Wacana Korbankan Kegiatan Pendidikan Demi Hemat BBM

Surat Pembaca, Sekolah Daring demi Hemat BBM

Wacana Korbankan Kegiatan Pendidikan Demi Hemat BBM
Oleh: Cokorda Dewi

 

LenSaMediaNews – SP – Wacana adanya pemberlakuan pembelajaran daring usai liburan lebaran 2026, merebak di masyarakat. Wacana ini merupakan opsi dari pemerintah dalam upaya efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM), sebagai efek dari bergejolaknya Timur Tengah.

 

Dalam Rapat Koordinasi Teknis Kebijakan Penghematan BBM, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno merumuskan langkah-langkah efisiensi konsumsi energi di sektor pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik. Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Pada sektor pendidikan, dibahas penerapan metode pembelajaran (daring/luring), yang menyesuaikan dengan karakteristik substansi matakuliah atau pelajaran. Khusus kegiatan praktikum akan tetap diarahkan pelaksanaannya secara tatap muka (liputan6.com, 17-03-2026).

 

Menyusul, pemberitaan terbaru terkait wacana pembelajaran daring sebagai upaya efisiensi BBM. Pemerintah melalui Menko PMK Pratikno, menyampaikan tentang pembatalan wacana pemberlakuan pembelajaran daring pada awal April 2026. Hal ini, karena adanya kekhawatiran learning loss atau kehilangan pembelajaran bagi siswa saat di rumah (medcom.id, 25-03-2026).

 

Menelaah dua berita yang kontradiktif tersebut, bahwa awalnya pemerintah berwacana akan memberlakukan pembelajaran daring, kemudian dibatalkan setelah dikaji ulang berpotensi terjadinya learning loss. Seharusnya memang pemerintah tidak mengorbankan sektor pendidikan, sebagai dalih upaya penghematan BBM. Apalagi di tengah berlangsungnya program mercusuar MBG yang tidak berdampak apapun bagi rakyat.

 

Dalam Islam pendidikan adalah hak umat, yang termasuk salah satu kebutuhan pokok umat. Negara harus bisa memenuhinya dengan baik. Negara juga sepatutnya, tidak gegabah dalam mengambil keputusan untuk memberlakukan pembelajaran daring.
Pembelajaran daring terbukti tidak efektif diberlakukan, banyak menimbulkan masalah baru, terutama pada anak-anak. Salah satunya efek negatif dari ruang digital yang tidak ramah pada anak-anak. Apalagi tanpa pemahaman literasi digital yang benar dan bijak dalam penggunaannya, serta konten platform yang tidak terkontrol dan tidak berbatas.

 

Pembelajaran daring tidak mampu mencerdaskan anak didik, bahkan cenderung menjadikan generasi yang malas gerak atau mager. Pendidikan adalah hal terpenting bagi kelanjutan suatu bangsa atau negara. Sebab melalui pendidikan, dapat mencerdaskan generasi dan kelak sebagai penerus pelopor peradaban.

 

Untuk itu, janganlah mengorbankan sektor pendidikan demi sebuah penghematan BBM. Masih banyak opsi lain yang bisa digunakan oleh pemerintah, dalam upaya penghematan BBM, tanpa harus mengorbankan sektor pendidikan.  Wallahu’alam bishawab.