Palestina Tak Merdeka dengan Retorika semata

Oleh: Indah Puspasari, S.E (Aktivis Dakwah Jogja)

 

 

Lensamedianews.com__ Baru-baru ini Presiden RI, Prabowo Subianto kembali menyatakan dukungannya kepada Palestina melalui sebuah pidato dalam acara KTT D-8 yang diselenggarakan di Mesir (aceh.tribunnews.com, 21-12-2024). Menyoroti solidaritas antarnegara muslim yang sedang melemah, beliau menyerukan bahwa persatuan dan kerja sama dalam hal perdamaian adalah hal yang penting.

 

 

Namun demikian, perlu disadari bahwa membela Palestina tanpa tindakan yang nyata hanyalah bualan dan retorika semata. Palestina tak hanya membutuhkan seruan dukungan dan donasi saja. Lebih dari itu, mereka membutuhkan pasukan gagah yang siap mengangkat senjata dan mampu memperjuangkan Baitul Maqdis dengan iman yang kokoh. Perjuangan seperti ini tak mungkin bisa dilakukan ketika para pejuang masih mempertimbangkan konsekuensi duniawi yang sarat dengan negosiasi dari banyak pihak.

 

 

Perlu diketahui juga pada bulan November 2024 lalu, Presiden Prabowo menyatakan dukungan terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina. Ini sama saja mengakui bahwa Zi*nist mempunya hak untuk merdeka di atas tanah jajahannya. Dalam kesempatan yang lain, beliau juga menyatakan sikap Indonesia dalam politik luar negeri yang bebas aktif dan menjalin persahabatan dengan semua negara (presidenri.go.id, 20-10-2024). Tentu saja, hal ini termasuk persahabatan Indonesia dengan Amerika Serikat yang notabene adalah negara pendukung Zi*nist.

 

 

Dari sini dapat kita lihat bahwa sikap Indonesia yang demikian justru bertentangan dengan seruan Presiden RI untuk membela Palestina. Perjuangan membela Palestina tidak akan bisa dilakukan secara total ketika negara masih menjalin hubungan bilateral dengan negara pendukung Zi*nist, apalagi sampai memberikan hak kepada Zi*nist untuk menguasai tanah suci Palestina.

 

 

Kontrasnya seruan dan aksi nyata dalam membela Palestina saat ini dapat terjadi karena belum sempurnanya pemahaman umat terhadap apa yang terjadi di Palestina secara utuh. Oleh karena itu, penting bagi umat saat ini untuk mempelajari akar permasalahan Palestina beserta penyelesaiannya secara berjamaah. Umat wajib berkumpul dalam kelompok dakwah ideologis yang dapat memberikan pemahaman dalam menyelesaikan permasalahan umat dengan thoriqoh yang benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW.