Milih Enggak Pacaran Menang Banyak Loh, Suer!

Oleh: Yuyun Suminah, A. Md
Guru dan Pegiat literasi Karawang
LenSaMediaNews.com–Hi bestie, ngomongain dunia remaja belum afdol kalau belum ngomongin dracin (drama cintanya) secara gitu pergaulan mereka selalu lintas gender. Dari pergaulan tersebut tumbuhlah benih-benih cabe eh.. benih cinta karena seringnya berinteraksi yang tak ada batas.
Makanya ada pepetah Jawa “Witing tresno jalaran soko kulino” cinta datang karena terbiasa, cinta tumbuh karena sering bertemu, berinteraksi dan bersama-sama dalam jangka waktu yang lama. Kalau sudah ngomongin cinta emang enggak ada limitnya. Wajar sih wong sudah dari sananya alias fitrah. Allah menciptakan manusia sepaket dengan naluri kasih sayang alias cinta.
Cuman ada tapinya, Allah juga ngeluarin rules (aturan mainnya) supaya kita enggak game over gais. Kalau enggak ngikutin rulesnya apa yang DIA mau bisa berabe urusannya. Kita lihat sendiri fakta yang bejibun yang bikin kita molongo ada kasus korban dianiaya pacarnya, hamil diluar nikah, aborsi dan lainnya pokoknya ngeri-ngeri sedap.
Berbicara pacaran enggak muda enggak tua selalu membawa keburukan, faktanya ada di Karawang Jawa Barat Balita usia 2,5 tahun dianiaya pacar ibunya di sebuah kamar hotel di Karawang. Balita berinisial NA tersebut mengalami luka serius di mulut diduga akibat benda tajam. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Kamis (12/2) sekitar pukul 02.00 WIB. Kejadian bermula saat ibu korban IP (20), menginap di hotel bersama pacardan anaknya (Radarkarawang.id 16-02-2026).
Miris! fakta di luaran sana lebih ngeri lagi masih banyak yang tak terekpos media. Pacaran boleh tidak dalam Islam? Tergantung, apakah sudah ada kata ‘sakti mandraguna’ sah atau belum. Ketika pacarannya didahului akad maka pacaran boleh banget secara gitu lebel halalan thayyiban sudah tersemat. Tapi kalau pacaran hanya modal kata ‘aku sayang kamu, aku siap setia berkorban dan melakukan demi kamu’ itu sih gombal alias haram.
Sudah sangat jelas Allah sendiri yang menyampaikan di Al-quran “Janganlah mendekati zina‘. (TQS Al-Isra:32). Intinya deket-deket saja enggak boleh karena berawal dari deket-deket menjadi dekat. Terus kalau enggak pacaran dibilang cupu, enggak gaul yang paling ektrim sebutan enggak laku, duh engga banget deh gelar ‘enggak laku’ sampai disandang sama diri sendiri. Stetmen seperti itu lagi nyari validasi alias ngeles.
Sob, enggak pacaran seharusnya kita bersyukur loh, kita itu menang banyak loh, suer! Biar makan percaya lanjutin baca ya. Ini sudah dapet stempel langsung dari Sang Maha Pencipta dan diviralkan oleh Rasulullah. Let’s go baca!
Pertama, hidup lebih tenang, remaja yang enggak pacaran hidupnya damai sentosa, enggak pusing tujuh keliling mikirin doi yang belum ngasih kabar, hawanya was-was mulu, jangan-jangan dia selingkuh, hidupnya rungsing terus mikirin yang enggak halal. Engga pacaran kita akan lebih banyak waktu untuk menyiapkan masa depan, banyak waktu buat belajar, meningkatkan velue diri, upgrade diri, mengasah skiil dan lainnya. Mantaf
Kedua, terhindar dari keburukan, siapa pun orangnya, jika Ia memilih enggak pacaran yakin deh kita bakalan terhindar dari keburukan. Setiap hari aktivitas pacaran hanya menabung duit eh dosa mengikis pahala. Bikin rugi bandar pokonya alias rugi dunia akhirat. Rasul saw. mengingatkan, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahram wanita tersebut. Ini karena setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua.”
Ketiga, keimanan terjaga, para aktivis pacaran pasti aktivitasnya banyak mengikuti budaya barat mulai dari acara valentin day diantaranya. Sudahlah aktivitas pacarannya dilarang agama eh ditambah ngikutin budaya barat. Padahal Rasul dengan tegas mengingatkan kita dengan sabdanya, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia menjadi bagian dari mereka.” (HR Abu Dawud).
Keempat, hemat, sadar enggak sadar orang pacaran ngeluarin modal, hari gini enggak ada yang gratis gais, enggak cukup modal cinta saja. Emang enggak ada acara makan bareng, jalan bareng, ngisi kuota, ngasih hadiah dan lainnya. Sudah ngalahin yang sudah berumah tangga saja, ada kewajiban menafkahi. Sudahlah modalnya atau uangnya minta sama nyokap bokap, bikin berat diangkos saja, tak bernilai disisi Allah yang ada lagi investasi dosa. Nauzubillah.
So, buat kita yang memilih enggak pacaran, yakin deh kita menang banyak, bikin hepy alias tenang hidup, terhindar dari keburukan, terjaga keimanan kita dan hemat tentunya Allah dan Rasulnya suka dengan pilihan kita artinya kita taat dengan apa yang dilarangNya. Wallahu’alam. [LM/ry].
