Maulid Nabi Momentum Kembali Kepada Sunah

MaulidNabi-LenSaMedia

LenSaMediaNews.Com–Kita tentu tak merasa asing dengan sebutan, bahwa Nabi Muhammad saw. diturunkan ke dunia dengan membawa rahmat bagi seluruh alam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rahmat berarti belas kasih, karunia (Allah), berkah (Allah). Dan kata rahmat ini memang lekat dengan agama Islam.

 

Selain itu, diutusnya Nabi Muhammad saw. sebagai nabi akhir zaman. Artinya, tidak akan ada lagi nabi-nabi lain setelahnya (QS Al-Ahzab ayat 40), sebab risalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. merupakan risalah yang sudah lengkap dan sempurna. Risalah yang apabila diterapkan, membawa rahmat bagi seluruh alam.

 

Gambaran dari penerapan risalah Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, yakni pada kondisi masyarakat Arab sebelum Islam datang. Mereka hidup dengan kejahiliyahan, terbelakang dan penuh kemaksiatan.

 

Tapi sebaliknya, penerapan risalah Islam dalam negara yang didirikan langsung oleh Baginda saw. menghantarkan masyarakat Arab mencapai puncak peradaban yang gemilang. Sebab, Islam tak hanya hadir sebagai agama, melainkan sekaligus mabda.

 

Umat Islam telah dijuluki Allah Swt. sebagai umat yang terbaik. Ini terbukti secara nyata, di mana selama tiga belas abad umat Islam berjaya. Umat Islam ditakuti musuh, disegani dan dihormati, bahkan penentu kebijakan global. Semua negara di dunia mematuhinya.

 

Lalu, apa yang terjadi saat ini? Umat Islam kembali terpuruk. Kejahiliyahan amat nyata. Kebodohan, kemiskinan, menjadi kue rebutan negara-negara besar, tanpa bisa melakukan perlawanan. Lihat saja penderitaan umat Islam di Gaza, Palestina. Hampir dua tahun ditindas kaum Kera, sampai target genosida. Dan umat Islam tidak berdaya.

 

Bila kita cermati, akar masalahnya ada pada umat Islam sendiri. Risalah Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw. dicampakkan, lalu diganti dengan risalah sekuler Kapitalis yang memisahkan peranan agama dalam kehidupan manusia. Akhirnya, seperti apa yang kita hadapi. Hidup serba sulit.

 

Lemahnya akidah umat, jauhnya pamahaman Islam, merupakan gambaran umat Islam saat ini. Maka, tak ada solusi selain kembali meneladani Nabi. Menerapkan risalah Islam secara keseluruhan. Mulai dari menguatkan akidah, memahami ajaran-ajarannya sampai membangun negara.

 

Tentu bukan hal yang mudah. Terlebih, bila hanya mengandalkan pada skala per orang. Dari itu, umat perlu mendukung serta bergabung dengan gerakan dakwah yang mengikuti metode dakwah Rasulullah. Teladan sunah yang sebenarnya, yaitu  dakwah Islam kafah, yang bertujuan untuk mengembalikan kehidupan Islam. Mumpung momentum maulid Nabi, mari kita kembali mewujudkan Islam sebagai rahmat seluruh alam. Sri Ratna Puri. Wallahualam. [LM/ry].