Gawat, Generasi Muda Terjangkit Virus Judol dan Pinjol

Oleh Sabila Herianti
LensaMediaNews.com, Opini_ Virus pinjol (pinjaman online) tidak hanya menyasar pada orang dewasa saja, remaja-remaja saat ini pun banyak yang terjangkit virus ini. Salah satunya remaja yang tengah menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 8, di Kulon Progo, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berawal dari bermain gim online remaja tersebut tertarik untuk mencoba judi online (judol), akibat judi online, ia pun mengambil banyak sekali Pinjol hingga jutaan rupiah, sehingga ia pun berhutang pada teman-temannya sebesar 4 juta rupiah demi membayar pinjol tersebut. Pada akhirnya remaja tersebut bolos sekolah selama satu bulan akibat tak kuat menahan rasa malu karena tidak bisa membayar hutang-hutangnya. (Kompas.com 29-10-2025)
Fenomena tersebut hanyalah salah satu kasus dari sekian banyaknya kasus pinjol dan judol yang menyasar pada generasi muda. Tentunya hal ini disebabkan karena masih merebaknya konten-konten judi online di berbagai situs, termasuk di dalamnya situs pendidikan dan gim online, sehingga tidak sedikit remaja yang terjebak di dalamnya. Mungkin awalnya hanya berniat untuk bermain gim online, namun siapa sangka di dalamnya ditemukan konten judol yang sengaja dikemas semenarik mungkin. Bagi remaja yang memiliki jiwa penasaran yang tinggi rentan sekali untuk mengeklik atau mencoba hal yang menurutnya menarik.
Awalnya mungkin hanya sebatas coba-coba dan memenuhi rasa penasaran yang memuncak tersebut, tapi sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa judol itu ibarat narkoba dalam jaringan yaitu dapat menimbulkan efek kecanduan. Alhasil sulit bagi mereka untuk berhenti. Tanpa mereka sadari hal tersebut akan menimbulkan masalah baru. Berkat judol mereka terjerat pinjol, akibat pinjol mereka menjadi stress dan kehilangan gairah hidup, meskipun masih usia remaja.
Judol dan pinjol adalah lingkaran setan yang akan terus menerus menyasar pada seluruh lapisan masyarakat selama sistem pendidikan yang diterapkan berbasis sekular-kapitalis, yaitu sistem pendidikan yang bertujuan mencetak generasi muda yang siap kerja dan mampu memperbaiki perekonomian negara yang berbasis sistem ekonomi kapitalis. Boleh jadi mereka kaya akan ilmu pengetahuan umum namun miskin akan hal akidah Islam dan pertahanan diri (mental) dalam merespon berbagai persoalan hidup. Ditambah lagi tidak optimalnya peran negara dalam menghapus konten-konten menyesatkan seperti pinjol dan judol.
Generasi muda adalah tonggak peradaban dan faktor utama terwujudnya bangsa yang besar. Namun, bangsa yang besar hanya mampu diwujudkan oleh generasi muda yang cemerlang. Generasi muda yang memiliki semangat juang yang tinggi, memilki kepribadian yang baik, dan memiliki kepedulian yang tinggi. Generasi muda seperti ini hanya terlahir dari sistem yang sahih yaitu sistem Islam.
Dengan sistem Islam, pendidikan yang diterapkan berbasis akidah Islam, yakni mereka tidak hanya ditransfer ilmu-ilmu pengetahuan umum saja seperti ilmu digital dan lain sebagainya, tetapi mereka akan dikuatkan akidah Islamnya terlebih dahulu, sehingga ketika mereka mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan mereka akan memanfaatkan ilmu tersebut untuk urusan dan keselamatan umat dan juga dirinya di dunia serta akhirat. Mereka akan menggunakan digital dengan sebaik mungkin, mustahil mereka menggunakannya untuk hal-hal yang diharamkan agama. Lain halnya dengan sistem saat ini, yaitu sistem sekular-kapitalis yang mencetak generasi muda yang tidak mempermasalahkan jika digital digunakan untuk merusak umat demi keuntungan pribadi sebagaimana banyak ditemukan saat-saat ini.
Dengan sistem Islam juga negara akan berperan penuh dalam menghapus total akses-akses konten judol, pinjol dan konten-konten berbahaya serta menyesatkan lainnya. Negara juga akan bertindak tegas terhadap pembuat, pelaku dan penyebar konten-konten tersebut dengan memberikan hukuman berdasarkan hukuman yang telah ditetapkan dalam syariat Islam (sanksi Islam).
Jika negara sudah mengontrol secara penuh, maka peraturan dalam bermasyarakat pun akan mengikuti sehingga terciptalah masyarakat yang bijak. Sungguh hanya sistem Islam yang mampu menyelamatkan generasi muda dari lingkaran setan yang disebabkan oleh virus judol dan pinjol.
