Meningkatkan Value Perempuan Dengan Tetap Menjaga Kemulian 

Perempuan-LenSaMediaNews

Oleh: Yuyun Suminah, A. Md

Guru dan Pegiat Literasi Karawang

 

LenSaMediaNews.com–Zaman sekarang laki-laki dan perempuan saling berlomba untuk meningkatkan valuenya masing-masing. Menambah dengan ilmu, skiil dan lainnya. Selama itu tidak melanggar syariat maka boleh saja dilakukan. Tak dipungkiri semakin kesini manusia pun harus mengikuti perkembangan zaman, hanya saja,  faktanya perempuan modern sekarang tak sedikit yang tidak menyadari kalau dirinya melangkah jauh tapi minim dengan nilai agama dan justru mengantarkan kepada keburukan.

 

Bisa kita saksikan fenomen hari ini bagaimana perempuan dianggap bernilai tinggi ketika dilihat dari parasnya, standar tingkat dewa, fisiknya cantik dan menarik. Yang produktif yang bisa menghasilkan uang. Cara yang melanggar nilai norma pun ditempuh demi memenuhi materi. Berbicara perempuan memang tidak ada habisnya, kasusnya selalu mewarnai media masa karena karunia fisiknya yang bisa dijadikan bisnis melanggar hukum dan norma.

 

Sebagaimana kejadian yang menimpa belasan perempuan asal Karawang, Cianjur, Purwakarta, dan Bandung, mereka diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Kabupaten Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur. Para korban tidak bisa keluar dari pub tempat mereka bekerja dikarenakan jeratan utang kasbon. Sebelumnya para korban mengalami penipuan, kekerasan fisik, sampai eksploitasi seksual untuk menandatangani perjanjian kerja (tribunnews.com, 11-2-2026).

 

Ketika nilai produktif materi bisa mengalahkan nilai norma, mungkin dengan dalih tidak ada pilihan demi menyelamatkan ekonomi keluarga. Perempuan dilihat dari sisi manapun selalu menarik dan disamakan halnya barang yang hisa diperjual belikan. Dalam Sistem Kapitalisme, yang diterapkan negara hari ini,  seorang perempuan tidak bisa ideal dalam menjalankan kehidupannya selalu terbentur oleh kebutuhan ekonomi. Perempuan diminta berdiri sendiri tanpa pengkondisian negara.

 

Padahal jika kita mau bercermin dari sejarah Islam meningkatkan value seorang perempuan penuh dengan kehormatan, dijaga, dilindungi dan dihargai.  Dalam Islam ada seperangkat aturan yang perlu diamalkan sebagai bentuk penjagaan terhadap dirinya. Lantas bagaimana caranya meningkatkan value seorang perempuan dengan tetep menjaga kemuliannya?

 

Pertama, tumbuhkan ketakwaan, perempuan yang beraktivitas sesuai syariat, baik ia perempuan single maupun  berstatus single parent atau seorang istri dan ibu. Semua tak ada beda dalam menjalankan perannya sesuai yang sudah ditetapkanNya.  Allah SWT. berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian.” (TQS Al-Hujurat: 13).

 

Dari rasa takwa akan tumbuh rasa takut kepada Sang Pencipta, takut jika perbuatannya melanggar syariat, dosa, hingga takut azab yang akan diterima dan takut akan hari pembalasan. Sehingga rasa takut tersebut akan membuat manusia berhati-hati dalam sikap dan lisannya.

 

Kedua, tumbuhkan rasa berharap hanya kepadaNya perlindungan, dikabulkannya do’a, dicukupkan kebutuhan hidup dan berharap Allah mengampuni segala dosa dan berharap kita bisa menikmati surga kelak walaupun amal ibadah kita belum tahu cukup tidaknya mendapatkan balasan tersebut.

 

Ketiga, gali potensi, Allah menitipkan potensi kepada setiap makhluknya, khusus perempuan seperti  potensi skiil memasak, publik speaking, menulis dan lainnya. Maka potensi tersebut gali terus sampai tumbuh rasa percaya diri, lebih menghargai diri sendiri dan tentunya akan meningkatkan velue diri dan bermanfaat untuk orang lain. Dengan  tetap berjalan sesuai koridor syara bukan hanya urusan materi semata tapi jauh dari itu sampai ke negeri akhirat. Karena dasar ketakwaan menjadi pondasi dalam perbuatan, merasa takut dan penuh harap atas ridhonya dan menggali potensi atau skiil yang diinginkan setiap muslim. Wallahualam. [LM/ry].