Palestina Butuh Pelindung yang Kokoh

Oleh : Rya

 

 

Lensamedianews.com_ Hari Raya Idul Fitri adalah momen umat Islam bergembira karena telah berpuasa selama Ramadan dengan menahan hawa nafsunya. Namun tidak dengan warga Palestina. Mereka harus merasakan kesedihan akibat kebengisan Israel Laknatullah.

 

Biadab, begitulah ungkapan yang cocok untuk Israel. Bagaimana tidak, saat sholat Idul Fitri berlangsung, militer Israel menyerang secara bersama warga Palestina di kamp pengungsi Khan Younis di Gaza selatan hingga di Kota Gaza dan kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara. Dalam serangan tersebut sedikitnya sembilan orang tewas termasuk anak-anak.

 

Lebih dari 900 warga Palestina di Gaza telah dibunuh oleh Israel sejak melanggar gencatan senjata dengan Hamas dan melanjutkan serangan 11 hari lalu. Sampai saat ini, Israel telah membunuh seorang anak Palestina di Gaza setiap 45 menit. Itu adalah rerata 30 anak yang terbunuh setiap hari selama 535 hari terakhir. (Tempo.co, 30-3-2025)

 

Asal Muasal Negara Israel

Kebiadaban Zionis Israel tidak bisa didiamkan. Kebiadaban mereka menjadi bukti bahwa masalah Palestina bukan sekedar perebutan tanah tapi penjajahan. Mereka tidak mengenal bahasa diplomasi, gencatan senjata ataupun diskusi.

 

Warga Palestina tidak butuh retorika atau sekedar bantuan kemanusiaan karena hal tersebut tidak mengeluarkan mereka dari penderitaan. Mereka butuh pemimpin yang mengerahkan pasukan militernya untuk mengusir Zionis Israel dari tanah Palestina untuk selama-lamanya. Tapi sayang pemimpin itu tidak akan muncul dalam nation state (negara bangsa) saat ini.

 

Perlu diketahui nation state bermula dari perjanjian rahasia Sykes-Pycot antara Inggris dan Prancis pada tahun 1916. Pada Perang Dunia 1 terbagi dua aliansi yaitu Poros dan Sekutu. Poros diprakarsai oleh Hungaria, Jerman dan Austria dan Daulah Khilafah ikut dalam barisan ini. Sedangkan Sekutu terdiri dari Inggris, Rusia dan Prancis.

 

Pada Perang Dunia 1 pihak Poros mengalami kekalahan. Kemenangan dipihak Sekutu yaitu Inggris dan Prancis membuka peluang bagi mereka untuk memperbesar pengaruh di Timur Tengah dan memperlemah Daulah Khilafah dengan menebarkan nasionalisme di bangsa Arab dan Turki agar terpecah dan keluar dari Khilafah.

 

Dengan runtuhnya Daulah Khilafah dimulailah penderitaan kaum muslimin. Mereka tidak punya lagi pelindung yang akan melindungi mereka dari kekejaman penjajah. Sebagai contoh muncullah Deklarasi Balfour yaitu pernyataan pemerintahan Inggris yang mendukung berdirinya negara Israel di Palestina. Ini adalah awal mulai penderitaan saudara kita di sana. Yang menyedihkan lagi PBB mengeluarkan deklarasi 14 Mei 1948 yang menyatakan pendirian negara Israel di atas tanah Palestina. Deklarasi ini dilihat banyak negara dan diamini oleh AS dan Barat.

 

Sampai saat ini penderitaan saudara kita di Palestina belum usai. Mereka masih terjajah dan berdarah-darah. Sementara kaum Muslim lemah dan pemimpin muslim dilemahkan oleh sekat nation state. Ikatan akidah Islam yang harusnya kuat diantara sesama muslim tidak ada artinya.

 

Urgensi Pelindung Hakiki

Keberadaan Khilafah sangat mendesak. Institusi ini yang akan melindungi Palestina dan negeri-negeri muslim lainnya dari rongrongan orang-orang kafir. Sebagaimana Sultan Abdul Hamid ll dengan tegas tidak menerima permintaan Theodor Herzl untuk mendirikan gedung Al-Quds pada tahun 1896. Perlu diketahui Dia adalah pencetus gerakan Zion*s sekaligus pendiri negara Yahudi.

 

Usahanya tidak berhenti sampai disitu. Dia mendatangi kembali Sultan Abdul Hamid ll pada tahun 1901 untuk menawarkan bantuan keuangan pada Khilafah agar Sultan menyetujui membangun komunitas Yahudi di Palestina. Tetapi Sultan menolaknya untuk kedua kali.

 

Hal ini menjadi bukti bahwa Khilafah tidak akan membiarkan negeri-negeri muslim diusik oleh orang-orang kafir. Berdirinya negeri yang menerapkan syariat Islam harus diperjuangkan. Kita tidak boleh tinggal diam saja. Umat harus punya kesadaran untuk menjadikan Islam sebagai aturan bernegara.

 

Untuk membentuk kesadaran politik secara kolektif butuh upaya gerakan dakwah ideologis untuk menyampaikan kebenaran Islam. Mereka melakukan pembinaan intensif di tengah-tengah umat agar pemikiran umat bersih dari pemikiran-pemikiran kufur. Membongkar makar orang-orang kafir penjajah. Menyerukan bahwa solusi hakiki Palestina adalah Khilafah. Kelompok dakwah ini berjuang bersama-sama umat mewujudkan kembali Daulah Islam.