Palestina Merana, Penjajah Semena-mena 

PalestinaMerana-LenSaMediaNews

Oleh : Choirin Fitri

 

Lensa Media News—Dunia bungkam. Celoteh para penguasa di berbagai negeri hanya memenuhi ruang rapat, media sosial, atau retorika belaka. Seakan-akan garang seperti singa, tapi nyatanya tak punya taring.

 

Tentara-tentara di negeri-negeri kaum muslimin masih duduk manis di barak. Mereka memang sibuk latihan, tapi Palestina dibiarkan sendirian. Mereka memang sibuk mempersiapkan senjata, tapi bukan untuk membela saudara seiman. Lalu, pada siapa Palestina mengunggah harapan?

 

Pada rakyat jelata seperti kita? Mungkin iya. Sayangnya, hanya doa dan sedekah seadanya yang kita bisa lakukan. Tak lebih. Mengapa? Itu karena kita hanya individu biasa, tak punya kuasa, ataupun senjata.

 

Meski memang benar, Palestina butuh doa dari saudara seimannya agar tetap kuat bertahan. Mereka butuh uluran tangan dari sebagian rezeki kita untuk menegakkan tubuhnya. Namun, itu tak cukup. Detik demi detik nyawa mereka terus melayang. Menit demi menit kehormatan mereka dilanggar. Jam demi jam segala hal yang mereka punya dihancurkan. Jelas rakyat jelata semacam kita tak akan bisa menolong.

 

Ada yang beretorika bahwa solusi dua negara mampu menyelesaikan masalah. Nyatanya, hari ini kita menyaksikan kepongahan penjajah. Tepi Barat yang menjadi bagian dari kehidupan rakyat Palestina diklaim milik penjajah. Lalu, di mana letak keadilannya?

 

Bahkan, lebih miris lagi, tanah kaum muslimin Palestina makin hari makin sempit. Ruang hidup warga Gaza pun tak layak ditempati karena kehancuran infrastruktur di segala lini. Rakyat Palestina makin menderita, penjajah terlihat jumawa.

 

Itu artinya mereka menginginkan seluruh negara Palestina menjadi milik mereka. Mereka enggan berbagi. Solusi dua negara hanyalah kebohongan di balik berbagai diplomasi. Solusi ini hanyalah ilusi.

 

Sungguh, tak layak bagi seorang muslim mempercayai solusi dari lisan para penjajah. Solusi yang tepat hanya berasal dari Rabb semesta alam, Allah. Apa itu? Jihad fi sabilillah. 

 

Jihad yang dilakukan kaum muslimin di jalan Allah adalah satu-satunya solusi yang tepat untuk membebaskan tanah Palestina dari penjajah. Jihad ini tak bisa dilakukan oleh kaum muslimin di bawah sekat-sekat nasionalisme. Paham ini membuat kaum muslimin terkotak-kotak sehingga masalah Palestina tidak dianggap masalah mereka. Alhasil, rakyat Palestina yang notabene adalah saudara seiman dibiarkan berjuang sendirian.

 

Kaum muslimin harus bersatu padu untuk menegakkan kewajiban jihad menolong Palestina. Allah berfirman dalam surat cinta-Nya, yang artinya, “Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan surga yang Allah peruntukkan bagi mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka membunuh atau terbunuh. (Demikian ini adalah) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu. Demikian itulah kemenangan yang agung.” (TQS  At-Taubah:111).

 

Kemenangan yang agung dengan jihad ini tidak bisa dikomandoi oleh para pemimpin negeri-negeri muslim di bawah sekat nasionalisme. Hanya seorang Khalifah saja yang bisa mengomandoi jihad ini. Maka, ketika kini Khalifah belum ada, itu artinya perjuangan menegakkannya harus benar-benar serius diupayakan.

 

Kita tidak boleh diam berpangku tangan. Dari lisan dan tulisan kita yang menggugah kesadaran, harapan besar akan tegaknya Khilafah masih ada. Maka, ayo sambut langkah perjuangan ini di mana pun kita berada. Allahuakbar! Wallahualam bissawab. [LM/ry].