Kelaparan Sistemik, Genosida yang Terselubung

Kelaparan Gaza

Oleh : Zhiya Kelana, S.Kom

 

 

LensaMediaNews.com, Opini_ Kelaparan parah melanda warga Gaza, mereka bukan hanya diserang oleh senjata namun juga oleh kelaparan hebat yang sengaja dilakukan oleh Israel. Kelaparan ini menjadi sebuah ancaman yang mematikan mereka sewaktu-waktu, bahkan tak jarang anak-anak Gaza hanya tinggal kulit dan tulang yang sudah terlihat, jangankan untuk lari mungkin untuk berjalan pun sudah tak mampu lagi, sehingga mereka memilih menyerah dan bertahan.

 

Setiap hari sedikitnya ada 7 orang anak yang tewas karena kurang gizi, bahkan dikabarkan di RS Al-Shifa dalam waktu 72 jam ada 21 anak yang meninggal dunia karena malnutrisi. Ada 2 juta orang terjebak dalam blokade sejak gencatan senjata selama 6 pekan. Data WHO mencatat ada lebih dari 50 anak yang tewas sejak pengepungan. UNRWA dari badan PBB mengatakan lebih dari 242.000 anak dibawah usia 5 tahun, 1 dari 10 dinyatakan malnutrisi. Dan Hampir 900 warga gaza tewas saat berusaha mendapatkan bantuan. Ada 6000 truk makanan, obat dan sabun yang menunggu izin untuk masuk. UNRWA mengatakan lebih dari 1000 tenaga kesehatan yang pingsan karena kelaparan. (CNBCIndonesia.com, 23/07/2025)

 

Ada 1.054 orang tewas saat warga Gaza berusaha mendapatkan makanan, 766 tewas di sekitar lokasi GHF dan 288 dekat konvoi bantuan PBB. Sekitar 900.000 anak gaza yang kelaparan dan 70.000 mengalami malnutrisi. Sebanyak 33 orang termasuk di dalamnya meninggal selama 24 jam terakhir. Jumlah total kematian akibat kekurangan gizi 101 orang, yang 80 di antaranya anak-anak sejak tahun 2023. Sekitar 1 dari 3 orang di gaza tidak makan berhari-hari, 90.000 anak-anak dan perempuan yang sangat membutuhkan perawatan. Sedangkan untuk 1 kantong tepung di hargai 1,6 juta di pasar lokal. Sedangkan ada 7000 truk menunggu izin masuk. (BBC.com, 23/07/2025)

 

Entah bagaimana cara menggambarkan betapa biadabnya Zionis Yahudi itu telah membuat warga Gaza mengalami krisis kelaparan yang dahsyat. Krisis ini menjadi senjata baru yang di gunakan oleh Israel untuk membunuh warga Gaza secara perlahan. Selama gencatan senjata, truk bantuan hanya boleh masuk dalam jumlah yang sangat sedikit.

 

Ini membuktikan bahwa kekejaman zionis tak bisa hanya dengan sebuah retorika semata, belum lagi mereka di beking oleh negara adidaya yang punya hak veto. Akibat mandulnya PBB yang semakin nyata. Para pemimpin muslim pun seperti sudah mati rasa, dengan mengabaikan seruan Allah dan Rasul-Nya meninggalkan Gaza sendiri, berjuang dalam kematian.

 

Umat Islam hari ini telah termakan propaganda Barat sehingga menjadikan mereka sangat lemah. Sejatinya itu hanyalah sebuah ilusi yang telah ditanamkan para penguasa yang berkhianat, hingga pasukan kaum muslimin, para ulamanya dan rakyat mulai menyerah. Padahal umat punya kekuatan yang besar yakni akidahnya yang kokoh. Buktinya sejarah panjang umat Islam telah menjadikan negara adidaya seperti Khilafah yang ditakuti oleh Barat.

 

Situasi ini harusnya bisa digunakan sebagai sarana untuk menyadarkan umat bahwa solusi hakiki untuk Palestina adalah jihad dan Khilafah yang harus ditegakkan di muka bumi. Penyadaran ini harus dilakukan untuk membuktikan bahwa kejahatan zionis itu nyata adanya. Dan untuk menyelesaikan permasalahan ini umat harus bersatu dan melakukan amal dakwah seperti yang telah dilakukan oleh Rasul dahulu.

 

Jamaah dakwah ideologis harus memimpin umat untuk mengembalikan kemuliaan Islam yang akan terwujud saat Khilafah kembali tegak. Kebangkitan umat harus melalui proses berfikir yang matang, dan mengikuti metode dakwah Rasul yang bertahap. Dengan menyiapkan umat yang siap secara keseluruhan untuk menerapkan Islam secara kaffah. Allah berfirman sebagai berikut ;

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah : 208)

Islam secara kaffah berarti menerima dan mengamalkan seluruh ajaran Islam, baik yang terkait dengan ibadah, muamalah, akhlak, maupun syariat yang mengatur kehidupan individu dan sosial. Ini yang harus dipahami oleh umat secara menyeluruh.

 

Dan para pengemban dakwah harus meningkatkan keterampilannya dalam berinteraksi dengan umat, dengan cara menggugah perasaan dan pikiran mereka, meningkatkan keyakinan dan istikamah jalan dakwah yang telah ditempuh Rasulullah. Selain itu terus mendekatkan diri pada Allah sembari melayakkan diri menjadi hamba Allah yang layak mendapat pertolongan Allah.

 

Karena perjuangan untuk menegakkan Khilafah bukanlah perkara yang mudah, untuk itu para pengemban dakwah harus senantiasa menguatkan dirinya dan melebur dalam jamaah. Membersihkan akidah umat yang rusak juga membutuhkan waktu yang panjang, maka jangan pernah menyerah dan lelah karna umat butuh kita.

Wallahu ‘alam.