Islam Atasi Kendali Agen-agen AI

Oleh : Cokorda Dewi
Lensa Media News—Dunia gempar dengan video viral pernyataan peneliti kecerdasan buatan atau AI Anthropic, Jacob Coxon yang memperingatkan dunia setelah dia mundur dari AI Anthropic, bahwa kecerdasan buatan dapat memusnahkan kehidupan manusia. Ucapannya bukan tanpa alasan, dia mundur saat rangkaian insiden AI lepas kendali. Agen-agen AI liar melakukan serangan ciber, tanpa instruksi manusia (kompas, 28-09-2026).
Matematikawan tenar Inggris Alan Turing dalam pidato di Tahun 1951 berteori, bahwa ada potensi mesin cerdas mengambil alih kendali masyarakat. Maka harus diupayakan agar kecerdasan manusia setara dengan standar yang ditetapkan mesin. Sebab ketika metode mesin berpikir ini dimulai, tak akan butuh waktu lama dapat melampaui kemampuan manusia.
Alan Turing terkenal atas perannya memecahkan kode Enigma Nazi pada Perang Dunia II. Ketika kini, mesin berpotensi berada di ambang kecerdasan super, CEO Anthropic, Dario Amodei memperingatkan tentang ketakutan masa lalu, bahwa saat ini kawanan AI mungkin akan mengambil alih kendali. Terlebih setelah terjadi insiden, dimana kawanan AI ini dapat melakukan serangan peretasan ke infrastruktur perusahaan rintisan Hugging Face. Penanganan dampak dari serangan tersebut, dikerahkan Model AI China (inet.detik, 01-10-2026).
Dampak Kecerdasan Teknologi AI Dalam Kehidupan
Tak bisa kita pungkiri, bahwa kemajuan tekhnologi AI sangat membantu dan memudahkan manusia dalam mengetahui berbagai hal. Bahkan membantu manusia dalam memecahkan berbagai permasalahan, termasuk memberikan dampak positif bagi kemajuan di bidang medis, pendidikan, teknologi, dan lain sebagainya.
Di sisi lain, kecanggihan kecerdasan teknologi AI juga bisa menimbulkan dampak negatif. Sebagaimana hukum alam, Allah menciptakan dua sisi yang berlawanan, ada baik dan buruk, demikian pula dalam hal teknologi. Dampak negatif dari kecanggihan kecerdasan AI, di antaranya agen-agen AI akan mampu mengendalikan kehidupan manusia.
Sistem yang tidak bisa dimatikan secara otomatis dari satu sisi, sebab mereka berada dalam jaringan internet yang luas, dan dapat bergerak dalam 24 jam nonstop. Apalagi berada dalam kendali orang-orang yang memiliki niat jahat terhadap kelangsungan hidup manusia.
Perkembangan ledakan kecerdasan AI dapat tetap memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia, jika ada batasan-batasan atau regulasi dalam mengendalikan perkembangan teknologi AI tersebut. Sehingga terhindar dari risiko kehancuran kehidupan manusia.
Paradigma Islam Terhadap Teknologi AI
Dalam Islam, manusia diberikan akal untuk berpikir dan kemampuan untuk mengembangkan akal pikirannya. Manusia juga diberikan kemuliaan akal untuk memahami tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah juga telah menjadikan manusia sebagai pemimpin di muka bumi (khalifah fiil ardh). Artinya secanggih apapun perkembangan kecerdasan teknologi AI, manusia tetaplah akan lebih unggul dan bisa mengendalikannya.
Islam menetapkan hukum yang tegas pada segala hal yang merupakan hasil buatan atau pemikiran manusia, apakah termasuk dalam hadlarah (dipengaruhi oleh ideologi) atau madaniyah (netral).
Teknologi AI merupakan hasil pengembangan teknologi buatan manusia. Namun perkembangan kecanggihan kecerdasan teknologi AI, dipengaruhi oleh berbagai informasi, ide atau pemikiran, termasuk ideologi. Ini semua diolah, diproses menjadi suatu keputusan yang dapat diakses oleh siapa saja.
Jika kendali teknologi AI berada dalam genggaman orang yang beriman dan bertakwa, maka perkembangan kecerdasan teknologi AI akan mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia. Sebaliknya, jika berada dalam genggaman kaum kafir, maka yang ada hanyalah akan mendatangkan kemudharatan.
Jadi untuk menanggulangi dampak negatif yang muncul dari efek semakin canggihnya perkembangan kecerdasan teknologi AI, dibutuhkan syariat Islam untuk mengatur dan mengendalikannya.
Islam adalah rahmatan lil ‘ãlamiin, rahmat bagi seluruh alam semesta, yang datang dari Al Khaliq (Sang Pencipta), Allah Swt. Butuh sebuah institusi negara berdasarkan syariat Islam, untuk bisa mengambil alih kendali dari perkembangan teknologi AI. Wallahualam bissawab. [LM/ry].
