Ilusi BoP untuk Solusi Palestina

Oleh: Yuke Octavianty
Forum Literasi Muslimah Bogor
LenSaMediaNews.com–Gaza masih terpuruk. Kehancuran, kelaparan dan masa depan yang kian hilang dari harapan. Ribuan tenda pengungsian masih terus berusaha untuk bertahan. Sementara kehidupan tak lagi mampu menyokong harapan. Pendidikan terhenti, namun perjalanan hidup setiap hari memaksa warga Gaza untuk terus bertahan.
Di tengah kondisi yang tidak manusiawi, tindakan kekerasan, penembakan dan penggusuran terus terjadi di Tepi Barat, baik yang dilakukan tentara IDF ataupun zionis terhadap warga Palestina.
Saat nasib Gaza semakin tidak pasti. BoP (Board of Peace) dibentuk dan mengklaim dirinya sebagai solusi untuk mengentikan genosida di Gaza. Badan ini pun membentuk sejumlah badan untuk merekonstruksi Jalur Gaza Palestina. Salah satunya Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG, National Commitee for the Administration of Gaza). NCAG merupakan bentuk pemerintahan sementara di Gaza, usai tahapan dua gencatan senjata di wilayah tersebut berjalan (cnnindonesia.com, 20-2-2026).
NCAG diisi oleh 15 teknokrat Gaza atas perintah Amerika Serikat. Harapannya mampu merevitalisasi Gaza hingga menjadi New Gaza independen dan memenuhi harapan warga Gaza dan Tepi Barat. NCAG disiapkan untuk proses pelucutan senjata, mempertahankan satu hukum dan satu rantai komando, serta mengintegrasikan atau membubarkan semua kelompok bersenjata setelah melalui proses verifikasi yang ketat. Lantas, mampukan NCAG bentukan BoP mewujudkan harapan warga Gaza Palestina?
Penyesatan Opini
Krisis yang terus terjadi di Gaza dan Tepi Barat merupakan dampak kezaliman yang dilakukan Israel di bawah komando Amerika Serikat. Ratusan kali melanggar perjanjian damai. Berkali-kali pula mengingkari perjanjian gencatan senjata.
Warga Palestina pun kian tak berharap pada lembaga “Trump” yang disebut-sebut sebagai solusi perdamaian. Seperti yang telah diketahui publik, Amerika Serikat selalu berpihak pada Israel dalam setiap penetapan kebijakan militer dan politik. Bahkan diketahui juga bahwa AS menggunakan hak veto untuk membela Israel. Trump dan Israel juga menjadikan BoP sebagai alat untuk melegitimasi pembersihan etnis, genosida sekaligus aneksasi (pencaplokan) wilayah Gaza dan Palestina.
Tidak hanya itu, BoP juga dimanfaatkan untuk menyetir penguasa negeri-negeri muslim demi membangun New Gaza. Jelaslah, pembentukan NCAG tidak pernah mewakili kebebasan Gaza dan perdamaian di Palestina. NCAG merupakan bagian dari BoP yang menjadi upaya As dan Israel untuk menyesatkan opini dunia tentang perdamaian Gaza.
Solusi Gaza
Kaum muslim tak layak menaruh kepercayaan pada penjajah zionis. Rangkaian dusta dan pelanggaran janji menjadi bukti buruknya perangai zionis penjajah. Alasannya kuat, mereka sangat memusuhi Islam dan berkehendak menghancurkan Islam.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,”Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik” (TQS. Al-Ma’idah: 82).
Israel dan AS merupakan negara kafir harbi fi’lan yang wajib diperangi. Kaum muslim.tidak boleh mudah percaya pada setiap tindakan kaum kafir harbi fi’lan. Penjajah zionis pasti akan bekerjasama untuk menguasai negeri-negeri muslim dunia dengan jalan penjajahan ala kapitalisme sekuleristik yang menyasar bidang ekonomi, politik, militer hingga menghancurkan kedaulatan negeri muslim.
Haram bagi umat Islam untuk bersandar apalagi mendukung persekutuan dan solusi yang ditawarkan oleh mereka. Alasannya jelas kaum kafir inilah yang suka berbuat kerusakan di muka bumi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,”Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka (kaum kafir) sampai hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (TQS. Al-Ma’idah : 64).
Kaum muslim mestinya sadar bahwa penjajahan dan kejahatan Israel dan sekutunya AS terhadap Palestina tidak bisa disolusikan hanya dengan BoP. Umat Islam tak memiliki pilihan selain bersatu melawan penjajahan dan membebaskan Palestina. Genosida di Gaza dan Palestina semestinya membuka mata umat agar tersadar dengan pengkhianatan penguasa negeri muslim, ketika mereka lebih memilih bersekutu dengan BoP.
Kaum muslim mestinya semakin cerdas dan mampu menjadikan Islam sebagai satu-satunya tuntunan. Kaum muslim pun wajib menyadari bahwa sistem Islamlah satu-satunya harapan yang mampu menyajikan solusi. Persatuan umat secara global mutlak dibutuhkan untuk menumbuhkan pola pikir dan pola sikap yang sahih.
Dengan dasar inilah ukhuwah Islamiyyah tumbuh dengan kokoh. Hingga mampu mewujudkan institusi perisai yang membela kaum muslim yang terzalimi, Khilafah Rasyidah manhaj An Nubuwwah. Inilah teladan Rasulullah SAW. Dengannya umat tercurah rahmat. Kehidupan selamat dalam tatanan sistem yang bijak. Wallahu ‘alam bisshowwab. [LM/ry].
