Urbanisasi Pascalebaran akibat Ketimpangan Ekonomi

1001439269

 

Oleh Ummu Aufa

 

LensaMediaNews.com, Opini_ Momen mudik lebaran 2026, angka arus balik kembali diprediksi lebih besar dari arus mudik. Hal ini menunjukkan bahwa urbanisasi masih diminati banyak masyarakat pedesaan. Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Bonifasius Prasetya Ichtiarto, mengatakan fenomena arus balik yang semakin ramai dari tahun ke tahun telah menjadi salah satu aspek penting dalam dinamika migrasi penduduk Indonesia. Tidak lagi hanya sekedar tradisi mudik saat lebaran, arus balik kini mengalami bentuk yang lebih kompleks (metrotvnews.com,27/3/2026).

 

Banyak masyarakat yang datang ke Jakarta dari daerah-daerah untuk mengundi nasib mereka dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Anggota Komisi DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsy mengingatkan para pendatang agar tidak datang tanpa persiapan matang. Menurutnya, pendatang harus memiliki keterampilan, kepastian pekerjaan serta kesiapan ekonomi yang memadai, karena peluang untuk bertahan di Jakarta akan makin sulit. Urbanisasi menegaskan fenomena kesenjangan pembangunan antara kota dan desa. Kota dianggap lebih modern dan menjanjikan bagi perantau. Semua pembangunan industri, modernisasi, dan arus perputaran uang/modal selama ini terpusat di Jakarta. Urbanisasi tidak hanya terjadi di Jakarta tetapi juga di kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Pekanbaru, Tangerang, Surabaya. Ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi hanya terjadi di kota besar, sementara di desa terabaikan. Porsi pembangunan di desa tidak Semaju di kota metropolitan. Faktanya urbanisasi meninggalkan dampak buruk bagi desa yang ditinggalkan. Tetapi masyarakat desa sangat ingin memperbaiki nasib dan tingkat ekonomi. Hal ini terjadi karena tidak meratanya pembangunan di kota dan di desa.

 

Pembangunan yang tidak merata dalam kapitalisme adalah hal logis dari penerapan sistem ini. Karakter kapitalisme membuat orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin. Sistem kapitalisme menempatkan para pemilik modal sebagai pihak paling berkuasa. Para kapitalis selalu merasa menang dengan harta yang mereka miliki, mereka merasa dapat berbuat dan memiliki apa saja tanpa peduli halal dan haram sesuai syariat Islam. Munculnya urbanisasi karena tidak meratanya pembangunan antara kota dan desa. Kota menjadi pusat perputaran modal. Tetapi dibalik pembangunan dan modernisasi, kesejahteraan masyarakat kota dan desa sangat berbeda jauh. Masyarakat desa cenderung miskin, sedangkan masyarakat kota biasanya lebih sejahtera dan kaya. Landasan politik ekonomi kapitalisme adalah peningkatan pendapatan nasional. Tetapi hal ini hanya omong kosong, karena ada warga yang super kaya dan ada warga yang super miskin. Sebab itu, tidak tepat jika pendapatan nasional dihitung berdasarkan rata-rata pendapatan seluruh rakyat.

 

Dalam sistem ekonomi Islam jaminan pemenuhan kebutuhan primer individu per individu merupakan perkara yang sangat penting. Kebutuhan primer ini merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh negara. Politik ekonomi Islam mewujudkan kesejahteraan yang merata untuk seluruh masyarakatnya baik di kota dan di desa. Dalam kitab Syekh Abdurahman al-Maliki menjelaskan seputar ekonomi pertanian. Dalam Islam, pertanian adalah urat nadi ekonomi masyarakat pedesaan, bahkan penyokong kedaulatan dan ketahanan pangan negara. Pada dasarnya politik pertanian dijalankan untuk meningkatkan produksi pertanian dengan menempuh 2 jalan, yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Karena kedua hal ini, maka akan tercapai peningkatan produksi pertanian dan terealisasi tujuan pokok dalam politik ekonomi. Khilafah akan selalu mengawasi sehingga beliau tahu betul kondisi rakyat dan kebutuhan mereka. Dari gambaran ini, kesejahteraan rakyat tidak hanya terwujud di kawasan perkotaan, tetapi juga desa. Para warga tidak perlu urbanisasi ke kota, karena mereka merasakan kehadiran negara di desa. Kesejahteraan pun tidak lagi menjadi kesenjangan karena sudah merata di seluruh negeri. Khilafah adalah wilayah makmur karena sistem ekonomi Islam yang diterapkan mendorong distribusi kekayaan yang efektif melalui mekanisme seperti zakat, sedekah dan infak sehingga menekan ketimpangan sosial.