Muharram, Momentum Muhasabah Diri Mewujudkan Kebangkitan Umat

20250630_103223

Oleh: Iliyyun Novifana

 

LenSaMediaNews Com–Bulan Muharram awal tahun baru saatnya bagi setiap muslim untuk introspeksi diri atas segala hal yang telah terlewati selama setahun yang berlalu. Apabila melihat kondisi umat saat ini, keadaannya begitu memilukan. Genosida masih terjadi di Palestina di tengah pengkhianatan penguasa negeri-negeri muslim.

 

Kemaksiatan demi kemaksiatan dengan berbagai jenisnya semakin menjadi-jadi. Korupsi, perzinahan, miras, narkoba, LGBT, judi, riba, dan lain sebagainya. Perilaku-perilaku minus adab, kebodohan merajalela, PHK dimana-mana, kemiskinan terstruktur, semua itu menjangkiti sebagian besar rakyat. Sungguh umat Muhammad saat ini masih jauh dari predikat Khoiru Ummah (umat terbaik) seperti yang tersebut dalam Al Qur’an.

 

Fakta-fakta yang ada tersebut sudah cukup untuk menampar diri bahwa ada yang salah dan harus diperbaiki dalam menjalankan kehidupan ini. Dunia sedang tidak baik-baik saja. Dunia menuntut adanya perubahan atas ketidakadilan yang terjadi.

 

Jika puluhan tahun telah berganti orang dalam kepemimpinan suatu negeri, namun tak ada perbaikan yang berarti, saatnya melihat sistem aturan yang digunakan. Jangan-jangan penyebab nasib suram yang dialami rakyat adalah karena sistem yang salah.

 

Ibarat sebuah kendaraan (sebut saja mobil), jika telah berganti sopir tiap lima tahun atau sepuluh tahun, dari yang mahir mengendarai hingga kecolongan dengan yang tak pandai berkendara, saatnya melihat kondisi mobil yang digunakan sebagai sarana. Barangkali memang perlu ganti “mobil” yang baru sekaligus sopir yang sangat mahir mengemudikannya, sehingga mampu membawa “penumpang” ke tempat tujuan bersama (Surga Firdaus).

 

Muhasabah diri merupakan salah satu hal yang mampu memantik otak untuk berpikir. Mengapa semua ini terjadi? Apa akar masalahnya? Bagaimana solusi yang tepat untuk menyelesaikan segala permasalahan yang ada? Muhasabah diri dengan berpikir pada hal yang mendasar, dari mana manusia berasal, untuk apa manusia hidup di dunia ini, dan akan kemana manusia setelah mati.

 

Jawaban atas pertanyaan mendasar itulah yang akan menuntun manusia kepada jalan yang dilalui dalam kehidupan ini. Apabila menjawab dengan benar maka benarlah jalan hidupnya, dan apabila salah menjawabnya maka salah pula jalan hidupnya. Jalan hidup yang salah itulah yang mengakibatkan munculnya fakta-fakta seperti yang tersebut di atas, dan jawaban yang benar akan membawa umat pada kebangkitan yang hakiki.

 

Manusia berasal dari Allah (diciptakan oleh Allah), hidup di dunia untuk beribadah kepada Allah sesuai perintah dan larangan Allah, dan setelah mati manusia akan kembali pada Allah dengan mempertanggung jawabkan perbuatannya selama di dunia. Inilah jawaban yang benar yang akan menuntun manusia untuk menjadikan kehidupannya agar sesuai dengan aturan Allah sebagai Al Kholiq dan Al Mudabbir.

 

Dengan aturan Allah manusia akan hidup dengan benar, sebab aturan Allah jika diterapkan maka menjadi Rahmat bagi seluruh alam. Tidak hanya untuk muslim, bahkan untuk non muslim dan alam semesta. Aturan Allah (Syariah Islam) inilah solusi yang tepat untuk menyelesaikan segala permasalahan yang ada. Hal ini harus terus digaungkan di tengah umat hingga umat sadar bahwa tidak ada solusi solutif selain ditegakkannya Islam kaffah dalam bingkai Khilafah sehingga umat mau memperjuangkannya dengan bimbingan dari jamaah dakwah yang tulus dan istiqomah di jalan Allah. Wallahua’lam bishshowab