Hari Tahanan Palestina, Diamnya Para Penguasa Muslim Dunia

Oleh : Cokorda Dewi
Lensa Media News- Dunia bereaksi atas tragedi kemanusiaan yang terjadi sejak berpuluh tahun yang lalu, tepatnya sejak Tahun 1967, sekitar satu juta orang (20%) warga Gaza yang pernah ditahan oleh Israel.
Hari Tahanan Palestina yang diperingati pada Tanggal 17 April 2026 oleh berbagai komunitas di dunia. Peringatan ini diwarnai dengan protes besar atas kondisi para tahanan Palestina di penjara Israel. Laporan dari Spirit of Aqsha yang dilansir oleh google.com menyoroti adanya tindakan kekerasan seksual, penyiksaan, penggeledahan telanjang, pemerkosaan, dan kelaparan paksa yang dialami tahanan Palestina, terutama wanita, yang dilakukan oleh zionis Israel. Dikutip dari berbagai cuplikan Instagram, bahwa situasi di penjara Israel, tahanan ditahan tanpa adanya dakwaan atau pengadilan (penahanan administratif), bahkan ada laporan menyebutkan dugaan adanya eksekusi massal. Hal ini menuai berbagai kecaman internasional, karena melanggar hak asasi manusia.
Berdasarkan laporan Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina, bahwa jumlah tahanan Palestina di penjara Israel mencapai lebih dari 9.600 orang hingga awal April 2026. Termasuk tahanan perempuan mencapai 86 orang, dan 25 orang ditahan di bawah penahanan administratif (antaranews.com, 18-04-2026).
Situasi ini semakin memburuk dengan disahkannya undang-undang hukuman mati bagi tahanan Palestina oleh otoritas Israel.
Aksi ribuan warga Palestina yang turun ke jalan dalam rangka memperingati Hari Tahanan, yang menyoroti nasib ribuan tahanan yang berada di penjara Israel. Dan menolak undang-undang hukuman mati bagi tahanan Palestina (antaranews.com, 17-04-2026).
Terjadinya tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Palestina hingga saat ini, tidak terlepas dari adanya dukungan penuh negara kapitalisme barat. Sistem hukum internasional dari lembaga-lembaga dunia, seperti PBB, tidak mampu membendung kebiadaban zionis Israel. Tidak adanya langkah kongkrit untuk menghentikan kebiadaban ini. Bahkan HAM (Hak Asasi Manusia) yang digaungkan oleh Barat, terlihat hanya sebuah narasi berstandar ganda. Tidak ada upaya untuk melindungi umat muslim yang terjajah dan tertindas. Hanya dipertontonkan, dinarasikan, tanpa adanya tindakan untuk menghentikan kebiadaban Israel.
Apa yang menimpa umat muslim di dunia saat ini, dimana semakin banyaknya yang tertindas oleh kezaliman zionis Israel dan sekutunya, Amerika. Semua ini karena tidak adanya persatuan umat muslim dunia. Bahkan para penguasa muslim dunia tampak bungkam, tanpa bereaksi tindakan nyata apapun untuk menghentikan kezaliman zionis Israel.
Zionis Israel dan sekutunya tidak bisa dihadapi melalui jalur diplomasi. Telah terbukti, berulang kali melakukan aksi brutalnya kepada warga Palestina, meskipun dalam keadaan gencatan senjata.
Akar permasalahan terjadinya penindasan terhadap kaum muslimin di dunia, dikarenakan tidak adanya institusi dunia sebagai pemersatu umat muslim dunia, yang dapat bertindak sebagai junnah (pelindung) bagi umat muslim, dan juga tidak adanya seorang khalifah yang dapat menyeru jihad fii sabilillah, untuk membebaskan umat muslim dari kebiadaban zionis Israel dan sekutunya.
Perlu adanya pemahaman tentang Islam Ideologis pada seluruh umat muslim dunia, bahwa persoalan Palestina bukanlah sekedar tragedi kemanusiaan, pelanggaran HAM berat, nasionalisme, dan sekedar rasa empati semata. Akan tetapi pemahaman bahwa persoalan Palestina merupakan persoalan umat muslim (qodhiyyah Islamiyyah). Jadi penyelesaiannya harus didasari atas akidah Islam, bahwa umat muslim diibaratkan satu tubuh (HR. Bukhari dan Muslim), sehingga jika satu terluka, maka yang lainnya ikut merasakan luka tersebut.
Umat muslim seharusnya tidak berdiam diri, atau hanya melalui diplomasi, atau hanya mengandalkan peran PBB. Akan tetapi harus bertindak nyata melalui solusi jihad.
Sudah saatnya umat muslim dunia bersatu padu dalam wadah dunia berupa institusi dunia, yaitu khilafah Islamiyyah. Sebab hanya khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah mampu menegakkan hukum-hukum Islam, dan menyeru umat untuk jihad fii sabilillah, serta mampu mengirimkan pasukan jihad untuk membebaskan Palestina.
Wallahu a’lam bishshowab.
[LM/nr]
