Gaza Masih Mencekam, Umat Tidak Boleh Diam

Anak-anak Gaza

Oleh Annisa Auliya,

Pegiat Pena Banua

 

LensaMediaNews.com, Opini_ Sampai saat ini, kondisi saudara kita di Gaza terus mengalami penderitaan. Hal ini tidak lepas dari konflik yang terjadi antara Gaza dan Israel. Israel terus melakukan serangan walaupun dalam keadaan gencatan senjata. Akibatnya orang-orang yang tidak bersalah terus berguguran seperti anak-anak, orang tua, dan masyarakat sipil lainnya.

 

UNICEF melaporkan bahwa rata-rata satu anak Palestina dibunuh pasukan Israel setiap hari di Gaza selama lebih dari delapan bulan terakhir, sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. Setidaknya 265 anak – anak di Gaza tewas dibunuh oleh pasukan Israel. Selain korban tewas, lebih dari 400 anak-anak juga dilaporkan mengalami luka-luka sejak Oktober 2025. Banyak di antara mereka yang menderita luka berat dan fatal (CNN Indonesia, 20-06-206).

 

Perbuatan Israel yang secara brutal menargetkan anak-anak, jelas sekali menunjukkan genosida untuk membersihkan generasi penduduk Palestina di tanah mereka sendiri. Namun sampai hari ini dunia seolah mendiamkan hal tersebut. Sekeras apapun teriakan kita mengkritik Israel, hingga saat ini dunia tetap bungkam.

Begitupun dengan negara kita dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, juga tidak bisa menghentikan genosida yang dilakukan mereka. Negara muslim yang lain seperti Mesir, Arab, Turki, dan lain-lain juga sama yaitu tidak bisa menghentikan mereka.

 

Mengapa demikian? Salah satunya karena kita saat ini terpisah-pisah oleh nasionalisme. Akibatnya kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk negara lain. Namun yang terjadi hari ini hanya sebatas diplomasi tanpa solusi. Berbeda dalam negara Islam yang terjadi pada masa dulu, saat kejayaannya membawa peradaban mulia bagi dunia. Penjajahan yang dilakukan oleh negara lain ditanah kaum muslimin akan ditentang keras oleh negara. Sebagai bentuk pertahanan mereka, mereka melakukan perang melawan musuh-musuh Islam yang menentang bersinarnya Islam di dunia.

 

Perang tersebut merupakan sebuah keharusan, jika dengan cara diplomasi tidak bisa menghentikan permusuhan negara yang membenci mereka. Inilah yang dilakukan negara dalam sistem kehidupan Islam yaitu menerjunkan tentara-tentara mereka dan menaklukkan musuh-musuh mereka agar tunduk terhadap kepemimpinan Islam.

 

Selain itu, umat bersatu dalam akidah dan aturan yang sama yaitu Islam tanpa sekat-sekat batas wilayah yang memisahkan mereka. Di mana pun mereka berada, ketika saudara mereka diserang maka mereka juga akan merasakan sakit yang sama. Serta tidak akan mungkin membiarkannya terus menerus tanpa perlawanan.

Hal ini juga ditambah dengan sifat tegas pemimpinnya yang memegang teguh kebenaran. Dia tidak akan goyah dengan iming-iming janji semu para musuh yang diam-diam ingin menghancurkan kekuatan mereka.

 

Masalah yang terjadi di Gaza hari ini, tidak bisa diselesaikan hanya dengan diplomasi semata. Tapi perlu solusi tegas seperti dijelaskan sebelumnya, yaitu perang melawan kebiadaban Israel di bawah kepemimpinan umat Islam yang menerapkan Islam dalam seluruh kehidupan.
Wallahu’alam bish shawab.