Efek Perang Iran, BBM jadi Incaran

PerangIran-LenSaMediaNews

LenSaMediaNews.com–Perang antara Iran dan Israel yang disokong Amerika Serikat tengah berlangsung saat ini menyebabkan kepanikan yang dialami oleh hampir seluruh negara di Dunia terutama dalam hal Bahan Bakar Minyak ( BBM). Bagaimana tidak karena Iran menutup selat Hormuz yang menjadi jalur utama pendistribusian minyak di dunia.

 

Panic buying BBM ini melanda sejumlah negara seperti di Korea Selatan, Sri Lanka, Inggris, Jerman, Australia, dan berbagai negara lainnya. Telah terjadi antrian yang panjang dan meningkat, bahkan di Korea Selatan menyentuh level tertinggi dalam 29 bulan terakhir (cnnindonesia.com,5-3-2026).

 

Efek perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel inipun telah memicu lonjakan harga minyak dunia yang tentu saja akan menimbulkan gejolak ekonomi, sosial, politik, dan lainnya. Di Indonesia meski Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tetap tenang dan menegaskan stok BBM nasional dalam kondisi aman namun tetap terlihat juga antrian panjang di beberapa SPBU.

 

Kedaulatan energi merupakan faktor penting dalam stabilitas politik ekonomi suatu negara. Karena Bahan Bakar minyak adalah kebutuhan pokok seluruh manusia yang digunakan dalam menunjang kebutuhan hidup.

 

Inilah potret buruk sistem Kapitalisme saat ini. Dimana kapitalisme global telah berhasil mengeksploitasi sumber daya energi dari negara-negara lemah demi meraup keuntungan ekonomi sehingga menciptakan ketergantungan energi sebagai alat penjajahan ekonomi. Sungguh sadis namun inilah kenyataan pahit yang harus diterima oleh umat.

 

Untuk itu dibutuhkan sistem yang benar dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Dan hanya dengan sistem Islamlah persoalan ini bisa terselesaikan hingga ke akar permasalahannya. Karena dalam Sistem Islam dengan Khilafahnya akan mengelola sumber daya alam termasuk tambang sesuai dengan kepemilikan yang seharusnya.

 

Tidak dimonopoli oleh individu apalagi asing, selanjutnya mengelola dengan benar dalam pendistribusian menyeluruh akan difokuskan dalam mencukupi kebutuhan dasar manusia. Sehingga tujuan utamanya adalah mencukupi kebutuhan dasar umat bukan bisnis semata apalagi bisnis pemimpin kepada umatnya agar memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya seperti yang terjadi saat ini.

 

Dalam Islam, sumber daya alam dan energi baik minyak, tambang, dan mineral dikelola dengan benar oleh negara yang hasilnya dikembalikan untuk urusan rakyat. Tidak dikuasai oleh penjajah kapitalisme yang hanya menguntungkan segelintir pengusaha dan penguasa. Dengan demikian kesejahteraan akan terus dirasakan oleh seluruh umat tanpa terkecuali.Wallahua’lam bishshawab. Nurfillah Rahayu, Forum Literasi Muslimah Bogor. [LM/ry].