Reportase

Oleh Hera

 

 

LensaMediaNews.com, Reportase_ Hari Ahad, 23 Nopember 2025, Komunitas Remaja Smart With Islam (SWI) Bandung mengadakan kajian dengan judul “Lost in The Crowd“. Acara dilaksanakan di Masjid Al-Hakim, kelurahan Kujangsari, Kota Bandung dan dihadiri oleh peserta pelajar dari mulai SMP hingga Mahasiswa. Kajian bulan ini berbeda dari sebelumnya, kali ini materi disampaikan dari pos ke pos. Pemateri utama dari tim SWI  yaitu Teh Wilda, kemudian Teh Hera, Teh Mega, dan Teh Ecy melengkapi materi di pos masing-masing.

 

Di awal materi, Teh Wilda menyampaikan bahwa kasus anak meningkat drastis, banyak yang depresi bahkan sampai bunuh diri akibat bullying. Cyberbullying naik lebih dari 100% awal 2024, dan 24% siswa Indonesia berpotensi mengalami bullying di sekolah.

 

Teh Wilda menyampaikan, faktor yang membuat lingkungan jadi toxic yaitu keluarga yang sibuk dan minim komunikasi, media sosial yang glorifikasi ejekan demi engagement, nilai moral yang semakin bergeser, sekolah lebih fokus menutup kasus daripada menyelesaikan masalah, serta sistem kapitalisme – sekularisme yang membuat budaya “yang kuat menindas yang lemah”.

 

Setelah itu, materi dilanjutkan di pos 1 yang disampaikan oleh Teh Hera. Di pos 1 Teh Hera menyampaikan bagaimana pandangan Islam tentang bullying. Dalam Islam bullying perbuatan yang dilarang, hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Hujurat ayat 11 : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lainnya”.

 

Lalu, di pos 2 Teh Ecy menyampaikan bahwa, untuk menciptakan lingkungan yang sehat harus ada kerja sama antar keluarga, sekolah, dan negara.

 

Dilanjutkan di pos 3, Teh Mega menyampaikan, sistem sekuler membuat standar moral semakin kabur, popularitas, fisik, status sosial menjadi ukuran nilai manusia.

 

Di akhir, Teh Wilda memberikan kesimpulan bahwa solusi dari semua permasalahan ini adalah Islam. Karena, Islam datang sebagai sistem hidup yang lengkap, melindungi jiwa, kehormatan, dan mental anak muda. Lingkungan aman hanya lahir dalam sistem yang menjaga manusia secara menyeluruh, bukan hanya memberikan imbauan.