Membangun Peradaban Emas dengan Pendidikan Islam

1001505522

Oleh Nadisah Khairiyah

 

 

LensaMediaNews.com, Tsaqofah Aqliyah_ Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُ
Sesungguhnya agama yang diridhlai di sisi Allah hanyalah Islam.”
(QS Ali Imran [3]: 19)

Ayat ini bukan sekadar penjelasan tentang agama, tetapi pedoman hidup manusia. Bukan sebagai narasi arogansi, namun penjelasan dari Sang Khaliq tentang apa yang Dia inginkan. Sebab Allah ﷻ yang menciptakan manusia, Allah pula yang paling mengetahui aturan terbaik bagi kehidupan manusia. Karena itu, ketika manusia hidup dengan aturan Islam, lahirlah kehidupan yang penuh kemuliaan, keberkahan dan peradaban yang agung.

 

Maka jika negeri ini ingin mewujudkan “Indonesia Emas 2045”, pertanyaan terbesarnya bukan sekadar: seberapa maju teknologi kita? Atau seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi kita? Akan tetapi: Apakah kehidupan ini dibangun dengan aturan yang diridai Allah ﷻ?

Sebab peradaban emas yang sesungguhnya bukan hanya peradaban yang maju secara materi, tetapi peradaban yang memuliakan manusia dengan cahaya wahyu.

 

Hari ini dunia pendidikan justru sedang kehilangan arah. Anak-anak muda dipersiapkan menjadi tenaga kerja, tetapi tidak dipersiapkan memahami tujuan hidupnya. Mereka didorong mengejar prestasi akademik, tetapi tidak dibimbing mengenal Allah ﷻ dan mencintai Rasulullah ﷺ.

Akibatnya, banyak generasi muda terlihat cerdas, tetapi rapuh jiwanya. Mereka hidup di tengah kemajuan teknologi, tetapi hatinya kehilangan ketenangan dan arah hidup. Di sekolah-sekolah, kasus perundungan, kekerasan dan pelecehan terus meningkat. Budaya literasi melemah. Guru kurang dimuliakan. Pendidikan akhirnya berjalan sebagai rutinitas tanpa ruh.

Padahal pendidikan seharusnya bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi proses membentuk manusia yang beriman, berakhlak dan siap membangun peradaban mulia.

 

Islam telah menunjukkan hal itu sepanjang sejarah. Ketika Islam diterapkan sebagai asas dan pengatur kehidupan, lahirlah generasi-generasi besar yang menerangi dunia. Dari rahim pendidikan Islam lahir para ulama, ilmuwan dan pemimpin yang membawa kemajuan dalam matematika, kedokteran, astronomi, teknologi dan berbagai disiplin ilmu lainnya.

 

Dunia bahkan mengakui besarnya pengaruh peradaban Islam terhadap kemajuan Barat modern. Montgomery Watt pernah menyatakan bahwa tanpa dukungan peradaban Islam, Barat bukanlah apa-apa. Ini menunjukkan bahwa Islam bukan penghalang kemajuan. Islam justru sumber kebangkitan dan cahaya peradaban manusia.

 

Karena itu tujuan pendidikan Islam tidak sekadar mencetak manusia pintar, tetapi membentuk syakhshiyyah Islamiyyah, yaitu manusia yang menjadikan aqidah Islam sebagai dasar berpikir dan bersikap serta beramal. Generasi yang mencintai Al-Qur’an, tunduk kepada Allah ﷻ, meneladani Rasulullah ﷺ dan memiliki semangat besar untuk memberi manfaat bagi kehidupan manusia.

Rasulullah ﷺ bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.”
(HR Ibnu Majah)

Dalam Islam, ilmu bukan sekadar alat mencari pekerjaan. Ilmu adalah jalan menuju kemuliaan dan kekuatan umat. Karena itu guru dimuliakan, penuntut ilmu dihormati dan negara wajib menghadirkan pendidikan terbaik bagi rakyatnya.

Allah ﷻ juga berfirman:
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةٍ
Persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian mampu.”
(QS al-Anfal [8]: 60)

 

Ayat ini mengajarkan bahwa umat Islam wajib membangun kekuatan dalam seluruh aspek kehidupan: pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi dan kepemimpinan. Semua itu hanya dapat diwujudkan melalui sistem pendidikan Islam yang menjadikan iman dan ilmu sebagai fondasi peradaban.

 

Karena itu, membangun peradaban emas tidak cukup hanya dengan mengganti kurikulum atau meningkatkan angka akademik. Peradaban emas hanya akan lahir jika pendidikan dibangun di atas aqidah Islam; memuliakan guru dan ilmu; menguatkan budaya berpikir dan literasi; serta melahirkan generasi yang berkepribadian Islam, berjiwa pemimpin, faqqih fiddiin dan terdepan dalam sains dan teknologi.

 

Inilah pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan manusia, tetapi juga menghadirkan kebaikan Allah ﷻ dalam kehidupan. Sebagaimana janjiNya menurunkan Islam sebagai penebar kebaikan di seluruh alam.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (Al-Anbiya’ : 107)

والله اعلم بالصواب