Zionis Serang Panen Zaitun Tepi Barat

Zionis Serang Panen Zaitun Tepi Barat

Oleh: Cokorda Dewi

Lensa Media News, Opini — Pohon zaitun identik atau melekat sebagai identitas warga lokal Palestina. Perekonomian mereka bergantung pada hasil panen pohon zaitun. Fakta yang berkembang di media sosial menunjukkan bahwa kelompok Zionis mengusik panen zaitun mereka.

Dilansir dari berita, serangan pemukim Israel di Tepi Barat meningkat masif selama panen zaitun. Para pemukim Israel berkeliaran di kebun zaitun milik warga Palestina di daerah Deir Abu Mashal, dekat Ramallah, wilayah Tepi Barat, yang telah diduduki oleh Zionis sejak 19 Oktober 2026. Serangan pemukim Israel ini jelas terlihat di wilayah Turmus Ayya, berupa kerusakan rumah, kaca pecah, batu berserakan, dan kendaraan yang terbakar. Para pemukim Israel didukung oleh militer Zionis dalam melakukan serangan terhadap warga Palestina. Menurut Mousa Hamayel, seorang warga Turmus Ayya, serangan terhadap rumahnya bertujuan mengusir warga Palestina dari tanah mereka. Bahkan, jurnalis, aktivis Israel, dan pengamat asing juga menjadi sasaran kekerasan di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional atas situasi di Tepi Barat (Cnbcindonesia, 21-10-2026).

Tepi Barat telah berada di fase ambang ledakan konflik. Hal ini sudah diperingatkan oleh pejabat Palestina. Pemicunya adalah eskalasi kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang telah diduduki Zionis selama musim panen zaitun. Serangan terorisme dilakukan oleh pemukim Israel dan tentara Zionis di bawah pengawasan otoritas Israel. Periode musim panen zaitun ini sangat penting bagi kehidupan budaya dan ekonomi masyarakat Palestina. Selain melakukan serangan fisik, pencurian, dan berbagai tindakan kekerasan terhadap warga Palestina, pemukim Israel juga berusaha mengambil alih lahan warga selama musim panen zaitun berlangsung. Telah terjadi 561 insiden kekerasan terhadap warga Palestina sejak 27 September, sebagaimana didokumentasikan oleh Yesh Din, kelompok hak asasi manusia (HAM) Israel. Terdapat 500.000 warga Israel yang tinggal di permukiman wilayah Tepi Barat, wilayah yang juga dihuni sekitar tiga juta warga Palestina. Menurut hukum internasional, permukiman Israel di wilayah pendudukan adalah ilegal (Dw, 20-10-2026).

Zionis Israel Paksa Palestina Pergi

Apa yang dilakukan oleh pemukim dan militer Israel merupakan strategi Zionis untuk memaksa Palestina keluar dari tanah mereka. Zionis paham betul bahwa panen zaitun merupakan sumber perekonomian Palestina. Serangan yang dilakukan Zionis selama masa panen zaitun merupakan strategi untuk merusak kondisi ekonomi dan akar budaya rakyat Palestina. Penyerangan yang dilakukan terhadap jurnalis, aktivis Israel, dan pengamat asing merupakan upaya Zionis untuk membungkam pemberitaan tentang kekejaman mereka. Kebrutalan tindakan Zionis Israel terhadap warga Palestina sudah berlangsung lama dan tidak ada tindakan nyata yang mampu menghentikan genosida Palestina. Diplomasi maupun kecaman saja tidak cukup untuk membuat genosida berakhir. Sementara itu, para penguasa muslim dunia, terutama negeri-negeri Arab, tampak berdiam diri, bahkan menjalin kerja sama dengan AS dan Israel.

Hanya Khilafah Mampu Hentikan Genosida Palestina

Tanah Palestina merupakan tanah kaum muslim dunia, yang menjadi tempat istimewa dalam Islam. Untuk itulah, kaum muslim dunia harus berusaha mempertahankannya. Umat muslim dunia tidak bisa menggantungkan harapan pada siapa pun juga ataupun hanya mengandalkan diplomasi dan melayangkan kecaman. Sebab, dukungan Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya terhadap Zionis Israel telah membuat Zionis Israel merasa di atas angin. Umat muslim sudah seharusnya berusaha sendiri melalui persatuan umat muslim dunia. Hanya melalui persatuan muslim dunia di bawah naungan Khilafah, Zionis Israel dapat dihadapi. Dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, di bawah kepemimpinan seorang khalifah, umat dapat menyeru jihad fi sabilillah. Kekejaman dan kezaliman Zionis Israel, AS, dan sekutu-sekutunya dapat dihentikan hanya melalui jihad fi sabilillah, yaitu dengan mengirimkan pasukan tentara muslim untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman Zionis Israel, mengusir Zionis dari tanah Palestina, serta menegakkan syariat Islam di dunia. Wallahu alam. [LM/AH]