Saatnya Umat Memimpin Dunia!

#Opini_20250621_105706_0000

Oleh: Nettyhera

(Pengamat Politik Internasional)

 

Lensa Media News- Saat dunia menyaksikan keberanian kapal bantuan Madleen menuju Gaza, banyak yang memuji ketulusan aktivis non-Muslim yang ikut serta dalam misi kemanusiaan tersebut. Media global menyoroti suara-suara nurani dari para aktivis Barat, menyebut mereka sebagai simbol perlawanan atas kezaliman Israel. Dukungan moral pun mengalir, dari rakyat biasa hingga kepala negara.

Namun, ada satu hal yang luput dari perhatian, peran besar dan konsisten umat Islam dalam perjuangan ini. Umat yang selama puluhan tahun tak pernah berhenti berteriak, menolak penjajahan, membela Palestina, menggugah nurani dunia, dan mengorbankan harta bahkan nyawa. Sayangnya, sebagian pihak, baik dari luar maupun dari internal umat sendiri, justru meremehkan kontribusi umat Islam dan memuja aksi kemanusiaan sekuler seolah-olah itu satu-satunya yang patut diapresiasi.

Padahal, apa yang dilakukan umat Islam lahir dari keimanan kepada Allah, bukan sekadar rasa empati. Setiap doa, aksi boikot, demonstrasi, dan seruan pembebasan Palestina adalah ibadah, bukan sekadar ekspresi sosial. Maka meremehkannya adalah bentuk pengingkaran atas kekuatan spiritual dan politik umat yang sesungguhnya.

 

Aktivisme Non-Muslim Bukan Alasan Merunduk

Kita menghargai keberanian siapa pun yang melawan penjajahan. Tapi umat Islam harus menyadari bahwa kita memiliki misi yang jauh lebih besar daripada sekadar aksi simpati. Kita bukan pengikut, tapi pemimpin perubahan.

Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia…” (QS. Ali Imran: 110)

Kita adalah saksi atas umat manusia. Jika mereka hanya bisa melakukan protes moral, kita justru memiliki solusi ideologis,  yaitu penerapan syariat Islam secara kaffah dalam sebuah kepemimpinan global, Khilafah Islamiyah. Inilah satu-satunya institusi yang mampu mengarahkan simpati menjadi strategi, mengganti tangisan menjadi kemenangan.

 

Bukti Peran Nyata Umat Islam

Sejak agresi brutal Israel ke Gaza meletus, umat Islam telah bangkit secara global. Di berbagai negeri, jutaan turun ke jalan, mahasiswa memboikot universitas, rakyat menyerukan pemutusan hubungan dengan Israel, hingga banyak yang menyerahkan nyawa demi perjuangan ini. Di Sudan, Yaman, Pakistan, dan bahkan Asia Tenggara, semangat pembebasan Palestina tak pernah padam.

Namun sayangnya, semua itu berjalan tanpa sokongan kekuatan politik yang nyata. Karena para penguasa Muslim justru bersikap pasif, menjadi sekadar penonton, bahkan ada yang secara aktif menjalin hubungan diplomatik dan militer dengan penjajah Israel. Ketika jet tempur Israel menyerang Iran dan membombardir Gaza, wilayah udara negeri-negeri Muslim tetap terbuka bagi mereka. Tak satu pun peluru dilontarkan untuk mencegahnya.

Sungguh, inilah pengkhianatan terbesar para penguasa Muslim saat ini. Dan di sinilah umat Islam harus mengambil alih kepemimpinan.

 

Umat Butuh Kepemimpinan, Bukan Euforia

Gerakan moral dan aktivisme kemanusiaan memang penting. Tapi jika umat hanya berhenti pada pencapaian simbolik, maka kita akan kehilangan arah perjuangan. Tujuan kita bukan sekadar membuka blokade atau menyuplai bantuan. Tujuan kita adalah membebaskan seluruh Palestina, menghentikan kejahatan Zionis, dan mencabut akar-akar penjajahan yang disokong Barat.

Umat harus naik kelas dari sekadar simpati menjadi pemimpin. Dan kepemimpinan itu hanya bisa lahir dari penerapan Islam secara kaffah melalui Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah, sebagaimana yang dijanjikan Rasulullah ﷺ:

Kemudian akan kembali berdiri Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad)

 

Jangan Diam, Jangan Kecilkan Diri

Wahai kaum Muslimin! Jangan biarkan amal kalian diremehkan. Setiap langkah kalian untuk Gaza adalah bukti keimanan yang tak bisa ditandingi oleh aktivisme sekuler manapun. Namun jangan pula kalian puas hanya dengan aksi-aksi simbolik. Tunjukkan bahwa kalian adalah umat yang layak memimpin dunia, dengan kembali pada Islam sebagai sistem hidup.

Inilah saatnya membimbing simpati dunia menuju solusi sejati. Inilah saatnya menghidupkan kembali Khilafah.

Dan (Allah memberikan) yang lain yang kalian cintai: pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Ash-Shaff: 13)

 

[LM/nr]