Pecahnya Hubungan Netanyahu-Trump: Gambaran Rapuhnya Persatuan Musuh Islam

20250522_092544

Oleh Humairah Al-Khanza

 

 

Lensamedianews.com_ Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memutuskan untuk memutus kontak langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, demikian menurut laporan pada Kamis seperti dilansir Anadolu.

 

Yanir Cozin, seorang koresponden Radio Angkatan Darat Israel, mengatakan dalam sebuah unggahan di akun X miliknya. Ia menyebut bahwa Trump membuat keputusan tersebut setelah rekan dekatnya memberi tahu Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer bahwa presiden AS itu yakin bahwa Netanyahu memanipulasinya.

 

Seorang pejabat Israel menambahkan bahwa nada bicara Dermer selama diskusi baru-baru ini dengan tokoh-tokoh senior Partai Republik tentang apa yang harus dilakukan Trump dianggap arogan dan tidak membantu.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa orang-orang di sekitar Trump mengatakan kepadanya bahwa “Netanyahu memanipulasinya.”
“Tidak ada yang lebih dibenci Trump selain digambarkan sebagai orang bodoh atau orang yang dipermainkan. Itulah sebabnya dia memutuskan untuk memutus kontak dengan Netanyahu,” pejabat tersebut menambahkan. (www.tempo.co, 09-05-2025)

 

Terlihat Presiden AS Donald Trump telah memutus hubungan dengan PM Zionis Benjamin Netanyahu karena menganggap Netanyahu memanipulasinya. Misalnya dalam hal kegagalan zionis menyajikan rencana dan jadwal konkret mengenai Iran dan Houthi Yaman. Kemudian juga karena pemerintah Netanyahu telah gagal menawarkan proposal konkret mengenai Gaza.

 

Memang demikian gambaran persatuan musuh-musuh islam. Sejatinya, mereka tetap terikat pada kepentingan masing-masing. Meskipun mereka bersatu dalam memusuhi Islam dan kaum muslimin, namun mereka tetap mengutamakan kepentingan kelompoknya. Allah Swt sudah menggambarkan dalam QS Al-Hasyr : 14 yang menggambarkan persatuan mereka adalah rapuh.
Allah Subhanahu Wa ta’ala berfirman:
Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.(QS. Al-Hasyr : 14)

 

Sesungguhnya jika persatuan hanya berdasarkan kepentingan itu adalah persatuan yang rapuh dan lemah. Namun, jika persatuan yang dibangun atas akidah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat serta umat Islam terdahulu itulah persatuan yang kuat dan kokoh. Maka umat harus disadarkan akan modal besar yang mereka miliki, yang akan mampu menghancurkan musuh-musuh Islam, yaitu dengan persatuan akidah.

 

Tentunya penyadaran ini perlu kerja jemaah dakwah Islam ideologis yang menjadikan Akidah Islam sebagai pengikatnya. Jamaah dakwah ini akan membimbing umat untuk menapaki jalan perjuangan yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Dengan demikian, persatuan umat akan menghantarkan tegaknya kepemimpinan Islam, yang dengan itu akan tegak Khilafah. Khilafah akan memimpin dunia, menjadi negara adidaya yang akan meninggikan kalimat Allah dan menjadi pelindung umat Islam semuanya di seluruh dunia dan akan mampu mengalahkan AS dan kroninya termasuk membebaskan Palestina dengan jihad agar terbebas dari penjajahan para musuh Islam.