Lebaran dan Macet


Oleh: Lindawati
Lensamedianews.com__ Setiap tahun menjelang hari raya Idulfitri, selalu terjadi fenomena mudik. Saat mudik, yang paling sering dirasakan oleh pengguna jalan adalah kemacetan. Di mana-mana terdapat titik-titik kemacetan, terutama di kota-kota besar. Beberapa penyebabnya adalah makin banyaknya jumlah kendaraan pribadi yang dibarengi minimnya transportasi umum yang aman, murah, dan nyaman. Selain itu, tidak meratanya pembangunan infrastruktur jalan, membuat kepadatan arus manusia terpusat pada kota-kota besar saja.
Kemacetan menjelang lebaran ini, seharusnya bisa diatasi sebab terjadi setiap tahun. Maka negara pun mestinya bisa dengan mudah mencari solusinya. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemacetan masih saja terjadi, dan meluas ke beberapa titik. Pertanyaannya sekarang, mengapa solusi yang ada belum solutif? Di sistem kapitalisme demokrasi yang diterapkan hari ini, semua permasalahan kehidupan sulit untuk terselesaikan. Pemimpin dalam kapitalisme, tidak menganggap kepentingan rakyat sebagai prioritas mereka. Hal ini menyebabkan mereka abai terhadap permasalahan rakyat. Hubungan dengan rakyat hanya hubungan transaksional. Jika ada yang menguntungkan, maka mereka akan bekerja dengan giat. Namun, ketika tidak ada keuntungan dari transaksi itu, maka mereka akan meninggalkan urusan itu, bahkan tidak memedulikannya.
Sangat berbeda dengan Islam. Pemimpin dalam Islam (Khalifah) benar-benar menyadari akan fungsinya sebagai pelayan umat. Semua kepentingan dan pemenuhan terhadap kebutuhan umat adalah priotitas bagi dirinya. Rasulullah saw. bersabda, “Imam atau penguasa adalah raa’in dan penanggung jawab urusan rakyatnya.” (HR Bukhari)
Dalam mengurai kemacetan, seorang Khalifah akan menganggap keamanan dan kenyamanan pengguna jalan sebagai kebutuhan rakyat, sehingga wajib dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Khalifah akan mengadakan transportasi umum yang aman dan nyaman bagi rakyat, dengan gratis dan mudah diakses. Pemerataan pembangunan infrastruktur jalan juga wajib menjadi prioritas Khalifah dalam sistem Islam. Regulasi pembangunan yang mudah dengan didukung sumber-sumber pendanaan yang banyak, akan menjadikan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan ini bisa dilaksanakan dengan waktu yang relatif cepat. Metode ini akan bisa mengurai kemacetan, sebab rakyat bisa memiliki banyak akses jalan yang bisa mereka ambil. Selain itu, jika pemerataan pembangunan infrastruktur jalan bisa dilakukan, maka tidak akan ada pemusatan kepadatan aktivitas manusia di satu titik atau satu wilayah saja. Luar biasanya Islam, kebijakan-kebijakannya akan membawa solusi dan kebaikan bagi seluruh rakyat.
