Pengusiran Warga Gaza, Saatnya Perisai Umat Hadir

Oleh Ummu Adil
Lensa Media News, Opini — Gempuran masih terus terjadi pada warga Gaza. Dan kita harus terus menyuarakan keadilan dan kebebasan untuk Palestina karena saat ini Zionis semakin brutal dan semena-mena untuk menguasai seluruh wilayah Palestina, termasuk pengusiran penduduk Gaza.
Rencana tersebut dimulai dengan tindakan Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir yang kembali menerobos masuk ke Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Ia juga menyerukan pembangunan kuil Yahudi di lokasi tersebut. Selain itu, Ben-Givir juga mengungkap rencana untuk mengeluarkan 1,86 kita warga Palestina dari Gaza dalam kurun waktu tujuh tahun dengan dalih migrasi sukarela. (detik, 01-09-2026)
Apa yang direncanakan ternyata sejalan dengan kebijakan pemerintah. Menteri Pertahanan Israel, Katz, mengungkap bahwa pemerintahnya telah menyiapkan rencana pemindahan warga Palestina ke Jalur Gaza, tetapi masih menunggu persetujuan Amerika Serikat. Bukan hanya di Jalur Gaza yang terjadi pengusiran, di Tepi Barat, pemukim Zionis berupaya menerobos dan membakar sebuah masjid, serta mencoretkan slogan bernada rasis dan ancaman terhadap warga Palestina.
Akar Masalah
Inilah yang terjadi akibat diterapkannya sistem kapitalisme, di mana kita harus menerima konsekuensi logis dari sistem negara-bangsa (nation-state). Selain itu, juga absennya politik Islam yang menyatukan kekuatan kaum muslimin untuk mengusir penjajah Zionis.
Para pemimpin negeri-negeri kaum muslim tidak memakai aturan Allah tetapi memakai aturan manusia (kapitalisme). Sehingga mereka tidak sadar kalau umat Islam memang sengaja dipecah belah oleh penjajah Barat agar penjajah dengan mudah mengambil wilayah-wilayah kaum muslim.
Seperti yang kita pahami bersama, hukum Internasional modern produk negara-negara imperialis Barat justru menormalisasi penjajahan melalui istilah-istilah halus seperti migrasi sukarela. Namun para pemimpin negeri-negeri muslim tetap diam dengan tindakan brutal Zionis terhadap Palestina.
Ketika Israel meminta persetujuan dari Amerika Serikat, ini menunjukkan bahwa Israel adalah proyek kolonial yang disponsori kekuatan besar, bukan entitas berdaulat independen. Hal ini berarti ketergantungan Israel pada AS untuk setiap aksi yang akan dilaksanakan.
Solusi Islam
Satu-satunya solusi untuk menyelesaikan persoalan Palestina adalah diterapkannya aturan Islam. Dan ini membutuhkan solusi yang mendasar yaitu pembentukan Khilafah sebagai junnah (perisai) yang akan melindungi setiap jiwa dan setiap jengkal tanah kaum muslimin.
Dalam Islam hanya ada dua kerjasama dengan luar negeri yaitu dakwah dan jihad. Dan jihad sebagai thariqah (metode) baku politik luar negeri negara Islam untuk membebaskan tanah yang dijajah dan mengembangkan Islam ke seluruh penjuru dunia, dilakukan oleh negara melalui tentara resmi Khilafah. Jihad adalah wajib hukumnya, dalilnya yaitu surat at-Taubah ayat 41 yang berbunyi :
اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَّثِقَالًا وَّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ٤١
Artinya:
Berangkatlah kamu (untuk berperang), baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Maka perlu memutus total ketergantungan ekonomi-politik dengan negara-negara yang mensponsori Zionis adalah dengan adanya Khilafah sebagai satu kesatuan mandiri. Selain itu, Khilafah juga mengonsolidasikan sumber daya (termasuk kepemilikan umum seperti minyak dan gas di dunia Islam) sebagai basis kekuatan militer-ekonomi independen untuk mendukung pembebasan Palestina.
Suatu kewajiban bagi kaum muslim untuk mengambil bagian dalam perjuangan mengembalikan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah sesuai metode perjuangan Rasulullah ﷺ. Karena hanya dengan diterapkannya hukum Allah maka akan didapati solusi semua permasalahan yang ada di dunia ini. Wallahualam bissawab.
