Butuh Kekuatan Global untuk Membebaskan Palestina  

Biru dan Putih Modern Selamat Pelantikan Instagram Post_20250512_062113_0000

Oleh : Humairah Al-Khanza

 

Lensa Media News – Memprihatinkan, Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) telah memperingatkan tentang krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza, dengan menyatakan bahwa setidaknya dua juta orang yang sebagian besar mengungsi, saat ini hidup tanpa sumber pendapatan apa pun, dan sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan utama mereka.

Dalam serangkaian pernyataan yang dirilis selama beberapa jam terakhir, WFP membunyikan alarm atas meningkatnya bahaya bagi ratusan ribu penduduk Gaza.

Mengutip dari The Peninsula, Minggu, 20 April 2025, WFP menyatakan keprihatinan mendalam atas penurunan tajam stok pangan, dengan memperingatkan bahwa Jalur Gaza berada di ambang bencana kemanusiaan.

WFP menekankan bahwa situasi kritis ini diperparah penutupan perbatasan yang sedang berlangsung oleh Israel, yang mencegah pengiriman pasokan pangan penting ke Jalur Gaza.

Menurut WFP, Gaza sangat membutuhkan aliran pangan yang tidak terputus dan terus-menerus untuk menghindari keruntuhan total ketahanan pangan.

WFP juga memperingatkan tentang konsekuensi parah jika kondisi saat ini terus berlanjut, dengan menunjukkan bahwa warga sipil Palestina di Gaza sudah menghadapi kondisi kemanusiaan yang mengerikan, dengan kekurangan akut sumber daya penting untuk menopang kehidupan mereka. (www.metrotvnews.com, 20-04-2025)

Hingga saat ini penderitaan kaum Muslim di Gaza tak juga berakhir. Sementara penjajah Zionis justru semakin brutal, berbuat di luar batas kemanusiaan. Sedangkan kecaman dunia tak jua dihiraukan. Di sisi lain, para penguasa Muslim tetap mencukupkan diri dengan kecaman tanpa aksi yang nyata. Meski umat Islam hari ini sudah mulai menyerukan jihad sebagai solusi.

Allah memerintahkan umat Islam memberi pertolongan pada saudaranya sesama Muslim. Allah juga menyatakan bahwa umat Muslim adalah bersaudara. Rasulullah SAW juga bersabda bahwa umat Islam adalah bagaikan satu tubuh.

Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586)

Oleh karena itu, wajib hukumnya untuk menolong saudara sesama Muslim. Sayangnya, selama umat Muslim masih terikat pada nasionalisme warisan penjajah, mereka tidak akan pernah benar-benar bersatu, dan jihad pun tidak akan digerakkan. Maka, umat Islam harus mencampakkan nasionalisme, menyadari bahwa penjajahan hanya bisa dihentikan dengan persatuan umat dalam satu kepemimpinan global, yaitu Khilafah yang akan menjadi perisai bagi umat.

Umat wajib menyeru semua Muslim di seluruh dunia dengan seruan yang sama. Umat harus terus mengingatkan akan persatuan umat dan kewajiban menolong mereka. Umat pun harus bergerak menuntut penguasa Muslim untuk melaksanakan kewajiban menolong Palestina dengan melaksanakan jihad dan menegakkan Khilafah.

Tentunya gerak umat ini harus ada yang memimpin agar terarah. Maka pemimpin dakwah itu adalah jamaah dakwah ideologis yang menyerukan jihad dan tegaknya Khilafah. Oleh karenanya, para pengemban dakwah harus terus bergerak dengan mengerahkan seluruh kemampuannya agar persatuan umat segera terwujud dan berjuang bersama menegakkan Khilafah agar persoalan umat termasuk Palestina segera terselesaikan dan kehidupan Islam dapat dilangsungkan kembali juga syariat Islam dapat diterapkan secara menyeluruh (kaffah).

 

[LM/nr]