Resolusi Jihad: Tanggung Jawab Ulama Membimbing Umat

1001855893

 

Oleh Nadisah Khairiyah

 

Lensa Media News, Opini — Ulama memiliki kedudukan mulia di tengah umat. Mereka bukan sekadar tempat bertanya tentang halal dan haram, tetapi juga pembimbing yang membantu umat memahami persoalan kehidupan berdasarkan petunjuk Allah.

Sejarah Indonesia mencatat peran besar ulama dalam perjuangan bangsa. Pada 22 Oktober 1945, Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad untuk membangkitkan semangat umat Islam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman kembalinya penjajah.

 

Saat itu, ulama tidak tinggal diam. Mereka memahami ancaman yang dihadapi umat, menjelaskan tuntunan agama, dan mengarahkan umat mengambil sikap. Inilah pelajaran penting Resolusi Jihad: ulama memiliki tanggung jawab membimbing umat menghadapi persoalan zamannya berdasarkan Islam.

 

Umat Membutuhkan Bimbingan Islam

Hari ini, umat menghadapi persoalan yang tidak sederhana. Kemiskinan, korupsi, ketimpangan ekonomi, penguasaan sumber daya alam oleh segelintir pihak, dan berbagai ketidakadilan masih terjadi.

Di negeri yang kaya akan sumber daya alam ini, masih banyak masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Kekayaan yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan belum sepenuhnya dirasakan rakyat. Mengapa keadaan ini terus terjadi?

 

Nasihat agar masyarakat bersabar, jujur, dan memperbaiki akhlak tentu penting. Namun, apakah persoalan tersebut cukup diselesaikan dengan perbaikan individu? Bukankah ada persoalan yang berakar pada aturan, kebijakan, dan sistem yang mengatur kehidupan?

Umat membutuhkan bimbingan untuk memahami akar persoalan dan menilai penyelesaiannya berdasarkan Islam. Di sinilah peran ulama sangat penting: membantu umat memahami realitas dengan pandangan Islam, bukan sekadar menerima keadaan.

 

Ulama Tidak Boleh Diam

Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyerukan kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.” (TQS Ali Imran [3]: 104).

 

Ulama harus berani menyampaikan kebenaran, meluruskan penyimpangan, dan mengingatkan penguasa ketika kebijakannya menimbulkan kezaliman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan perkataan yang benar di hadapan penguasa zalim.” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

 

Keberanian ulama bukanlah keberanian mencela, melainkan menyampaikan kebenaran berdasarkan ilmu, sekalipun berhadapan dengan kekuasaan dan kepentingan tertentu.

Ulama juga bertanggung jawab membangkitkan kesadaran umat bahwa Islam bukan sekadar tuntunan ibadah pribadi, melainkan pedoman yang mengatur seluruh aspek kehidupan.

 

Islam sebagai Pedoman Kehidupan

Islam adalah risalah yang dibawa Rasulullah ﷺ untuk seluruh manusia. Ajarannya memberikan petunjuk dalam mengatur kehidupan, baik dalam urusan individu, keluarga, masyarakat, ekonomi, sosial, maupun pemerintahan.

 

Allah SWT berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةٗ لِّلنَّاسِ بَشِيرٗا وَنَذِيرٗا

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.” (TQS Saba’ [34]: 28).

 

Karena itu, ulama memiliki tanggung jawab menjelaskan Islam secara utuh, termasuk tuntunan syariah dalam mengatur kehidupan. Persoalan umat tidak cukup diselesaikan dengan nasihat moral, tetapi juga membutuhkan aturan yang benar berdasarkan wahyu Allah.

 

Ulama harus membimbing umat memahami solusi Islam dan menyadari pentingnya penerapan syariah secara kaaffah. Perjuangan ini membutuhkan ilmu, dakwah, pendidikan, argumentasi yang kuat, serta aktivitas politik yang damai dan bertanggung jawab.

 

Meneladani Semangat Resolusi Jihad

Resolusi Jihad 1945 mengajarkan bahwa ulama tidak boleh berjarak dari persoalan umat. Mereka hadir memberikan arah ketika umat menghadapi ancaman dan membutuhkan petunjuk.

Hari ini, umat pun membutuhkan ulama yang membimbing mereka memahami berbagai persoalan kehidupan dan menunjukkan jalan penyelesaiannya berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

 

Jangan biarkan umat berjalan tanpa arah, sementara Allah telah menurunkan petunjuk sebagai pedoman kehidupan. Sebagaimana ulama dahulu membangkitkan kesadaran umat untuk mempertahankan kemerdekaan, ulama hari ini memiliki tanggung jawab membimbing umat agar kembali menjadikan Islam sebagai pedoman dalam seluruh aspek kehidupan.

و الله اعلم بالصواب