Gebyar Peringatan Kemerdekaan, Euforia Sesaat

LenSaMediaNews.Com–Hingar bingar perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia ramai di mana-mana. Mulai dari kota hingga ke pelosok desa. Pernak pernik hiasan, bendera, dan umbul-umbul menghiasi sudut jalan dan gang-gang kecil. Warna merah putih begitu mendominasi di setiap hiasan yang menggantung.
Acara dimeriahkan dengan berbagai lomba, pawai, gerak jalan, sampai panggung hiburan yang wajib dilaksanakan. Meskipun lomba-lomba yang diselenggarakan tidak ada kaitannya dengan semangat kemerdekaan, hanya sekedar hiburan saja. Euforia perayaan HUT RI membius warga walau sesaat.
Setelah perayaan selesai, warga kembali dihadapkan pada kesulitan hidup yang membebani. Mulai dari berbagai jenis pungutan pajak yang mencekik, PHK di mana-mana, harga pangan yang terus naik, sulitnya lapangan pekerjaan, banyak orang kelaparan, biaya kesehatan dan pendidikan mahal, jumlah penduduk miskin terus bertambah, dan lain-lain. Jadi benarkah kita sudah merdeka?
Delapan puluh tahun usia yang cukup untuk berpikir matang dan bijak. Usia panjang kemerdekaan ini seharusnya sudah membuahkan hasil berupa kemapanan dan kesejahteraan hidup masyarakatnya. Sebagai bukti negara yang sudah merdeka yaitu membawa perubahan hidup yang lebih baik bagi rakyatnya.
Secara fisik kita memang tidak sedang kontak senjata dengan penjajah. Namun, penjajahan pemikiran, ekonomi, politik, dan ideologi masih kita rasakan. Penjajahan ini tidak disadari terus mengangkangi kita. Penjajahan dalam bentuk undang-undang dan perjanjian internasional, seperti tarif Trump yang dikenakan pada Indonesia beberapa waktu lalu oleh AS. Inilah bukti ketundukan Indonesia pada kehendak penjajah.
Belum lagi berbagai pemikiran dan istilah-istilah yang seolah ramah, tetapi justru merusak dan berbahaya, seperti istilah moderat, deradikalisasi, moderasi beragama, dialog lintas agama, dan lain-lain. Ini adalah ide-ide asing yang bercokol dalam benak masyarakat. Padahal ide-ide inilah yang akan memecah belah umat seperti yang dikehendaki penjajah.
Fakta ini menunjukkan Indonesia tidak sedang baik-baik saja, Indonesia masih dalam cengkeraman penjajah. Merdeka, seharusnya masyarakat tercukupi seluruh kebutuhan sandang, pangan, dan papannya dengan sempurna. Kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan keamanan dijamin oleh negara, sehingga terwujud kesejahteraan hidup bagi seluruh rakyat. Lapangan pekerjaan mudah diakses oleh rakyat, agar rakyat mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Merdeka hakiki, adalah terbebas dari penghambaan kepada selain Allah, menuju ketaatan hanya kepada Allah. Untuk mewujudkan hal ini maka butuh penerapan Islam Kafah dalam semua aspek kehidupan.
Oleh karena itu, harus ada institusi negara (Khilafah) yang bisa menerapkan Islam secara sempurna bukan yang lain. Wallahualam bissawab. Yani Ummu Qutuz, Pegiat Literasi. [LM/ry].
