Gaza Kelaparan, Solusi Hakiki Harus Disuarakan!

Oleh :yuyu
LenSaMediaNews.Com–Dikutip dari tirto.id, 1 Agustus 2025, kelaparan di Gaza makin menunjukkan krisis kemanusiaan yang sangat serius dan membutuhkan bantuan internasional segera. Krisis pangan ini merupakan hasil dari kebijakan sistematis yang mempersempit akses terhadap kebutuhan dasar.
Blokade berkepanjangan yang dilakukan oleh Israel telah menghambat bantuan kemanusiaan dan mengisolasi 2 juta warga dari dunia luar. WHO melaporkan, setidaknya ada 63 kasus malnutrisi pada Juli 2025, termasuk 24 di antaranya dialami oleh balita. Tingkat malnutrisi akut global di Gaza meningkat tiga kali lipat sejak Juni, dengan hampir satu dari lima anak di bawah lima tahun mengalami malnutrisi akut.
Ini akibat dari kebiadaban Zionis yang semakin meningkat sehingga tidak dapat lagi terungkap oleh kata-kata. Mereka sengaja membiarkan krisis kelaparan ini terjadi serta sengaja menahan bantuan-bantuan makanan yang di salurkan ke wilayah Gaza. Agar warga gaza mengalami kelaparan yang sangat mengerikan.
Gaza dengan sejumlah penduduk 2 juta jiwa terjebak kelaparan hebat dalam blokade Israel laknatullah. Semenjak gagalnya perpanjangan gencatan senjata pada 2 Maret 2025 lalu. Di saat truk-truk bantuan tiba hanya diperbolehkan masuk dengan jumlah simbolik. Namun hal ini menjadikan kelaparan sebagai alat genosida terbaru yang sangat keji.
Makin nyata bahwa kekejaman Zionis tidak cukup hanya sekedar kecaman ataupun retorika dan bantuan kemanusiaan. Karena sampai kapanpun tidak akan pernah menyelesaikan permasalah dan tidak akan bisa menghentikan genosida secara total selama Israel masih bercokol dan tinggal di wilayah Palestina.
Harus ada solusi hakiki bagi Palestina untuk menuntaskan problem ini. Dimana melawan Israel butuh gerakan besar dan persatuan umat muslim dunia yang di komando oleh negara Islam (Daulah Khilafah).
Gerakan ini juga pernah di contohkan oleh Rasulullah dalam melawan orang-orang kafir yaitu jihad. Hanya dengan jihad fi sabilillah dapat membebaskan Palestina dan mengusir para penjajah serta menghapus kriminalitas pada negeri-negeri kaum muslimin.
Namun, jihad tidak akan bisa terlaksana jika belum terbentuknya sistem negara yang berasaskan syariat Islam secara kafah. Sebab hanya sistem Islam (Khilafah) yang mampu mengkomando jihad. Bukan dalam sistem Kapitalisame-liberal yang menganggap jihad sebagai bentuk kejahatan.
Jelas sekali, orang-orang kafir sangat takut dengan pergerakan dan persatuan kaum muslimin ini. Karena jika jihad telah digerakkan mereka tidak akan dapat lagi melakukan diskriminasi dan kekejian. Sejatinya orang-orang kafir Yahudi itu pengecut, mereka hanya berani dengan senjata saja bukan dengan tangan kosong. Sebab, mereka tidak beriman. Mereka lebih takut mati dan cinta dunia.
Oleh karena itu jika umat muslim benar-benar mempersatukan diri dalam akidah Islam kafah. Maka, orang-orang kafir akan gentar. Karena jika keimanan telah tertancap dalam sanubari kaum muslimin, yang diyakini adalah jihad satu-satunya solusi hakiki Palestina , dan bukan sekadar bantuan kemanusiaan. Maka mari umat Islam yakinlah bahwa hanya inilah solusi tuntas bagi Palestina. Wallahualam bissawab. [LM/ry].
