Pembajakan Potensi Manusia Berkedok Magang

Oleh : Ummu Z
Lensa Media News – Kasus perdagangan manusia kembali mencuat ke publik setelah Polda Sulawesi Selatan mengungkap kasus perdagangan manusia yang melibatkan 77 mahasiswa di Kota Makassar, Jumat (22/11/2024). Para korban diduga dijerat melalui program kerja musim liburan atau yang dikenal sebagai Ferienjob di Jerman.(Beritasatu.com, 23-11-2024)
Di satu sisi, Bareksrim Polri beserta Polda jajaran dan instansi terkait, sepanjang periode 22 Oktober sampai 22 November 2024, telah berhasil mengungkap jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sebanyak 397 kasus, 482 orang tersangka, dan berhasil menyelamatkan 904 korban TPPO,” ungkap Kabareskrim, Komjen Wahyu Widada, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (22/11/2024). (tirto.id, 23-11-2024)
Dan lebih mencengangkan lagi, ternyata sebanyak 1.047 mahasiswa dari 33 universitas di Indonesia diduga menjadi korban eksploitasi kerja dengan modus magang di Jerman (ferienjob) pada Oktober sampai Desember 2023 (Kompas.com, 23-03-2024). Artinya kasus dugaan TPPO yang menimpa mahasiswa magang terus terulang.
Program magang atau praktik kerja sebenarnya menjadi salah satu program pendidikan yang memiliki tujuan dan manfaat bagi mahasiswa yang tengah menjalankan semester akhir dalam dunia perkuliahan. Program magang dilakukan dalam kurun waktu tertentu pada pekerjaan nyata sambil didampingi oleh seorang yang mahir pada pekerjaan yang sedang dipelajari, dan diharapkan setelah magang mahasiswa siap menghadapi dunia kerja.
Namun, melihat fakta di atas, ternyata tidak sedikit program magang yang disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu, dan ternyata kasus ini terus berulang. Hal ini juga tidak terlepas dari salah satu program baru pemerintah yaitu Kampus Merdeka yang diluncurkan sejak Januari 2020.
Pada dasarnya tujuan adanya program Kampus Merdeka (MBKM) adalah sebuah inovasi yang dibuat oleh Kemendikbudristek agar dapat menghasilkan lulusan yang siap menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan kemajuan teknologi yang pesat, dan salah satu programnya adalah magang.
Sebenarnya program magang ini sangat diperlukan oleh para mahasiswa, namun dalam sistem pendidikan sekarang yang mana orientasinya adalah menyiapkan tenaga kerja, serta adanya link and match PT dan Perusahaan membuat kegiatan magang dapat memberi peluang perusahaan memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan tenaga kerja murah.
Semua ini dapat terjadi akibat lemahnya perlindungan dan pengawasan negara terhadap kerja sama kampus dan perusahaan. Jadilah magang dalam pendidikan saat ini menjadi cara pembajakan potensi mahasiswa.
Islam menjunjung tinggi tujuan pendidikan. Dalam pendidikan Islam, penelitian dan pengembangan di dorong oleh negara. Kepala negara sebagai penanggung jawab utama tercapainya tujuan pendidikan Islam (sarana prasarana, kurikulum), serta didukung dengan sistem ekonomi Islam akan menciptakan pendidikan gratis yang berkualitas. Pendidikan praktis seperti magang disediakan negara tanpa harus bergantung pada perusahaan.
Kalau harus ke perusahaan tertentu, maka negara akan mengawasi dan melindungi agar tidak terjadi eksploitasi. Potensi generasi dalam hal ini mahasiswa benar-benar diarahkan untuk membangun peradaban mulia.
Besarnya potensi SDA Indonesia jika dikelola sesuai aturan Islam tentu akan menghasilkan keuntungan berlimpah bagi negara, yang mana hal ini akan membuka kesempatan bekerja yang luas bagi masyarakatnya, bukan hanya itu bahkan pelayanan pendidikan terjangkau serta kesehatan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan demikian tentu akan sejalan dengan Pendidikan Islam yang diterapkan, karena perekonomian akan mendukung terlaksananya pendidikan yang berkualitas, sehingga pendidikan akan berhasil memberikan output yang cerdas dan mulia serta negara mampu mensupport output itu untuk berkarya dengan baik di dalam negeri untuk mengembangkan sektor perekonomian.
Islam adalah solusi atas pembentukan potensi manusia untuk menjadikan manusia-manusia yang cerdas serta berkepribadian mulia. Tidak hanya itu, Islam juga menjadi solusi atas permasalahan pendidikan dan perekonomian serta berbagai permasalahan kompleks lainnya. Karena Islam adalah syari’at yang Alllah turunkan sebagai jalan kebaikan kehidupan dunia dan akhirat.
Wallahu’alam.
[LM/nr]
