Sulit di Percaya, Ibu Kehilangan Nalurinya

LenSa Media News–Sungguh sulit di percaya seorang ibu yang mempertaruhakan nyawa demi sang bayi bisa lahir ke dunia, kemudian tega menjual bayinya. Tentu hal ini bukan hanya karangan cerita semata namun nyata. Seorang ibu rumah tangga berinisial SS (27) ditangkap karena menjual bayinya Rp 20 juta melalui perantara, di Jalan Kuningan, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara (KOMPAS.com)
Kasus ibu menjual bayinya tidak hanya terjadi satu atau dua kali, namun sudah banyak kasus yang serupa. Banyak faktor yang memengaruhi seorang ibu kehilangan naluri keibuannya. Kondisi ekonomi yang sulit menjadi alasan terbanyak para ibu tega menjual bayinya, tidak ada dukungan dari keluarga, diperburuk dengan kondisi masyarakat yang individual.
Begitulah kehidupan para ibu di sistem sekuler saat ini. Semua ini terjadi karena negara lepas tangan dari tanggung jawabnya mengurusi rakyat, pemerintah abai terhadap rakyat.
Lihat saja, kebutuhan pokok terus melambung tinggi hingga rakyat kesulitan membelinya. Kondisi ini mendorong terjadinya tindakan-tindakan nekat sampai seorang ibu tega menjual bayinya, semata demi uang.
Hal ini tidak akan terjadi jika aturan Islam yang di terapkan. Dalam Islam keberadaan negara sebagai pengurus urusan rakyat dan bertanggung jawab atas urusan tersebut. Negara akan menjamin keamanan setiap warganya termasuk bayi dan anak-anak agar tidak menjadi korban kejahatan.
Rasulullah saw. bersabda,“ Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak akan dimintai pertanggung jawaban atas rakyat yang dipimpinnya.” (HR Bukhari). Erna Wati, Bogor. [LM/EH/ry].
