Maraknya Penipuan Lapangan Pekerjaan

Penipuan-LenSaMediaNews

Oleh: S.Widiyastuti

Muslimah Karawang

 

LenSaMediaNews.com–Ditengah kondisi masyarakat saat ini, dimana banyak para lulusan sekolah serta universitas sulit mendapatkan pekerjaan. Tak sedikit pula mereka harus bersaing mengejar lowongan lapangan pekerjaan yang di buka oleh pabrik-pabrik atau oleh badan usaha mandiri, (toko atau pun supermarket).

 

Tentu kondisi ini tak mudah bagi masyarakat yang harus bersaing dan berjuang demi untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan mereka rela antri jauh dari rumah mengejar lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Demi mengejar kehiduoan supaya lebih baik dari hari ini. Namun disisi lain banyak juga kondisi ini di manfaatkan oleh oknum atau orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengambil keuntungan.

 

Mereka seolah-olah membuka jasa penyalur penerima karyawan, atau perantara masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Namun mereka meminta imbalan sejumlah uang kepada calon pelamar pekerjaan. Mereka meminta uang dengan nilai nominal yang tak sedikit.

 

Seperti kasus penipuan lowongan pekerjaan yang terjadi di Karawang. Ada salah seorang calon pelamar pekerjaan yang merasa dirugikan, akhirnya melaporlah ke Polres Karawang. Kasi Humas Polres Karawang Cep Wildan mengatakan, laporan tersebut diterima setelah korban mengaku mengalami kerugian 5 juta usai dijanjikan bisa bekerja di salah satu perusahaan di wilayah Karawang.

 

Korban awalnya dikenalkan kepada terlapor oleh rekannya. Terlapor kemudian menjanjikan bisa membantu memasukkan korban bekerja di perusahaan dengan syarat menyerahkan sejumlah uang,” ujar Cep Wildan,“Namun setelah uang diberikan, pekerjaan yang dijanjikan tidak ada dan uang korban juga tidak dikembalikan,” sambungnya (Kompas.com, 26-5-2026).

 

Tentu hal ini bukan kasus yang pertama, fakta di lapangan banyak kasus-kasus serupa yang terjadi. Namun akhir nya menguap kasus nya. Namun akhirnya sang korban pun tak bisa mendapatkan haknya kembali.

 

Bahkan kasus ini bisa terjadi di Kota manapun, terlebih di kota-kota industri yang banyak di minati masyarakat untuk mengadu nasib agar mendapatkan pekerjaan yang layak, dimana kondisi saat ini meningkatnya pengangguran. Sulit mendapatkan pekerjaan. Ketika sang penipu pun tertangkap, hukum juga sulit ditegakkan. Apa lagi masyarakat sengaja mengadakan pembiarkan tindakan tipu-tipu itu terjadi, atas nama mencari tambahan utuk keluarga. Tentu itu tidak bisa di benarkan.

 

Kondisi masyarakat yang rapuh dari nilai-nilai Islami, sehingga mudah melakukan perbuatan yang melanggar hukum agama dan hukum negara. Sehingga membuat masyarakat dalam kerusakan. Dalam Islam, tatanan lapangan pekerjaan wajib di sediakan oleh negara. Negara sepenuhnya menjamin masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Serta kesejahteraan hidup bagi seluruh masyarakatnya.

 

Apa lagi bagi seorang laki-laki, kepala keluarga wajib bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Jika ada orang atau oknum yang melakukan aksi tipu-tipu dan merugikan orang lain maka akan dikenakan sangsi yang tegas supaya tindak kejahatan itu tidak terulang kembali. Ada sangsi tak’zir yang membuat penipu jera. Sehingga masyarakat pun takut untuk mengikutin perbuatan buruk itu.

 

Negara menanamkan dalam diri masyarakat ada pemahaman tsaqafah Islami yang kuat, sehingga membenci penipu dan bisa juga mencegah diri sendiri untuk melakukan penipuan. Karena adanya rasa keiman yang kuat. Islam akan dapat membawa kehidupan dalam kebaikan. Memberikan kesejahteraan yang sempurna dan akan menindak perbuatan buruk yang merugikan masyarakat dan melanggar hukum.

 

Ada rasa takut dengan Sang Khalik, sehingga seseorang ketika berbuat akan memikirkan salah atau benarnya perbuatan tersebut. Serta adanya lapangan pekerjaan yang dijamin negara, masyarakat tidak perlu pusing dan khawatir ketika mencari pekerjaan. Wallahualam bhishowab. [LM/ry]