Di Balik Tabir Pembebasan Palestina

Free palestine, 1000906537

 

Oleh Farida Zahri
Muslimah Peduli Generasi

 

 

LensaMediaNews.com, Surat Pembaca_ Dunia saat ini dikejutkan dengan adanya aksi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu Global March to Gaza, yang sedang berlangsung dari Al-Aris menuju gerbang Rafah. Aksi ini menjadi sorotan Dunia internasional, sebab sebagai bentuk estafet nurani kolektif yang menolak diam atas krisis kemanusiaan di Palestina.
( Republika.co.id, 12-06-2025 ).

 

Koalisi global yang terdiri atas serikat pekerja dan lembaga hak asasi manusia dari 80 negara, meluncurkan insiatif pawai global ke Gaza. Aksi ini memiliki tujuan menembus blokade dan masuk wilayah Gaza dengan berjalan kaki, sebagai respon terhadap krisis kemanusiaan sejak terjadi gempuran oleh zionis. Peserta aksi berencana melintasi Tunisia, Libya, Mesir dan Rafah yang merupakan perbatasan Mesir yang sebagian besar ditutup oleh zionis.

 

Peserta aksi akan melakukan aksinya duduk damai, membangun tenda dan tetap berada di lokasi agar perbatasan dibuka supaya bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza. Aksi ini menunjukkan kekuatan umat yang terpendam, secara fitrahnya manusia akan bangkit ketika terjadi guncangan besar yang menghantam kehidupan mereka.
Kebiadaban zionis terhadap Palestina telah membuat goncangan yang cukup besar bagi umat, bukan hanya umat Islam namun umat manusia secara umum.

 

Sungguh miris, Semua upaya yang dilakukan masyarakat dihalangi penguasa mereka sendiri. Otoritas Mesir menahan peserta aksi di Bandara Kairo untuk diinterogasi sebelum akhirnya dideportasi dengan alasan tanpa izin resmi. Nampak semakin jelas penguasa muslim saat ini, tidak benar-benar berdiri di sisi Gaza. Mereka berkhianat pada masyarakat khususnya umat Islam di Gaza.

 

Gerakan kemanusiaan apapun tidak akan mampu menembus benteng penghalang terbesar yang dibangun penjajah, yaitu nasionalisme dan konsep negara bangsa.
Saat ini umat sangat membutuhkan pemimpin yang menjadi perisai, pemimpin seperti ini hanya akan lahir dari sistem pemerintahan Islam.

 

Sejarah telah membuktikan bagaimana Salahuddin Al-Ayyubi mempertahankan Palestina sampai titik darah penghabisan. Masyarakat seharusnya menyadari untuk menolong Gaza dibutuhkan perubahan besar, tidak cukup dengan amalan praktis.
Aksi memang akan memberi reaksi tekanan tetapi, harus disertai pemahaman ideologis yang akan mengarahkan perjuangan umat. Umat Islam harus memahami bahwa arah pergerakan yang dapat menyelesaikan Palestina, harus bersifat politik fokus membongkar sekat negara bangsa. Dan mewujudkan satu kepemimpinan politik Islam di Dunia.

Wallahu a’lam bishshawab.