Pendidikan Islam: Wujudkan Generasi Cemerlang

Reportase

 

Oleh Nining Sarimanah
Aktivis Muslimah

 

LensaMediaNews.com, Repostase_ Majelis Taklim Nurul Qur’an kembali menyelenggarakan kajian bulanan dengan tema “Pendidikan Islam: Wujudkan Generasi Cemerlang”. Kajian tersebut diselenggarakan di Masjid Al-Islam Cijerah yang dihadiri oleh para muslimah di sekitar Bandung. Materi disampaikan oleh dua pembicara yang pertama Ustazah Finita yang kedua Bu Yuli.

 

Pemateri pertama menyampaikan bahwa generasi adalah pilar pengokoh keberlangsungan peradaban bangsa. Karenanya, keberadaan generasi harus dilindungi dan dibina dengan sebaik-baiknya. Namun, dalam “asuhan” sistem pendidikan sekuler generasi berada dalam ancaman. Generasi jadi rusak, rapuh, dan jauh dari nilai agama. Seperti pelecehan yang dilakukan 16 mahasiswa FH UI, lagu himpunan mahasiswa tambang ITB lecehkan perempuan, terlibat pembegalan yang dilakukan 12 pelajar, dan bersikap tidak sopan terhadap guru dengan mengacungkan jari tengah, dan perilaku buruk lainnya.

 

Mirisnya, kondisi para pendidik tak jauh berbeda. Pendidik seharusnya menjadi panutan, pelindung, dan pencetak SDM yang unggul, tetapi justru jadi subjek kejahatan seksual dan memiliki akhlak yang buruk. Seperti kasus yang dilakukan oknum guru besar Unpad yang lecehkan mahasiswi asing dengan meminta foto bikini.

 

Selain itu, yang membuat umat marah pendakwah Syekh Ahmad Al-Misry telah melecehkan santrinya dengan diiming-iming beasiswa ke Mesir dan kiai yang melakukan pencabulan puluhan santri di Pati.

Semua itu akibat penerapan sistem pendidikan berbasis sekuler kapitalisme yang berorientasi pada materi sehingga melahirkan individu-individu yang hanya mengejar kebahagiaan bersifat materi tanpa memperhatikan halal dan haram.

 

Adapun pemateri kedua, menjelaskan generasi cemerlang dilahirkan dari peradaban cemerlang. Pendidikan Islam memiliki visi dan misi yaitu menjadi umat terbaik dan mewujudkan generasi yang berkepribadian Islam yakni pola pikir dan sikap islami. Visi dan misi tersebut diwujudkan dalam sistem pendidikan Islam dalam institusi Khilafah.

 

Pendidikan Islam berhasil mencetak generasi yang imannya kokoh dan mendalam pemikiran Islamnya sehingga tercipta masyarakat yang bertakwa yang di dalamnya tegaknya amar makruf mahi mungkar dan tersebar luasnya dakwah Islam.

 

Pembangunan pendidikan yang berkarakter membutuhkan beberapa komponen di antaranya, negara yang melayani, mengatur urusan masyarakat, dan pelindung yaitu Khilafah. Masyarakat yang peduli sehingga aktivitas amar makruf nahi mungkar tegak. Kelengkapan tsaqofah Islam dan pemahaman Islam, juga taqarrub ilallah, keterikatan hukum syarak, dan akidah yang kuat.

 

Ia pun menambahkan bahwa pendidikan Islam tidak bisa berdiri sendiri. Pendidikan menjadi tanggung jawab semua elemen baik keluarga, sekolah, masyarakat, maupun negara. Keluarga sebagai wadah pertama pembentukan generasi berkualitas melalui ayah dan ibu sebagai guru pertama. Sekolah sebagai wadah formal dan terstruktur untuk mencetak anak didik dengan karakter tertentu. Masyarakat, lingkungan tempat generasi tumbuh dan hidup bersama anggota masyarakat lainnya. Ini adalah sekolah besar bagi generasi. Negara sebagai pihak yang memiliki kekuasaan dan kewenangan yang menjalankan sistem pendidikan serta sistem lainnya yang terkait dan menjaga penerapannya.

 

Karena itu, pendidikan Islam berhasil mencetak generasi cemerlang dan berhasil menjadi pusat peradaban dunia. Misalnya, Muhammad bin Qasim Ats Tsaqafi. Baliau adalah anak muda (16) di masa Bani Umayyah yang mampu memimpin puluhan ribu pasukan kaum muslim untuk membebaskan daerah Sind dan Multan yang merupakan gerbang menuju Asia Tengah. Al khawarizmi, seorang ahli matematika. dengan kepintarannya merumuskan pengiraan matematika yang lebih mudah dengan nombor sifar, sedangkan pada masa itu tamadun Rom masih menggunakan angka Rom yang sukar dipelajari, juga ilmuwan lainnya.

 

Sebagai penutup, pembicara menekankan bahwa segala kegemilangan yang diraih kaum muslim pada masa itu tidak lepas dari penerapan syariat Islam secara kafah dalam bingkai daulah Khilafah. Untuk itu, menjadi kebutuhan mendesak untuk segera diterapkan syariat Islam agar umat Islam menjadi umat terbaik dan masalah generasi teratasi yang diawali dengan dakwah ke tengah masyarakat sehingga terwujud kesadaran umum tentang kewajiban menegakkan hukum Allah.

Wallahu ‘alam bishshawab