Urgensi Khilafah Untuk Solusi Gaza

Oleh: Yuke Octavianty
Forum Literasi Muslimah Bogor
LenSaMediaNews.Com–Serangan Zionis kian membabi buta. Terbaru, Zionis telah membunuh enam orang jurnalis Palestina dalam serangan udara di Gaza City pada Minggu, 10-8-2025.
Sekjen PBB, Antonio Gutteres mengutuk serangan tersebut dan menyerukan penyelidikan independen dan imparsial terhadap serangan tersebut. Stephane Dujaric selaku juru bicara Gutteres mengungkap, sedikitnya terdapat 242 jurnalis Palestina dilaporkan tewas selama perang Gaza dimulai Oktober 2023 lalu (antaranews.com, 12-8-2025).
Fakta tidak manusiawi pun menimpa perempuan di Gaza. Tidak kurang dari satu juta perempuan dan anak perempuan di Gaza menghadapi kelaparan massal, kekerasan hingga pelecehan seksual (antaranews.com, 17-8-2025).
Kelaparan sistematis membuat para perempuan nekat keluar batas wilayah dan berisiko besar merenggut nyawa mereka. UNRWA mendesak pencabutan pemblokadean wilayah Gaza yang dihuni 2 juta orang dan menetapkan kemudahan masuknya bantuan kemanusiaan.
Lembaga NGO (Non Government Organization) internasional menyatakan tidak mampu memasukkan satu truk bantuan kemanusiaan pun sejak 2 Maret 2025 sebagai dampak blokade Israel. Tentu saja, tindakan ini merupakan kezaliman besar yang harus sesegera mungkin dilawan dengan kekuatan.
Keadaan makin tidak terkendali dan jauh dari standar manusiawi. Bahkan di Tel Aviv telah terjadi gelombang protes besar-besaran selama lebih dari satu minggu. Lebih dari 500.000 orang dilaporkan turun serentak ke jalan. Mereka mendesak agar pemerintah Israel menghentikan peperangan dengan Gaza dan mengembalikan semua tawanan (metrotvnews.com, 18-8-2025).
Terkait peperangan Gaza ini juga dipenuhi kabar rencana relokasi penduduk Gaza ke beberapa negara muslim, salah satunya ke Indonesia. Sungguh, fakta ini kian menyayat hati. Bukan solusi yang didapat, relokasi penduduk Gaza justru menguatkan kejahatan kemanusiaan yang ditunjukkan terang-terangan oleh Zionis.
Konsep Batil, Mustahil Hentikan Peperangan
Menyoal pembunuhan jurnalis, tindakan ini jelas kezaliman yang nyata. Pembungkaman media ditujukan untuk menghilangkan jejak kejahatan Zionis. Pembunuhan jurnalis tidak hanya sebatas menghilangkan nyawa manusia namun juga membunuh nyawa perjuangan rakyat Gaza. Sehingga kejahatan yang dilakukan zionis tidak mampu ditindak tegas.
Kebrutalan Israel sudah melewati batas kemanusiaan. Sikapnya yang kejam, tidak peduli dengan hukum apapun, harus segera dihentikan dengan kekuatan hukum yang adil dan tegas. Kejahatan Zionis yang terus-menerus terjadi menunjukkan kelemahan mereka dalam mengalahkan kekuatan rakyat Gaza yang berjiwa pejuang tangguh.
Penjajahan ini tidak bisa dihentikan hanya dengan retorika dan kecaman. Kekuatan negara yang tangguh mutlak diperlukan untuk membebaskan penduduk Gaza dari kebrutalan dan kezaliman Zionis.
Namun sayang, penguasa negeri muslim justru tidak mampu menunjukkan kekuatannya. Mereka masih tetap tidak berdaya dan tidak mampu mengirimkan pasukan. Beragam pengkhianatan kian nampak nyata. Kekuatan sistem rusak Nasionalisme Kapitalistik yang sekuler kian mengikat para penguasa hingga tidak mampu membela saudara semuslim. Ukhuwah Islamiyyah makin samar bahkan hilang ditelan kekuatan Kapitalisme yang zalim.
Kekuatan Islam
Sungguh, pembunuhan jurnalis dan beragam kezaliman yang dilakukan Zionis tidak akan mampu memadamkan api semangat kebangkitan kaum muslim dunia. Kaum muslim kian cerdas dan gelombang pergerakan menuju arah kebangkitan kian nampak. Kemuliaan yang Allah SWT. janjikan pasti akan terwujud.
Umat Islam sejatinya memiliki potensi besar yang bersumber dari akidah yang kokoh. Sejarah peradaban Islam telah membuktikan kekuatan yang mampu menerapkan institusi Khilafah sebagai kekuatan dunia yang mampu menjadi perisai umat.
Tidak kurang dari 13 abad lamanya, sistem Islam dalam wadah Khilafah berjaya, mengurusi kepentingan setiap individu umat hingga melahirkan kesejahteraan dan keberkahan yang merata di setiap penjuru negeri.
Kondisi yang menimpa Gaza saat ini mestinya menjadi pelajaran bagi umat agar mampu membangkitkan kesadaran terkait solusi mendasar bagi Palestina. Yakni jihad atas komando Khilafah. Upaya menyadarkan umat harus menjadi upaya prioritas yang terus masif dilakukan di tengah umat bersamaan dengan perbuatan zionis yang semakin tidak manusiawi.
Kelompok dakwah berlandaskan ideologi harus tetap teguh memimpin arah pergerakan hingga mampu mewujudkan kesadaran umat. Kejayaan Islam akan kembali terwujud bersama tegaknya Khilafah, InsyaAllah. Kebangkitan pemikiran umat pun mesti diwujudkan agar lahir ketangguhan dalam berjuang, meneladani metode dakwah Rasulullah SAW.
Pertolongan Allah SWT. akan semakin dekat bagi umat yang senantiasa sabar dan tidak lelah berikhtiar, berdakwah, dan berdoa. Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, pertolongan Allah SWT. datang bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.” (HR. Tirmidzi). Wallahu a‘lam bisshawwab. [LM/ry].
