Apakah Akhirnya Netanyahu-Trump Pisah?

20250612_051342

Oleh : Zhiya Kelana, S.Kom

Aktivis Muslimah Aceh

 

LenSaMediaNews.Com–Kita berfikir aliansi yang diciptakan negara adidaya dan sekutunya sedemikian tangguh, nyatanya sangat rapuh. Apalagi mereka adalah para pengkhianat kepada sesamanya, akan rela meninggalkan bila tak lagi bermanfaat dan kembali merangkul jika bermanfaat. Begitulah mereka dengan otak jahatnya ingin menghancurkan negeri Islam, terlihat nyata namun tak semua orang bisa melihatnya.

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memutuskan kontak langsung dengan perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, demikian menurut laporan seperti dilansir anadolu. Yanir Cozin, seorang koresponden Radio angkatan Darat Israel, mengatakan dalam sebuah unggahan di akun X miliknya,  bahwa Trump membuat keputusan tersebut setelah rekan dekatnya memberi tahu Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer bahwa presiden AS itu yakin bahwa Netanyahu memanipulasinya (Tempo.co, 09-05-2025).

 

Presiden AS Donald Trump telah memutus hubungan dengan PM Zionis Benjamin Netanyahu karena menganggap Netanyahu memanipulasinya. Misalnya dalam hal kegagalan zionis menyajikan rencana dan jadwal konkret mengenai Iran dan Houthi Yaman. Juga karena pemerintah Netanyahu telah gagal menawarkan proposal konkret mengenai Gaza.

 

Kekecewaan ini jelas menampakkan bahwa mereka tak lagi sefrekusi dalam menghadapi Gaza. Apalagi Iran ikut membantunya, maka kelelahan berlipat ganda dengan ekonomi yang semakin krisis, diputuskanlah untuk mengakhiri kerjasama dan menjadi sebuah langkah terbaik yang difikirkan dari pada rugi banyak.

 

Demikianlah Gambaran persatuan musuh-musuh Islam. Mereka tetap terikat pada kepentingan masing-masing. Meski mereka Bersatu dalam memusuhi Islam dan kaum muslimin, namun mereka tetap mengutamakan kepentingan kelompoknya. Maka tidak heran jika mereka juga saling berkhianat.

 

Allah Swt. sudah menggambarkan dalam Al-Qur’an jika  persatuan mereka adalah rapuh, “Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti” (TQS Al-Hasyr : 14)

 

Umat Islam harus menyadari bahwa umat sejatinya memiliki kekuatan yang besar jika dibangun atas akidah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat serta umat Islam terdahulu. Umat harus disadarkan akan modal besar yang mereka milik, yang akan mampu menghancurkan musuh-musuh Islam.

 

Akidah Islamlah yang menjadikan para sahabat terdahulu, begitu kokoh keimanannya bahkan setelah wafatnya rasul. Mereka terus memperjuangkan Islam hingga melahirkan para generasi yang cemerlang membangun peradaban mulia hingga ke seluruh dunia. Melawan musuh dan menaklukkan dunia menyebarkan dakwah dengan kesadaran penuh, bahwa itulah kewajiban seorang muslim yang mulai ditinggalkan saat ini.

 

Penyadaran ini tentu saja perlu kerja jamaah dakwah Islam ideologis yang menjadikan Aqidah Islam sebagai pengikatnya. Jamaah dakwah ini akan membimbing umat untuk menapaki jalan perjuangan yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dengan melakukan pembinaan secara rutin untuk mencari para kader dakwah dan interaksi dengan umat menyebarkan opini Islam dan terakhir mencari dukungan.

 

Maka Persatuan Umat akan menghantarkan tegaknya kepemimpinan Islam, yang dengan itu akan tegak Khilafah. Khilafah yang akan memimpin dunia, menjadi negara adidaya yang akan meninggikan kalimat Allah dan menjadi pelindung bagi umat Islam semuanya dan akan mampu mengalahkan AS dan kroninya termasuk membebaskan Palestina dengan jihad. Wallahu’ alam. [LM/ry].