Tes Kehamilan Bukanlah Solusi Bebasnya Pergaulan

Oleh : Isturia
LenSa MediaNews.Com, —Lagi viral di media sosial video tes kehamilan di sekolah yang dibagikan oleh akun Instagram @folkshitt. Dalam video tersebut para siswi SMA bergantian masuk ke toilet untuk mengambil urine dan dites.
Tes kehamilan tersebut merupakan program tahunan yang diadakan sekolah yang bersangkutan. Tujuannya untuk mengetahui anaknya didiknya terhindar dari pergaulan bebas. Ternyata semua siswi yang dites hasilnya negatif (Suara.com, 24-1-2025).
Hal tersebut mendapat respon dari Nonong Winarni selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat. Beliau sangat menyayangkan kenapa aktivitas tersebut diunggah di media sosial sehingga menjadi konsumsi publik. (Kompas.com, 23-1-2025).
Pencegahan pergaulan bebas itu bukan dengan tes kehamilan. Karena perempuan yang melakukan gaul bebas belum tentu hamil. Tes kehamilan itu hanya untuk perempuan. Bagaimana dengan laki-laki yang saat ini banyak terjerumus dalam pergaulan bebas? Tes kehamilan tidak bisa membuktikannya kepada laki-laki.
Dunia Sekuler Kapitalistik
Tingginya angka pergaulan bebas adalah akibat hidup di Sistem Sekuler Kapitalistik. Mengapa begitu? Pertama, kehidupan sekuler menjauhkan peran agama dari kehidupan. Agama hanya untuk ibadah ritual semata sedangkan dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak mau diatur agama. Agama tidak dijadikan pedoman hidup. Alhasil manusia tidak tahu tujuan diciptakannya adalah untuk beribadah kepada Allah. Manusia dalam sistem sekuler hidup bebas termasuk pergaulannya bebas.
Kedua, hubungan keluarga dalam sistem ini hanya sebatas kepentingan materi. Orang tua sibuk bekerja dengan alasan untuk memberikan materi kepada anak-anaknya sebagai bukti kasih sayang kepada mereka. Sedangkan anaknya mencari kasih sayang diluar rumah seperti pacaran hingga berzina.
Ketiga, manusia dalam Sistem Sekuler Kapitalistik bersifat individualistik. Tidak ada kepedulian terhadap perilaku maksiat karena itu dianggap bukan urusannya tapi urusan pelaku. Termasuk di lingkungan sekolah, tidak ada tanggung jawab untuk mengingatkan dan menasehati temannya yang terjebak dalam pergaulan bebas dan kenakalan remaja. Akibatnya kemaksiatan tersebut membesar.
Keempat, sistem pendidikan berbasis sekuler yang menghasilkan generasi jauh dari agama. Tujuan pendidikan hanyalah meraih materi semata.
Kelima, media di sistem sekuler punya pengaruh besar terhadap pergaulan bebas di kalangan remaja. Upaya filter terhadap tayangan-tayangan porno kurang maksimal karena anak-anak masih bisa mengaksesnya. Apalagi film-film semakin vulgar. Tidak ada sensor terhadap film dewasa ataupun yang mengumbar aurat.
Pergaulan dalam Islam
Islam adalah agama sempurna dari Pencipta. Mengatur seluruh aspek kehidupan dari bangun tidur sampai tidur lagi. Termasuk mengatur pergaulan manusia. Akidah Islam sebagai landasan untuk beraktivitas. Setiap amal berdasarkan perintah dan larangan-Nya. Sehingga tidak ada pergaulan bebas yang menuruti hawa nafsu.
Sistem pergaulan dalam Islam hukum asal laki-laki dan perempuan terpisah. Islam mempunyai upaya pencegahan terhadap pergaulan bebas. Pertama, adanya larangan berdua-duaan dan campur baur laki-laki dan perempuan. Sesuai dengan hadis,“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang perempuan karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua.” (HR Ahmad).
Kedua, Islam memerintahkan laki-laki dan perempuan untuk menundukkan pandangannya. Ketiga, perempuan ketika berada di kehidupan umum wajib memakai kerudung dan jilbab. Begitulah hukum asal kehidupan laki-laki dan perempuan. Tetapi laki-laki dan perempuan masih boleh berinteraksi sesuai yang dibolehkan hukum Islam seperti berdakwah, hadir ke majelis taklim, bermuamalah dan sebagainya.
Tidak hanya itu saja. Sistem pendidikan Islam menjadikan akidah Islam sebagai standar untuk membuat kurikulum pendidikan. Kurikulum ini akan menghasilkan generasi yang punya pemahaman benar untuk selalu berada dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan seperti pergaulan bebas.
Begitupun media menyajikan tayangan-tayangan yang mampu meningkatkan ketaqwaan. Anak-anak hanya menyaksikan tayangan yang bisa menguatkan akidah bukan sebaliknya. Tayangan kemaksiatan harus dihilangkan sampai ke akar-akarnya.
Begitu pula keluarga muslim menjadi keluarga yang kuat dan mampu membentengi anak-anaknya dari kehidupan liberal karena keluarga dibangun berlandaskan akidah Islam.
Kontrol masyarakat dan tegasnya sanksi Islam bisa menyelamatkan generasi dari pergaulan bebas. Sebagai contoh hukuman bagi pezina. “Jejaka dan perawan yang berzina hukumannya dera seratus kali dan pengasingan selama satu tahun. Sedangkan duda dan janda hukumannya dera seratus kali dan rajam.” (HR Muslim).
Demikianlah hukum Islam mengatur pergaulan antar umat manusia. Pergaulan bebas akan terselesaikan dengan tuntas. Wallahualam bissawab. (LM/ry).
