Memaknai Semangat Tarhib Ramadhan

Negara Lalai Rakyat Jadi Korban_20260305_124917_0000

 Oleh: Cokorda Dewi 

 

Reportase – Ahad pagi tanggal 15 Februari 2026, Majelis Taklim As Salam Desa Petung Bondowoso mengadakan Tarhib Ramadhan 1447 H. Peserta Tarhib Ramadhan dari kalangan tua, muda, dan anak-anak, baik laki – laki maupun perempuan. Mereka bersemangat hadir sejak pukul 06.00 memadati titik kumpul di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Bondowoso. Ratusan peserta berdatangan dari berbagai wilayah Bondowoso dan Situbondo.

Acara Tarhib Ramadhan dibuka dengan do’a dan tausiah seputar Ramadhan. Nampak peserta Tarhib mengikuti dengan seksama dan tertib. Selama perjalanan. Tarhib kali ini melewati rute sepanjang empat kilometer. Selama perjalanan peserta berzikir dan bershalawat, sembari mendengarkan orasi para asatidz. Meskipun jumlah peserta cukup banyak dengan barisan yang panjang, namun tidak sediktpun membuat kemacetan lalu lintas.

Tarhib Ramadhan merupakan kegiatan bernuansa spiritual, dalam rangka menyambut bulan suci umat muslim, yaitu Ramadhan bulan yang penuh berkah. Menyambutnya dengan rasa bahagia dan syi’ar, melalui parade jalan atau pawai. Peserta membawa berbagai ormamen ke-Islaman. Men-syi’ar-kan mengenai persiapan menyambut Ramadhan, seperti mempersiapkan diri secara spiritual, bergembira karena akan bertemu bulan penuh pahala dan berkah. Termasuk juga mempersiapkan diri secara mental dan sosial.

Mempersiapkan diri secara spiritual, yaitu dengan meluruskan niat karena Allah. Memperbanyak doa dan taubat, agar mendapatkan ampunan dari Allah atas segala dosa dan khilaf. Mulai belajar membiasakan ibadah dengan istiqamah. Termasuk mentadaburi Al Qur’an, dan tholabul ilmi Islam. Agar dapat memahami hakikat hidup, dan selalu menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Turut serta dalam aktivitas dakwah, meski hanya memahami satu ayat saja.

Bergembira karena akan bertemu bulan penuh pahala dan berkah, yaitu menyambutnya dengan rasa bahagia. Menyadari bahwa Ramadhan sebagai kesempatan untuk bermuhasabah diri, dan berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Berusaha memperbanyak prioritas aktivitas yang mendatangkan banyak pahala.

Sedangkan mempersiapkan diri secara mental dan sosial, yaitu belajar mengatur jadwal ibadah. Saling memaafkan, karena sebagai manusia tidak luput dari salah dan khilaf. Berusaha untuk lebih sabar dan ikhlas dalam menghadapi segala problematika kehidupan. Dan juga mulai merencanakan perbanyak sedekah, serta aktivitas kebaikan yang dapat mendatangkan pahala. Tidak lupa juga untuk selalu mendo’akan saudara-saudara muslim kita yang kurang beruntung, agar segera datang pertolongan Allah. Mendo’akan agar umat muslim dunia dapat bersatu dalam satu komando, sehingga bisa membebaskan saudara-saudara kita yang berada dalam hegemoni neoimperialisme. Dan tentunya agar kelak bisa menegakkan kembali syariah Islam di muka bumi ini, serta dapat mewujudkan peradaban Islam yang gemilang.

Inti semangat Kegiatan Tarhib Ramadhan ini, bukan sekadar acara seremonial, tapi merupakan proses pengingat untuk meluruskan niat, menyiapkan hati, pikiran, dan amal dengan shahih. Juga memohon kepada Allah Swt. untuk mendapatkan ampunan, dan diangkat segala dosa-dosa kita. Mempertebal tingkat iman Islam kita, dan berharap Ramadhan ini dapat dijalani dengan maksimal, sehingga dapat meraih kemenangan yang hakiki.

Diakhir kegiatan Tarhib Ramadhan ini, peserta membagikan sembako pada tukang becak, dan pedagang kaki lima. Kegiatan ditutup dengan doa yang khusuk, diikuti oleh seluruh peserta. Berharap seluruh peserta mendapatkan kebaikan dan keberkahan di bulan Syaban, dan disampaikan umur hingga berjumpa dengan Ramadhan, insya Allah.

 

[LM/nr]