Khilafah Junnah bagi Umat Islam

Oleh : Lilik Purwati
(Komunitas Setajam Pena)
Lensamedianews.com__ Sampai detik ini Israel laknatullah tak henti-hentinya melakukan serangan brutal dan membabi buta terhadap warga Gaza di Palestina. Dunia seolah menutup mata atas kekejaman Zionis Israel. Ditambah lagi dengan berbagai peristiwa yang muncul, akhirnya perhatian akan kekejian Israel dari sisi kemanusiaan pun teralihkan.
Gelombang serangan yang menandai berakhirnya gencatan senjata di Gaza meningkat pesat dalam konflik tersebut. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu memperingatkan bahwa serangan ini baru permulaan dan akan terus berlanjut hingga Israel mencapai tujuannya.
Lebih dari 500 orang tewas akibat pelanggaran gencatan senjata tersebut. Serangan yang diluncurkan oleh zionis ini merupakan dalil atas penolakan Gaza untuk membebaskan sisa sandra rakyat Israel, (CNN Indonesia, 21-3-2025).
Para pejuang Gaza yakni Hamas juga telah menyerukan kepada Bangsa Arab untuk segera mengambil tindakan tegas di forum internasional seperti halnya dewan keamanan PBB, agar segera menghentikan serangan zionis Israel di wilayah Gaza.
Pada kenyataannya seruan tersebut tidak menjadikan Israel takut dan akan menghentikan kebiadabannya. Bahkan, serangan yang mereka lancarkan semakin hari kian brutal. Banyak manusia yang menjadi korban atas kejahatan tersebut.
Negara-negara yang mayoritas masyarakatnya beragama muslimpun, juga tidak bisa berbuat banyak. Apalagi di Indonesia yang baru-baru ini terdapat berbagai persoalan kehidupan. Sehingga membuat berkurangnya perhatian mereka terhadap saudaranya di Palestina.
Ada juga masyarakat yang berpikir bahwa persoalan Palestina adalah persoalan luar negeri yang tak perlu diurusi, karena menganggap persoalan di dalam negeri sendiri sangat banyak dan kompleks. Dan lebih penting untuk diselesaikan terlebih dahulu. Masyarakat juga belum paham dan sadar akan persatuan umat Islam yang hakiki yaitu adanya persaudaraan karena akidah antara satu dengan yang lain, walaupun berada jauh dari kita.
Persoalan lain yang dialami oleh umat muslim yakni karena mereka tersekat dengan paham nasionalisme atau nation state. Paham yang memisahkan antara satu negara muslim dengan negara muslim lainnya.
Paham ini memang sengaja ditanamkan oleh kafir penjajah agar sesama muslim tercerai berai. Nasionalisme juga menyebabkan terjadinya pembantaian dan pengrusakan di Gaza. Ribuan nyawa melayang tiap harinya mulai dari wanita, anak-anak, dan orang tua. Bahkan mereka juga menghancurkan berbagai bangunan yang ada.
Maka sikap ini amatlah berbahaya bagi kaum muslim khususnya. Sudah seharusnya kita sebagai umat Islam menyerukan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap saudara seiman. Seraya memberitahukan bahwa setiap muslim bagaikan satu tubuh, ketika ada salah satu anggota tubuh kesakitan maka seluruh tubuh juga akan merasakannya.
Berikutnya adalah menyerukan dan mengabarkan kepada setiap manusia yang ada di muka bumi tentang kondisi Palestina saat ini. Bahwa Palestina sedang tidak baik-baik saja, akibat kekejaman zionis Israel yang membabi buta. Juga menyerukan betapa pentingnya persatuan umat Islam di seluruh dunia dalam satu kepemimpinan umat.
Untuk itu bagi kaum muslimin, menjadi pengemban dakwah adalah tugas utama. Karena setiap muslim diwajibkan untuk menyeru kepada Amar makruf nahi mungkar. Aktivitas ini tidak bisa dilakukan seorang diri, maka harus ada sekelompok umat pengemban dakwah ideologis yang akan mengakomodir seluruh muslim agar bersatu menjadi satu umat yang utuh yakni umat Islam dan akan menegakkan kembali kehidupan Islam.
Penegakan kembali institusi Islam yakni Khilafah, yang menggunakan aturan Allah SWT. Khilafah adalah junah yang akan melindungi kehormatan, darah, harta dan jiwa kaum muslimin dari berbagai serangan dan ancaman yang datang. Dengan begitu masyarakat yang berada di dalam naungan negara Islam atau Khilafah akan merasa aman, tentram dan terjamin kehidupannya. Wallahu a’lam bishshawab
