Bualan Gencatan Senjata, Bukan Solusi untuk Palestina

Palestina_20250212_173546_0000

Oleh: Syifa Ummu Azka

 

LenSaMediaNews.com__Setiap kali gencatan senjata diumumkan, euforia muncul di kalangan umat Islam. Banyak yang berharap ini menjadi awal perdamaian bagi Palestina. Namun, sejarah membuktikan bahwa gencatan senjata hanyalah strategi licik Israel dan sekutunya. Selama ini, setiap jeda pertempuran justru dimanfaatkan Zionis untuk mengatur ulang strategi, mengisi kembali persenjataan, dan melanjutkan genosida terhadap rakyat Palestina.

 

Faktanya, Israel tetap menggila meski telah menyepakati gencatan senjata. Mereka terus menyerang warga sipil di Tepi Barat dan memerintahkan rakyat Palestina untuk mengungsi (DetikNews, 05-02-2025). Bahkan, Amerika Serikat kembali memasok satu ton bom ke Israel (Tirto.id, 25-01-2025), yang semakin menunjukkan bahwa kebijakan Barat selalu berpihak kepada penjajah.

 

Lebih ironis lagi, menteri pertahanan Israel menyatakan mendukung penuh wacana Amerika untuk mengambil alih Gaza sepenuhnya di tengah-tengah gencatan senjata ini (Republika, 08-02-2025). Hal tersebut membuktikan bahwa tujuan akhir mereka adalah menghapus Palestina dari peta dunia. Lantas, apakah umat Islam masih percaya bahwa gencatan senjata bisa menghentikan penjajahan?

 

Solusi Hakiki: Jihad dan Tegaknya Khilafah  

Sejarah mencatat bahwa penjajahan tidak akan pernah berakhir dengan diplomasi atau resolusi PBB. Sebaliknya, hanya kekuatan militer yang mampu menghentikan agresi Zionis. Allah ﷻ berfirman:

“Dan perangilah mereka itu hingga tidak ada lagi fitnah, dan (hingga) agama hanya bagi Allah semata.” (QS. Al-Baqarah: 193)

 

Dalam Islam, penjajahan hanya bisa dihadapi dengan jihad fi sabilillah, bukan dengan negosiasi yang selalu berpihak pada kepentingan musuh Islam. Sayangnya, sistem sekuler yang diterapkan di dunia Islam hari ini membuat pemimpin-pemimpin Muslim lebih memilih jalan kompromi ketimbang memperjuangkan kehormatan umat.

 

Palestina: Tanah yang Diberkahi, Harus Dibebaskan

Palestina harusnya tak dipandang sebagai wilayah konflik, tetapi negeri yang diberkahi Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:  

“Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang selalu berada dalam kebenaran, tidak akan membahayakan mereka orang yang menelantarkan mereka dan tidak pula orang yang menyalahi mereka, hingga datang keputusan Allah, dan mereka tetap dalam keadaan demikian.” (HR. Muslim)

 

Oleh karena itu, perjuangan membebaskan Palestina adalah kewajiban bagi seluruh umat Islam. Namun, perjuangan ini harus diarahkan dengan cara yang benar, bukan sekadar aksi simbolis atau bantuan kemanusiaan semata.

 

Momentum peringatan Isra’ Mi’raj pada bulan Rajab lalu seharusnya dimanfaatkan untuk menyadarkan umat bahwa akar masalah Palestina adalah ketiadaan Khilafah Islamiyah. Jika sistem Islam tegak, maka Palestina dan seluruh negeri Islam akan dilindungi oleh kekuatan militer kaum Muslimin.

 

Jamaah Dakwah dan Kewajiban Menegakkan Kepemimpinan Islam 

Aksi Bela Palestina yang digelar di Indonesia pada 26 Januari 2025 di Jakarta dan 2 Februari 2025 di Surabaya menunjukkan betapa besar kepedulian umat terhadap Palestina. Namun, kepedulian ini harus dibarengi dengan kesadaran ideologis bahwa umat butuh kepemimpinan Islam yang sejati.

 

Tanpa Khilafah, umat Islam akan terus terpecah-belah dan lemah. Inilah yang diinginkan oleh musuh-musuh Islam, agar umat tetap bergantung pada sistem sekuler yang hanya mempermainkan nasib kaum Muslimin. Allah ﷻ berfirman:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.” (QS. An-Nur: 55)

 

Maka, perjuangan sejati umat Islam hari ini bukan hanya sekadar mendukung Palestina dengan donasi atau demonstrasi, tetapi menegakkan Khilafah yang akan membebaskan Palestina secara total.

 

Kesimpulan: Saatnya Perjuangan Hakiki!

Gencatan senjata hanyalah bualan yang tidak akan menyelesaikan penderitaan Palestina. Israel dan sekutunya hanya akan semakin kuat dengan taktik ini, sementara umat Islam terus ditipu dengan harapan kosong.

 

Satu-satunya solusi untuk membebaskan Palestina adalah jihad dan tegaknya Khilafah. Saatnya umat Islam menyadari bahwa kemenangan hanya bisa diraih dengan kembali kepada syariat Allah dan berjuang menegakkan kepemimpinan Islam yang hakiki. [LM/Ss]