Varian Mu, Perlukah Waspada?

Virus memiliki kecenderungan untuk terus memperbaiki diri, bermutasi, berkembang membentuk varian-varian baru. Demikian dengan virus Covid-19, terakhir yang diketahui kemunculan varian Delta dan Kappa, memiliki tingkat penularan cepat. Sekarang terdeteksi adanya varian Mu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkhawatirkan jenis Mu ini memiliki kekebalan terhadap vaksin yang sedang gencar diupayakan terealisasi diaplikasikan kepada masyarakat luas di berbagai negara. Padahal varian Delta pun sampai sekarang masih mendominasi penularan dengan tingkat keganasan yang tinggi. Perlu kewaspadaan penuh dan ketaatan terhadap kebijakan terkait penanganan virus Covid-19.
Dilansir dari cnnindonesia.com, Jumat (10/9/2021), WHO dalam kutipan laporan surat kabar The Washington Post menyatakan bahwa varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan tubuh. Diketahui ada penurunan efektivitas vaksin, mirip seperti yang terlihat pada varian beta. Varian Mu ini memiliki tingkat resiko penyebaran yang rendah. Dibandingkan dengan varian Delta, yang cepat penularannya dan butuh penanganan yang intens.
Tingkat resiko penyebaran rendah, tidak menjadikan kita abai akan sebarannya. Tetap harus waspada, menjaga diri, keluarga, dan sekitar agar terbebas dari virus Covid-19 berbagai varian. Kebijakan aturan prokes 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas) dan vaksinasi 2 dosis, tetap harus diperhatikan dan diterapkan dalam beraktivitas sehari-hari. Membangun terus kesadaran masyarakat secara kontinu dan menjadikannya kebiasaan keseharian yang baik untuk menjaga kesehatan, kebersihan dan membangun pertahanan tubuh adalah tujuan dari edukasi selama pandemi ini.
Berakhirnya pandemi membutuhkan peran serta dan peran aktif masyarakat berikut perangkat kebijakan aturan di dalamnya. Sehingga cita-cita bersama agar kembali normal seluruh aktivitas dapat terwujud. Kebijakan yang ditetapkan harus mengutamakan keselamatan dan keamanan bagi masyarakat. Negara fokus dalam penanganan selama pandemi. Maka masyarakat pun akan mudah dalam menaati dan mematuhi setiap aturan yang ditetapkan.
Ageng Kartika
[hw/LM]
