

Masalah ini harus menjadi refleksi bagi kita semua tentang betapa rapuhnya keluarga di era digital jika tidak dijaga oleh nilai-nilai agama. Masalah ini juga tanggung jawab bersama, maka setiap pergerakan aktivitas yang mencurigakan kita wajib mencegahnya. Tantangan kita yang terbesar saat ini bukan hanya memblokir konten negatif, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kesucian keluarga adalah bagian dari iman dan tanggung jawab kita sebagai hamba Allah SWT.

 

Di era digital ini, persoalan keluarga bukan hanya tentang hubungan fisik antara setiap anggota, tetapi juga bagaimana nilai kesucian dapat dipertahankan melalui pendidikan, pengawasan, dan peningkatan kesadaran.

 

Kelakuan bejat yang mereka lakukan sangat menjijikkan, jelas sangat menyimpang dari syariat Islam. Semua ini adalah buah dari sistem sekuler kapitalisme yang diemban oleh negara kita sekarang. Sistem ini menjauhkan agama dari kehidupan, diperparah dengan abainya negara terhadap apa yang terjadi di masyarakat. Negara tidak bisa mencegahnya, bahkan seakan menormalisasi kejahatan tersebut. Harusnya masyarakat sadar sistem yang dianut sekarang sangat membahayakan dan harus diganti dengan sistem Islam.

 

Islam adalah jalan shahih yang mengatur semua urusan manusia. Islam mewajibkan negara untuk mengurus rakyat dalam seluruh aspek termasuk menjaga keutuhan keluarga dalam sistem sosial sesuai dengan syariat Islam. Islam akan membasmi semua sumber yang merusak moral rakyat dengan keimanan dan ketakwaan, dan memberi sanksi yang tegas kepada pelaku yang membuat jera.

 

Dengan diterapkannya sistem Islam, semua permasalahan baik masalah kehidupan sampai masalah negara akan bisa teratasi. Karena aturan Islam sesuai fitrah manusia, bersumber langsung dari pencipta manusia yaitu Allah SWT. Maka masalah fantasi sedarah pun akan terselesaikan dengan tuntas. Wallahualam bissawab.