Puisi, AniAz Hady, Ketika Alam Berbicara, Karya Sastra, Sastra, LenSaMediaN_20251204_190942_0000

Ketika Alam Berbicara

Karya: AniAz Hady

 

LenSaMediaNews_Puisi: 

Rimbun sunyi pepohonan membentang

Mentari mengulum senyum membelah cakrawala

Mengalun sepi dengan nyanyian lantang

Menangisi kuntum demi kuntum yang kian sirna

 

Penunggu rimba tak lagi sama

Hari berganti, ternodai deru mesin pemusnah

Mereka menunggu giliran tanpa bisa apa-apa

Kini, rimbun hijau itu pun kian terkikis ambisi serakah

 

Meski jauh di tengah belantara

Meski rapat dan sayup-sayup saja terdengar

Namun, ketika alam telah berbicara

Siapa yang dapat terkatup dan tak bisa dikejar?

 

Kezaliman dan angkara itu pun terkuak

Air bah turut melarutkan bukti keserakahan

Membongkar jalan fakta lepas menyeruak

Diiringi simbah tangis duka kehilangan

 

Aduhai malangnya, bukan empati yang tercipta di sana

Justru saling tuding yang kian membahana

Berebut perhatian empunya malapetaka

Uluran tangan menjadi sebatas panggung sandiwara

 

Akankah berbeda jika ajaran dinul haq diterapkan?

Ya, kerusakan alam akan bisa terhindarkan

Oleh karena ia menjadi rambu alur kehidupan

Sekaligus sebagai penentu arah kemuliaan

Keselamatan di dunia dan akhirat menjadi tujuan

 

Malang, Rabu, 03 Desember 2025