Gaza Terus Diserang, Urgensi Tegaknya Perisai Umat

Oleh : Retno Mindarti, S.Pd
LensaMediaNews.com, Opini_ Penderitaan Gaza belum berakhir. Jangan pernah kita melupakan saudara kita di Gaza. Saat ini derita yang dialami rakyat Gaza semakin meningkat. Israel belum berhenti melakukan kekejaman terhadap rakyat Gaza di Palestina.
Israel telah memperluas wilayah pendudukan di Jalur Gaza, Palestina, hingga 59 persen wilayah terrsebut dan tengah mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali genosida di wilayah kantong Palestina itu, demikian dilaporkan Radia Angkatan Darat Israel, Minggu (3/5). (antaranews.com, 04/05/2026)
Selain itu, Zionis kembali menuai sorotan internasional setelah menyita kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza di perairan internasional, dekat wilayah Yunani. Sebanyak 211 aktivis diaporkan ditangkap oleh militer Zionis, dan 31 aktivis terluka. Zionis mencoba menjustifikasi penahanan tersebut dengan menuding pelayaran kapal tersebut beroperasi di bawah arahan kelompok Hamas.
Sementara itu, OHCHR telah melakukan verifikasi kematian hampir 300 jurnalis sejak Oktober 2023, ketika Zionis Israel mulai meluncurkan agresi ke Gaza. Dengan banyaknya jumlah korban jurnalis, Kepala HAM PBB Volker Turk mengatakan perang yang hingga kini berlangsung di Gaza telah menjadi jebakan maut bagi media.
Sungguh sangat biadab, serangan Israel selama dua tahun di Gaza yang menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya, serta menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil. Mirisnya, negeri-negeri Islam di dunia seolah menutup mata dan hanya berdiam diri.
Akar Masalah
Mengapa serangan terhadap Gaza tak kunjung usai? Bahkan bantuan yang datang pun tidak bisa sampai ke Gaza. Malah dengan sombongnya Zionis menahan kapal-kapal yang ingin mengirimkan bantuan ke Gaza.
Pelanggaran hukum laut internasional adalah bukti nyata bahwa entitas Zionis tidak mengenal batas dalam malanggengkan blokade atas Gaza. Zionis melakukan ini karena mereka tahu bahwa umat Islam hanya diam saja apapun yang mereka lakukan.
Selain itu, label “teroris” yang digunakan untuk melegitimasi agresi mereka adalah justifikasi palsu yang telah berulang kali digunakan Zionis untuk mengkriminalisasi setiap bentuk solidaritas terhadap Palestina. Padahal Israel laknatulah adalah teroris yang sebenarnya. Yang dengan kejam menghabisi anak-anak, wanita bahkan lansia.
Mirisnya, dengan banyaknya kebiadaban yang dilakukan Zionis, tidak menyentuh para pemimpin negeri-negeri Muslim. Tidak ada satu pun negeri-negeri Muslim yang mengirimkan angkatan lautnya untuk melindungi kapal-kapal tersebut. Ini membuktikan bahwa sistem negara-bangsa (nation-state) yang ada hari ini tidak dirancang untuk melindungi umat Islam, tetapi menjaga eksistensi Zionis.
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa akar masalahnya adalah tidak adanya negara yang berdiri atas landasan akidah Islam, sehingga negeri-negeri Muslim termasuk Palestina menjadi sasaran penjajah Kapitalis-Barat.
Solusi Islam
Harus kita sadari, urusan Gaza-Palestina bagi umat Islam bukanlah sekedar urusan kemanusiaan. Gaza adalah bagian dari tanah kaum Muslimin yang wajib dilindungi. Membiarkan blokade ini berlanjut tanpa tindakan nyata adalah kemungkaran yang wajib diubah dengan kemampuan tertinggi yang dimiliki umat Islam.
Rasulullah bersabda, “Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah Taala berfirman, “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lainnya. (QS At-Taubah: 71)
Agar itu bisa terwujud, maka harus ada negaranya. Khilafah Islamiyyah adalah satu-satunya institusi yang secara syar’i memiliki kewenangan dan kewajiban untuk melindungi jiwa-jiwa kaum Muslimin yang ditindas oleh kekuatan zalim dengan jihad fii sabilillah.
Oleh karena itu, perjuangan mewujudkan Khilafah adalah kewajiban yang harus ditempuh umat, membangun kepemimpinan politik Islam yang bertumpu pada ideologi yang sahih yaitu ideologi Islam.
Dengan adanya kemarahan umat atas penyitaan kapal ini harus diarahkan bukan sekedar pada kecaman dan keprihatinan, melainkan pada kesadaran mendalam pentingnya aktivitas dakwah mengikuti perjuangan Rasulullah dalam mewujudkan Khilafah sebagai perisai (junnah).
Berarti memang suatu hal yang urgen untuk menegakkan perisai umat Islam. Oleh karena itu, marilah kita terus mendakwahkan agar hukum Allah diterapkan di muka bumi. Karena hanya Allah yang dapat memberikan rahmat bagi seluruh alam. Wallahu ‘Alam Bishshawab.
