Seruan Jihad Oleh Khalifah, Hentikan Ambisi Zionis

Oleh : Cokorda Dewi
Lensa Media News—Serbuan Israel di wilayah Tepi Barat. Berita tentang klaim wilayah Tepi Barat oleh Israel, merebak di seantero dunia maya. Hal ini banyak menuai kecaman dari warganet.
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben Gvir, menyampaikan klaim atas seluruh wilayah Tepi Barat, Palestina, sebagai milik Israel. Ben Gvir mengingkari hasil Kesepakatan Oslo II tahun 1995. Dia mengklaim bahwa semua wilayah, baik itu A, B, atau C, adalah merupakan milik Negeri Zionis.
Berdasarkan perjanjian tanggal 28 September 1995, yang ditandatangani oleh pihak Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina, berupa Kesepakatan Oslo II tahun 1995. Kesepakatan tersebut menyatakan, bahwa Tepi Barat dibagi menjadi Area A, B, dan C. Dimana Area A dikuasai penuh oleh Palestina, Area B berada dalam kendali Palestina dan Israel. Sedangkan Area C berada di bawah kendali penuh Israel. Namun ambisi Ben Gvir untuk membubarkan Otoritas Palestina, dengan meningkatkan ancaman terhadap warga Palestina di Tepi Barat mengingkari semua isi perjanjian (cnnindonesia, 05-10-2026).
Ben Gvir bersama ratusan pemukim Israel menyerbu Masjid Ibrahimi di Hebron pada Tanggal 29 September 2026. Serbuan ini berlangsung setelah Ben Gvir memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki selama perayaan Sukkot. Dan kini Otoritas Israel mengumumkan penutupan Masjid Ibrahimi selama perayaan Sukkot.
Kebijakan ini mendapat kecaman dari pihak Palestina. Masjid Ibrahimi berada di Kota Tua Hebron. Saat ini kawasan tersebut berada di bawah pendudukan penuh Israel. Ada sekitar 400 pemukim Israel menempati kawasan tersebut, dan berada dalam perlindungan sekitar 1.500 tentara Israel (metrotvnews, 29-09-2026).
Ambisi Zionis Israel Kuasai Palestina
Ambisi Israel telah terlihat nyata, dari sejak kedatangannya ke wilayah Gaza Tahun 1948. Sedikit demi sedikit mengambil alih wilayah Palestina secara paksa dan brutal. Kini ambisi tersebut makin jelas terpampang nyata, bahwa Otoritas Israel menginginkan seluruh wilayah Tepi Barat dan Gaza menjadi milik mereka sepenuhnya.
Untuk mewujudkan Israel Raya. Demi mewujudkan ambisinya, Israel telah melakukan genosida, perampokan, pengusiran paksa, kejahatan psikologi, bahkan pembunuhan terhadap warga Palestina secara masif dan brutal. Menghancurkan infrastruktur Palestina, penguasaan pemukiman secara paksa, dan berusaha melucuti senjata para pejuang Palestina dengan dalih demiliterisasi. Serta pembakaran puluhan masjid di Tepi Barat, dan penguasaan kompleks Masjid Al-Aqsha. Bahkan kemudian menguasai dan mengklaim wilayah Palestina secara paksa sebagai bagian dari wilayah mereka.
Solusi dua negara yang diwarkan melalui BOP bentukan Trump beserta pendukungnya, yaitu negara Zionis, negara-negara sekutunya, beserta sejumlah negara-negara kaum muslim. Bahkan dengan berbagai syarat dari Otoritas Israel, yang melemahkan posisi kedaulatan Palestina. Solusi dua negara adalah solusi ilusi belaka. Sebab ambisi mereka adalah menguasai dan mengendalikan penuh atas seluruh wilayah kedaulatan Palestina, baik di Gaza maupun di Tepi Barat.
Solusi Islam Dalam Pembebasan Wilayah Palestina
Upaya yang dilakukan oleh otoritas Zionis Israel, dalam rangka mewujudkan ambisinya untuk mendirikan Israel Raya di wilayah kedaulatan Palestina, melalui genosida dan penghancuran, serta pengusiran paksa dan brutal terhadap warga Palestina. Ditambah lagi pertemuan antara pemimpin negara Arab dengan Netanyahu, merupakan wujud pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina. Kesemuanya ini tidak bisa diatasi hanya dengan solusi dua negara, ataupun melalui jalur diplomasi.
Solusi yang terbaik untuk membebaskan Palestina dari cengkraman Zionis Israel, hanyalah satu cara yaitu jihad fi sabilillah. Umat muslim di seluruh dunia haruslah segera sadar, dan bersatu padu dalam satu komando seorang Khalifah. Hari ini Zionis Israel berambisi kuasai Palestina, dan tidak menutup kemungkinan selanjutnya akan menguasai wilayah-wilayah kaum muslim lainnya.
Persatuan umat muslim dunia dan perjuangan untuk menegakkan Khilafah menjadi sangat urgent dan penting. Sehingga seruan jihad fi sabilillah melalui komando seorang khalifah menjadi sempurna, untuk menghentikan keserakahan dan kebrutalan Zionis Israel. Sebab hanya seorang Khalifah yang dapat menyeru umat muslim untuk berjihad. Wallahualam bissawab. [LM/ry].
