Serangan di Tepi Barat Masif dan Brutal, Anak-anak Jadi Korban

Oleh Ummu Adil
LensaMediaNews.com, Opini_ Penyerangan terhadap Palestina oleh Zionis Israel belum berhenti. Sampai saat ini Zionis terus menyerang dari berbagai arah. Zionis Israel tidak pernah peduli siapa yang menjadi korbannya, orang tua, wanita bahkan anak-anak. Seperti yang disampaikan oleh wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov, yaitu peringatan soal potensi ledakan konflik menyusul aksi brutal tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat belakangan. Dan serangan-serangan itu secara terang-terangan dilakukan di wilayah yang diakui komunitas internasional sebagai wilayah Palestina. (Republika, 12/08/2026).
Juga dilaporkan bahwa Januari 2024 dan Juli 2026, PBB memverifikasi kematian 174 anak Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Dan itu bukan jumlah yang sedikit, lebih dari satu anak setiap minggunya. Selain itu, anak-anak yang mengalami luka-luka dengan hampir separuhnya terluka akibat peluru tajam berjumlah lebih dari 1.500 orang. Dan mirisnya lagi, diperkirakan sekitar 355 anak Palestina dari Tepi Barat sedang ditahan dalam tahanan militer Israel. Dan hal ini menambah sejumlah hal-hal yang dilanggar oleh Zionis dalam peperangan.
Akar Masalah
Kebiadaban ini akan terus terjadi jika sistem kapitalisme masih diterapkan di muka bumi ini. Dunia mengetahui kejahatan Zionis Israel terhadap anak-anak Palestina sangat biadab dan brutal. Selain itu, kekejaman ini juga menimbulkan trauma, penderitaan dan kerusakan nyata bagi anak-anak Palestina.
Dengan diterapkannya sistem Kapitalisme, zionis dengan sengaja meningkatkan teror, ribuan serangan, pengusiran, perampasan, dan genosida dalam senyap untuk menguasai Tepi Barat sebagaimana mereka berhasil menguasai Gaza, dan wilayah-wilayah lainnya. Walaupun terlihat jelas kebiadaban dan kekejaman Zionis terhadap anak-anak Palestina yang seharusnya dilawan, namun para penguasa di negeri Muslim tetap bungkam dan tak berani memerangi Zionis Israel. Tidak bersuaranya para pemimpin Muslim terhadap penyerangan Palestina karena kapitalisme masih diterapkan di dunia saat ini.
Solusi Islam
Beda ceritanya jika Islam diterapkan di muka bumi Allah ini. Karena Islam mengharamkan dan tidak akan membiarkan kejahatan terhadap anak-anak dan kemanusiaan secara total. Dalam Islam, pemimpin akan menjaga keamanan seluruh anak-anak. Sangat penting memperjuangkan penegakan Khilafah untuk melawan kejahatan Zionis Israel. Ukhuwah Islam diwujudkan dengan menyatukan negeri-negeri muslim agar tidak diperdaya oleh penjajah, sehingga mereka tidak akan diam jika ada kejahatan terjadi di muka bumi ini. Dengan diterapkannya Islam, tidak hanya membawa kedamaian bagi kaum Muslim tapi juga untuk seluruh alam. Karena Islam tidak membeda-bedakan, ketika ada kejahatan, siapa pun korbannya, baik muslim ataupun non muslim, selama mereka berada di naungan Daulah Khilafah maka Khalifah akan membereskan kejahatan tersebut.
Dalam Islam, untuk membebaskan Palestina adalah dengan Jihad. Seruan jihad dan pengiriman tentara Islam untuk membebaskan Palestina harus terus-menerus digaungkan oleh partai politik ideologis hingga pembebasan Palestina terwujud nyata. Damai dan indah jika hukum Allah diterapkan. Tidak akan terjadi kejahatan yang brutal terhadap anak-anak ataupun lainnya. Keselamatan anak-anak akan terjaga dengan adanya Daulah Khilafah Islamiyah. Wallahu ‘Alam Bishshawab.
