Isra’ Miraj, Saatnya Kembali pada Islam Kaffah 

IsraMiraj-LenSaMediaNews

Oleh : Hermiatin, S.Pd.

Praktisi Pendidikan

 

LenSaMediaNews.Com–Bulan Rajab adalah momen istimewa yang selalu diperingati umat Islam dan berbondong-bondong meningkatkan ibadah, di antaranya berpuasa sunnah dan berbagai aktivitas yang mendekatkan diri kepada Rabb-nya. Bulan Rajab menjadi momen mulia karena di dalamnya ada peristiwa luar biasa, yakni Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW.yang bertepatan pada tanggal 27 Rajab.

 

Peringatan hikmah Isra’ Miraj 2026 menjadi momen penting bagi umat Islam untuk merenungkan kembali makna mendalam dari peristiwa agung yang dialami Nabi Muhammad SAW. Urgensi Isra Miraj tersebut merupakan ujian dari Allah, siapa yang benar-benar beriman pasca kejadian Nabi bersama Malaikat Jibril melakukan perjalanan dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha.

 

Peristiwa ini mengguncang penduduk Mekkah saat itu, antara percaya dan tidak sehingga mengakibatkan perdebatan di antara mereka tentang apa yang diceritakan Rasulullah kepada mereka.  Rasulullah menempuh perjalanan dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa sekaligus menembus langit hanya pada waktu satu malam yang sulit diterima oleh penduduk Mekkah kala itu.

 

Dari kejadian Isra Miraj diturunkan perintah salat 5 waktu dan Nabi Muhammad menjadi imam sholat dari para Nabi dan Rasul dan berpindahnya kiblat umat Islam (Liputan6.com (10-01-2026).

 

Umat Islam sekarang dengan jumlah yang begitu banyak dan hanya bisa mendengar berita, belum sepenuhnya memaknai peristiwa terjadinya Isra Miraj. Sehingga belum mampu mengguncang keimanannya untuk menerima bahwa Allah sebagai pencipta sekaligus pembuat hukum.

 

Kaum muslim masih sulit ketika diperintahkan hanya Allah-lah yang harus ditaati dan dipatuhi . Umat Islam pun masih enggan taat syariat tanpa memilah dan memilih.  Idealnya umat Islam wajib menjadikan Islam sebagai aturan hidup dan tidak mengecualikan satu perintah pun dari Allah. Sehingga mengantarkan mereka untuk masuk ke dalam Islam secara kaffah atau menyeluruh.

 

Umat Islam harus segera kembali mengambil Islam kaffah sebagai aturan individu, masyarakat dan negara. Bukan mengagungkan sekulerisme barat, yang nyata telah menghancurkan umat Islam dan menjauhkannya dari sistem Islam.  Sebaliknya kebebasan sekulerisme yang telah membuat umat Islam lupa bahkan terang-terangan menolak Islam kaffah.

 

Kezaiman sekarang dalam Sistem Demokrasi telah nampak kerusakannya seperti terjadinya berbagai bencana yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia. Mereka secara dasar sudah menghancurkan alam dan ekosistemnya.

 

Di antaranya bencana banjir yang baru-baru ini terjadi di Sumatera, hingga detik ini belum ada kejelasan dari pihak pemerintah untuk menanggulangi atau memberikan ganti rugi terhadap masyarakat yang terkena bencana. Sedangkan sebagai pemimpin mempunyai kewajiban memberikan bantuan, melindungi, bahkan memberikan ganti rugi atas korban.

 

Dari momen Isra Miraj saatnya kita tinggalkan sistem yang rusak dan merusak dengan kembali mencontoh kepemimpinan Rasulullah SAW. menerapkan syariat Islam secara kaffah dan mendakwahkan Islam kaffah ke seluruh penjuru dunia. Wallahu’alam bishshawab. [LM/ry].