Berkedok Tren, Vape Narkoba Mengincar Generasi 

Vape narkoba

 

Oleh : Ummu Adil

 

Lensa Media News, Opini — Saat ini banyak cara dari para penjajah untuk menghancurkan generasi muda. Salah satunya adalah vape barkoba Awalnya Vape hanya sekedar rokok elektronik. Hanya saja semakin canggihnya teknologi, diciptakan vape narkoba.

 

Berita terbaru, Vape berisi etomidate (obat bius Golongan II) kini beredar luas di kalangan anak muda dengan harga Rp3-6 juta per cartridge, dikenal dengan istilah “pod getar”. Jaringan narkoba sengaja memanfaatkan tren vape untuk menyasar generasi muda .

 

Perlu kita ketahui bahwa, etomidate yang disalahgunakan melalui vape merupakan obat bius atau anestesi yang penggunaannya seharusnya dilakukan melalui suntikan intravena. BNN mengingatkan penyalahgunaan zat tersebut dapat menimbulkan risiko serius. Kapuslab BNN Brigjen Pol. Supriyanto menjelaskan etomidate bekerja cepat sehingga membuat seseorang kehilangan kesadaran atau tertidur. (KumparanNews, 21-9-2026)

 

BNN mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menggunakan vape. Lebih lanjut lagi Kepala BNN mengusulkan pelarangan vape dalam RUU Narkotika dan Psikotropika, namun hingga kini regulasi masih dalam pembahasan.

 

Akar Masalah

Tren yang berbahaya ini ada karena kita berada di sistem kapitalisme. Sungguh sangat miris, dengan alasan mengikuti tren ataupun stress karena masalah, generasi muda menggunakan narkoba adalah hal wajar. Sekularisme mencabut akidah dari kehidupan generasi sehingga mereka tidak punya benteng keimanan dalam berpikir dan berperilaku.

 

Selain itu, kapitalisme membuka ruang bagi industri apapun selama menguntungkan, ada pasar, ada peminat, seperti bisnis vape narkoba. Mereka tidak memikirkan dampak buruk yang terjadi pada generasi muda yang terpenting adalah keuntungan dan keuntungan.

 

Dan yang pasti, dalam sistem kapitalisme, negara tidak memposisikan diri sebagai junnah dan raa’in yang melindungi generasi. Respon negara masih sebatas usulan pelarangan dalam RUU, sementara vape narkoba sudah menyebar luas.

 

Mirisnya lagi ketika vape narkoba sudah menyebar luas dan memakan banyak korban, negara malah masih membahas regulasi RUU Narkotika dan Psikotropika. Ibarat orang yang sudah terluka namun masih menyibukkan diri dengan pertanyaan mengapa terluka bukan langsung diobati.

 

Solusi Islam

Jika kapitalisme mencabut akidah dari kehidupan generasi berbeda dengan Islam yang membangun akidah sebagai benteng generasi. Keimanan yang kokoh dan kesadaran akan muraqabah kepada Allah menjadi pelindung pertama dari segala yang haram dan rusak.

 

Selain itu, Islam mewajibkan penjagaan akal (hifdz al-aql), maka segala yang merusak akal seperti khamr, narkoba, dan sejenisnya haram secara mutlak. Karena semua itu adalah termasuk perbuatan setan. Seperti yang ada dalam surah al-Baqarah ayat 90 yang berbunyi :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۝٩٠

Artinya :

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.

 

Dan yang pasti, negara Khilafah menerapkan Islam secara sempurna. Melalui sistem pendidikan, generasi dibentuk jadi orang berkepribadian Islam, negara akan memberantas semua bisnis narkoba, menjauhkan media dari iklan-iklan narkoba, dan menerapkan sanksi tegas (uqubat) zawajir dan jawabir bagi produsen, pengedar, hingga pemakai vape narkoba. Sehingga tidak akan ada bisnis yang membahayakan para generasi.

 

Oleh karena itu, Islam adalah satu-satunya solusi agar permasalahan yang ada saat ini bisa diatasi dengan tuntas sampai ke akar-akarnya. Hanya dengan diterapkannya hukum Allah, para generasi akan berakidah Islam sehingga tidak mudah ikut tren yang berbahaya. Wallahualam Bissawab.