Benarkah Palestina Sudah Merdeka?

Oleh: Sri Haryati
Komunitas Setajam Pena
LenSaMediaNews.Com–Sudah hampir satu setengah tahun terakhir ini, Israel melakukan serangan yang begitu brutal ke wilayah Gaza. Walaupun sudah beberapa kali melakukan perjanjian gencatan senjata, pada kenyataannya Israel masih terus melanggar.
Dunia seakan tidak bisa berbuat apa-apa dengan ulah Israel yang terus melakukan pelanggaran dalam peperangan ini. Yang lebih tragis, setelah perjanjian gencatan senjata itu seakan keadaan Gaza sudah membaik. Pada kenyataannya dunia tertipu dengan pemberitaan yang ada. Warga Gaza hidup dalam ketidakpastian yang berkelanjutan.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) menyampaikan bahwa hujan yang mengguyur Jalur Gaza telah memperparah kondisi yang sudah sangat mengkhawatirkan di wilayah tersebut.
Disebutkan pula bahwa banyak keluarga di Gaza terpaksa mencari tempat pengungsian, termasuk tinggal di tenda-tenda darurat. Tak hanya itu, saat ini untuk kebutuhan tempat tinggal sangat dibutuhkan oleh warga Gaza (antaranews, 15-11-2025).
Pelanggaran perang yang dilakukan oleh Israel dengan sengaja merusak fasilitas umum seperti rumah sakit dan juga perumahan, membuat warga Gaza semakin menderita. Seperti yang banyak diberitakan di berbagai media online, sampai saat ini warga Gaza belum mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Mereka masih tinggal di tenda-tenda darurat walaupun dalam keadaan banjir dan badai. Bisa kita bayangkan bagaimana kondisi mereka. Bahkan pemblokiran terhadap bantuan kemanusiaan masih dilakukan oleh Israel. Penutupan akses bantuan dari negara lain pun masih dilakukan.
Sejak diberlakukannya gencatan senjata bulan Oktober, masih banyak warga Gaza yang tewas dan juga mengalami luka-luka serta tidak bisa mendapatkan penanganan secara layak.
Dari sini bisa kita lihat bahwa, gencatan senjata yang sudah disepakati itu tidak bisa menyelesaikan permasalahan secara tuntas. Ini masalah penjajahan, yang harus disingkirkan dari bumi Palestina.
Oleh karenanya berulang kali pun diadakan perjanjian damai, kalau penjajahnya masih tetap bercokol maka akan tetap menjadi derita bagi penduduk Gaza. Jika saat ini ada yang menyampaikan bahwa Gaza baik-baik saja, hal itu hanyalah propaganda belaka untuk menutupi kondisi yang sebenarnya.
Kondisi di Gaza justru semakin memburuk karena AS masih terus mengendalikan situasi tersebut. Hal ini hanya untuk meredakan kemarahan kaum muslimin di luar wilayah Gaza, supaya kaum muslimin lengah hingga perhatiannya tidak lagi tertuju ke Gaza.
Dengan demikian, AS sebagai pihak pengendali akan dengan mudah melanggengkan penjajahan sampai Gaza menyerah tanpa diketahui oleh pihak luar.
Keadaan ini harusnya menjadikan negeri-negeri muslim bersatu untuk menolong Gaza. Karena kondisi ini tidak cukup hanya dengan bantuan logistik ataupun boikot produk Zionis, melainkan butuh penyelesaian secara menyeluruh sampai pada akar masalah yang sebenarnya.
Selain hal di atas, kita butuh adanya Khilafah yang akan menyerukan jihad fi sabilillah . Sengan Khilafah, penduduk Gaza khususnya, dan kaum muslimin di seluruh dunia, ada yang memiliki serta menjaga. Karena khalifah berfungsi sebagai junnah, yaitu pelindung umat yang ada pada negara khilafah dan juga menghapuskan segala bentuk penjajahan yang ada di dunia.
Untuk terwujudnya hal itu diperlukan kesadaran umat untuk bersatu dalam ikatan akidah dan keimanan yang kuat, bahwa agenda terbesar kita adalah menegakkan syari’at dan Khilafah. Caranya dengan bergabung bersama jamaah dakwah ideologis yang tak hanya bahas Islam dari sisi ibadah perorangan saja tapi juga yang mengurusi masalah ekonomi, ketahanan, keamanan dan lainnya. Wallahu a’lam bis-shawab. [LM/ry].
