Pengibaran Bendera One Piece, Gambaran Rasa Kecewa Masyarakat

One piece

Oleh Zhiya Kelana, S.Kom.

 

 

LensaMediaNews.com, Opini_ Agak lain memang, dengan salah satu anggota DPR ini,  yang harusnya mewakili suara rakyat agar didengar oleh pemerintah malah sebaliknya. Dia mengatakan bahwa ini adalah simbol pembangkangan dan makar yang dilakukan oleh masyarakat kepada negara.  (kompas.com, 31/07/2025)

 

Kehebohan ini juga menggelitik wakil ketua DPR yang mengatakan bahwa tindakan ini bisa mengindikasikan kepada gerakan memecah belah persatuan bangsa. Memang tak dapat dipungkiri bahwasanya hal ini adalah bentuk ekspresi kreatif generasi muda, namun memicu kekhawatiran akan gerakan yang bersifat kontra dengan pemerintah. Dia meminta agar masyarakat jangan terprovokasi. (Kompas.com, 01/08/2025)

 

Ada begitu banyak masalah di negeri ini yang belum diselesaikan dan masih menjadi PR besar pemerintah, namun anehnya malah pemerintah sibuk dengan hal sederhana  seperti pengibaran bendera one piece yang dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat tentu punya alasan sendiri, sebab dianggap keadilan di negeri ini telah mati dan semakin tercekik dengan kebijakan yang sudah tak manusiawi.

 

Tindakan yang dilakukan oleh masyarakat ini adalah cermin rasa kecewa yang begitu berat terhadap pemerintahannya, lalu mereka berharap ada sedikit harapan dengan pengibaran bendera one piece akan mengetuk hati pemerintah, dan tak mengabaikan masyarakatnya sendiri.

 

Tidak seharusnya pengibaran bendera one piece disalahartikan dengan makar. Seolah negeri ini tidak menerima kritik sehingga membiarkannya terus hancur. Karena inilah wajah negeri yang segelintir para penjabat menikmati kekuasaan, sementara rakyatnya  hidup sempit.

 

Padahal permasalahan di negeri ini demikian banyaknya, semua itu sejatinya diakibatkan sistem kapitalisme. Karena adanya kemiripan dengan anime one piece inilah yang melahirkan kesenjangan signifikan dalam kehidupan masyarakat. Jadi umat ikut berbelasungkawa dengan matinya keadilan di negeri tercinta dengan mengibarkan bendera.

 

Kezaliman dari negara harusnya membuat kita yakin tidak ada sistem yang lebih baik dari Islam yang belum pernah dicoba lagi. Bahkan Barat pun sudah mulai melirik kepada sistem Islam, mereka meyakini bahwa sistem ini bisa membawa perubahan yang tak bisa dilakukan oleh sistem kapitalisme.

 

Waktunya umat harus sadar bahwa masalah sangat mendasar yang dihadapi seluruh dunia saat ini adalah karena penerapan sistem buatan manusia, yang jelas  menepikan hukum yang berasal dari sang Khaliq maka kemudaratan ini akan segera sirna jika kita masuk ke dalam Islam kaffah.

Seperti Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah : 208)

 

Islam yang kita ketahui adalah sebuah agama, namun sebenarnya adalah sebuah sistem kehidupan yang berasal dari Allah. Satu-satunya sistem yang murni berasal dari Sang Pencipta yang khusus dirancang agar sesuai dengan kehidupan manusia dalam menjalankan hidupnya. Namun sistem ini tidak digunakan oleh pemerintah.

 

Kesadaran umat harus diarahkan kepada perjuangan yang hakiki untuk mengubah sistem menjadi lebih baik dari hari ini. Sistem ini dulu sudah pernah diterapkan selama 13 abad, telah berhasil mengubah wajah dunia. Karena itu perjuangan ini bukan hanya sebuah simbolik tapi perjuangan yang sesungguhnya mengarah kepada perubahan sistem dan terukur dengan dakwah.

 

Maka sekarang yang bisa membebaskan seluruh kezaliman dan mengadilinya dengan baik, tidak lain adalah Islam yang harus ditegakkan di muka bumi ini. Meski perjuangan penegakan khilafah demikian sulitnya, namun mereka yang ikhlas berjuang dan menyakininya tidak akan pernah menyerah walau lelah. Karena hanya dengan tegaknya khilafah kelak hidup yang kita rasakan hari ini terbayar indah.

Wallahu’ alam