Demiliterisasi Hamas Rampas Kedaulatan Palestina

Oleh: Cokorda Dewi
LenSaMediaNews.com–Kesepakatan pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata di Gaza melalui Board of Peace (BoP), diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Disampaikan juga bahwa setelah pelucutan senjata usai, maka militer Israel akan mundur. Selanjutnya Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru, untuk mengambil alih tanggung jawab atas Gaza. Menurut Trump, hal ini merupakan langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang langgeng (detik.com, 31-07-2026).
Persetujuan Hamas akan kesepakatan skema pelucutan senjata melalui BoP, demi mengakhiri konflik dengan Israel, tidak lantas membuat Israel menghentikan serangan brutalnya pada rakyat Palestina. Otoritas Israel menegaskan bahwa penarikan militer Israel dari wilayah Gaza akan dilakukan, jika seluruh persenjataan Hamas telah seluruhnya dilucuti.
Hal ini dilakukan atas dasar kekhawatiran akan keamanan wilayah Israel. Sehingga Israel keberatan menarik militernya dan serangan brutalnya di wilayah Gaza. Keberatan Israel ini disampaikan setelah Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan 20 poin, yaitu diantaranya pelucutan senjata Hamas, penghancuran jaringan terowongan, penarikan bertahap militer Israel dari Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina, dan pengerahan pasukan keamanan internasional, hingga rekonstruksi wilayah Gaza (afu.id, 04-08-2026).
Ambisi Zionis Israel dan BoP
Penderitaan rakyat Palestina belumlah usai, meski warga dunia mengutuk dan bersuara lantang menghentikan kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina. Bahkan memboikot produk-produk Israel demi menghentikan kebrutalan Israel, dan menghindari keterlibatan dalam genosida rakyat Palestina.
Akan tetapi ambisi Israel kuasai Palestina, seolah mendapat dukungan dari beberapa pimpinan dunia melalui BoP (Board of Peace), dengan dalih membantu perdamaian di Gaza melalui proyek New Gaza. Mereka malah lebih mengutamakan menjamin keamanan Israel, daripada keamanan Palestina yang telah nyata hancur lebur dan mengalami genosida akibat kekejaman Israel.
Perencanaan super mega proyek New Gaza melalui BoP, tanpa melibatkan pemilik wilayah berdaulat, yaitu Palestina. Sementara penjajah keji zionis Israel dilibatkan dalam proyek tersebut. Sebuah permufakatan jahat, sebab syarat Israel memuluskan jalannya proyek New Gaza rancangan Presiden AS Donal Trump adalah demiliterisasi Hamas. Militer Hamas adalah wujud perlawanan rakyat Palestina terhadap para kafir penjajah.
Kafir penjajah telah berusaha menguasai wilayah Palestina, sejak zionis Israel masuk ke wilayah mereka melalui Perjanjian Balfour. Demiliterisasi Hamas sama saja dengan merampas kedaulatan Palestina, dan menguasai wilayah kedaulatan Palestina tanpa perlawanan. Genosida yang dilakukan zionis Israel seolah tak nampak di mata para penguasa dunia yang tergabung dalam BoP. Mereka hanya memikirkan mega proyek New Gaza terwujud di wilayah Palestina, meskipun harus dengan cara merampas kedaulatan Palestina, dengan dalih demi perdamaian di wilayah Gaza.
Rencana pembentukan pemerintahan teknokrat di wilayah Palestina oleh BoP, telah menciderai kedaulatan Palestina dan keberadaan pemerintah Palestina yang sah. Telah nampak ambisi mereka melemahkan kedaulatan Palestina dan menguasai wilayah Palestina. Ambisi Israel menguasai wilayah Palestina pun terpampang jelas, dengan politik playing victim. Merasa terancam keamanannya akan keberadaan Hamas di wilayah Palestina.
Padahal Palestina secara nyata hancur lebur oleh militer Israel. Dan Hamas adalah wujud perlawanan rakyat Palestina terhadap kafir penjajah, untuk mengusir penjajah dari wilayah mereka sendiri. Seharusnya BoP melucuti senjata militer Israel, menjamin keamanan Palestina, serta menghormati kedaulatan Palestina.
Persatuan Umat Muslim Dunia Selamatkan Palestina
Upaya penyelamatan Palestina dari belenggu kafir penjajah, tidak bisa menggantungkan harapan pada Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), para pemimpin muslim dunia, apalagi BoP yang beranggotakan Zionis Israel. Palestina dapat dibebaskan hanya melalui persatuan umat muslim dunia. Dengan bersatunya umat muslim dunia dibawah komando seorang khalifah, dalam naungan khilafah.
Maka akan mudah bagi seorang khalifah menyeru jihad fii sabilillah kepada umat muslim, mengerahkan seluruh kekuatan militernya untuk pembebasan Palestina dari kekejaman entitas zionis Israel dan sekutunya. Ketika syariat Islam ditegakkan, maka pertolongan Allah datang. Allah akan menolong keadaan suatu kaum, jika kaum tersebut melakukan usaha perubahan ke arah yang lebih baik (QS. Ar Rad : 11). Wallahu a’lam bishshowab. [LM/ry].
